
"Kenapa kau tidak menjawabku? Apakah sangat sakit sampai kau tidak bisa berbicara?" Tanya Diana sembari mengulurkan tangannya untuk memeriksa tubuh pria itu ketika Evan menghentikannya.
"Sebaiknya kau lebih pandai memilih kawan!!" Ucap pria itu dengan suara yang datar lalu cepat-cepat pergi meninggalkan Diana.
Sementara Diana yang melihat kepergian Evan, perempuan itu merasa sangat berterima kasih atas pertolongan pria itu, jadi dia kemudian mengambil tasnya dan menyusul Evan yang keluar dari ruangan.
🤢🤢🤢
Terus menyusul Evan yang berjalan sangat cepat, Diana akhirnya berlari lalu mendahului pria itu dan merentangkan kedua tangannya menahan jalan pria itu agar tidak mengabaikannya.
Hari itu membuat Evan sangat kesal karena sebenarnya dia membenci perempuan yang ada di depannya sebab perempuan itu adalah perempuan yang juga selalu membuat masalah dengan adik sepupunya yang paling ia sayangi.
Oleh sebab itu, Evan menghembuskan nafasnya dengan kasar sembari pria itu kemudian berkata, "Aku memiliki batas kesabaran, Jadi sebelum aku melewati batas, sebaiknya kau menjaga sikapmu!!"
__ADS_1
Diana jelas tahu kalau pria itu sangat marah padanya, karena bagaimanapun dia sering bercerita jelek tentang Diana pada pria itu sehingga pria itu juga tidak menyukai Diana karena Diana sudah membuat kesalahan yang terus-menerus memojokkannya.
Tetapi Diana merasa bahwa dia hanya bisa meminta pertolongan pada pria itu, oleh sebab itu Diana berkata, "itu,, aku benar-benar berada dalam situasi yang sangat penting dan tidak ada satupun orang yang bisa menolongku selain kau. Jadi,, bisakah kau--"
"Tidak!" Sela Evan, "Jangan pernah meminta pertolongan padaku karena aku tidak berniat menolong perempuan sepertimu!!!" Tegas Evan lalu mengulurkan tangannya mendorong Diana ke samping lalu pria itu kemudian pergi mengabaikan Diana yang kini terdiam di tempatnya menatap lesu pada pria itu.
Siloam yang sudah dari tadi memperhatikan kakaknya langsung menghampiri Diana, "Apa yang kau lakukan dengan pria itu? Dia adalah pria yang hendak menangkap muka mah tapi kenapa kau malah ingin berteman dengannya dan bahkan meminta pertolongan padanya?" Tanya Siloam yang mana pria itu sama sekali tidak mengerti dengan tindakan kakaknya.
Bagaimana bisa perempuan itu, perempuan yang selalu membuat kesalahan yang dicari-cari oleh polisi malah meminta berteman dengan seorang polisi?
Tetapi Diana yang mendengarkan ucapan adiknya, perempuan itu kembali menghela nafas, lalu dia kemudian melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu.
Sembari melangkah menuju pintu keluar, Diana kemudian berkata, "kau tidak tahu apapun, dan kau pasti tidak tahu bagaimana Bobby hendak memaksaku untuk melakukan pekerjaan kotor bukan?!"
__ADS_1
Ucapan kakaknya benar-benar mengejutkan Siloam, karena dia tidak pernah mendengar perempuan itu mengatakan sebuah pekerjaan sebagai pekerjaan kotor. Karena setahunya, kakaknya selalu melakukan pekerjaan apapun yang penting bisa memberinya keuntungan.
Oleh karena itu, Siloam mengerutkan keningnya menatap kakaknya, "Apa yang kakak pikirkan? Mengapa beberapa waktu ini, selama Kakak mengalami hilang ingatan, saja mengatakan sesuatu yang aneh-aneh yang membuatku tidak mengerti dengan sikapmu!" Ucap Siloam dengan rasa penasaran yang benar-benar akut sebab pria itu tidak menyangka bahwa hanya dalam satu malam saja lalu pemikiran kakaknya akan berubah drastis.
Tetapi Diana yang mendengarkan ucapan pria itu, dia tidak mengatakan apapun dan hanya melangkah menuju mobil dan masuk ke dalam mobil sembari duduk di sana menggigit kukunya.
'Pria itu benar-benar sulit untuk dihadapi, karena dia memiliki kekuasaan,' ucap Diana dalam hati sembari menghela nafas memikirkan Bagaimana Bobby benar-benar menindasnya.
Saat itu juga, Siloam sudah masuk ke mobil dan duduk di samping Diana sembari menatap kakaknya dengan raut wajah bingung akan sikap aneh perempuan itu.
"Itu,, Kakak harusnya menceritakan semuanya padaku, karena sebelumnya Kakak sangat mempercayaiku dan bahkan menyatakan segala sesuatu yang rahasia kepadaku," ucap Siloam berbohong, karena tentunya dia benar-benar harus mengetahui apa yang dipikirkan oleh perempuan itu, sebab perempuan itu telah benar-benar berubah sehingga membuatnya khawatir kalau kedepannya perempuan itu mungkin akan mengalami hal-hal yang di luar kendali mereka.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️