
Evan yang meninggalkan kantor polisi kini tiba di hotel xx dan dia langsung menghampiri sangat sionis sembari memperlihatkan tanda pengenalnya.
"Saya adalah polisi, saya ingin meminta informasi tentang kunjungan perempuan bernama Diana firdania ke hotel ini," ucap Evan langsung membuat cara resepsionis mengganggukan kepalanya lalu perempuan itu kemudian memeriksa komputernya untuk mendapatkan informasi.
Beberapa saat kemudian sang resepsionis mengangkat kepalanya menatap Evan sembari berkata "Maaf sekali Tuan, tetapi tidak ada satupun pemesanan kamar dengan nama Diana firdania."
Evan yang mendengarkan itu langsung mengerutkan keningnya lalu di beberapa saat kemudian dia kembali berkata, "Baru saja aku bertemu dengannya di sini, Jadi tidak mungkin tidak ada kamar yang ia pesan."
Resepsionis tersenyum dan berkata, "memang Nona Diana tidak pernah memesan kamar hotel di sini, semua pemesanan ditanggulangi oleh agensi mereka dan juga oleh asistennya."
Evan yang mendengarkan itu kini mengerti mengapa mereka begitu sulit untuk mendapatkan data-data Diana di setiap hotel sebab perempuan itu tidak pernah menggunakan kartu identitasnya untuk memesan hotel atau apapun itu, selalu atas nama orang lain.
"Kalau begitu, berikan aku daftar pemesanan kamar atas nama Siloam." Ucap Evan langsung membuat resepsionis mengganggukan kepalanya lalu perempuan itu kemudian memeriksa komputernya sembari tangannya ke yang lain mengetik sebuah pesan kepada manajer hotel.
__ADS_1
Sebab bagaimanapun, Diana merupakan tamu VIP di hotel itu jadi tidak sembarang mereka memberikan informasi apapun mengenai Diana pada orang lain meskipun itu adalah polisi.
Setelah selesai mengirim pesan dan mendapatkan balasannya, sang resepsionis kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, "maaf mohon maaf sekali, tetapi semua data tentang pemasaran yang dilakukan oleh Tuan Siloam telah dihapus, ini sesuai dengan kebijakan hotel kami terhadap tamu VIP."
Ucapan resepsionis itu benar-benar membuat Evan mengerutkan keningnya tetapi kemudian dia mengganggukan kepalanya karena tahu dia tidak bisa memaksa orang-orang itu memberikan informasi Jika dia belum memiliki surat perintah.
"Baiklah," ucap Evan sembari berjalan meninggalkan resepsionis dan ketika dia hendak keluar di tiba-tiba saja ponselnya berdering memperlihatkan nama penelpon adalah Diana.
"Halo?" Ucap Evan pada orang di seberang telepon ketika panggilan telepon itu telah terhubung.
"Ada apa?" Tanya Evan yang meski Sebenarnya dia malas terlibat dengan perempuan itu, tetapi menyadari bahwa dia sedang mencari info tentang perempuan itu maka dia merasa bahwa dia perlu mengubah strateginya yang awalnya menjauhi perempuan itu dan kini berubah dekat dengannya untuk mencari informasi yang lebih baik.
"Ini,,, seseorang berusaha membuka pintu kamarku secara paksa, aku sudah menghubungi pihak hotel, tetapi mereka mengabaikanku!!" Ucap Diana dari seberang telepon diiringi oleh suara gedoran pintu yang langsung membuat Evan berlari ke arah lift.
__ADS_1
"Aku segera ke situ!" Ucap Evan lalu menutup panggilan telepon itu.
Sementara di kamar tempat Diana berada, Diana berdiri sembari memegang erat ponselnya dan melihat ke arah pintu yang berusaha dibuka secara paksa dari luar.
'Ya Tuhan,, kumohon selamatkan aku!!' ucap Diana dalam hati yang sangat merasa gugup melihat pintu yang terlihat sebentar lagi akan terbuka.
Benar saja, Baru beberapa saat dia selesai berbicara pintu langsung terbuka secara paksa memperlihatkan beberapa orang laki-laki yang telah membuka pintu hotel itu.
Maka dengan cepat Diana berlari ke arah kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi sembari menekan-rekan layar ponselnya untuk menghubungi Evan.
"Buka pintunya sialan!!!" Teriak salah seorang laki-laki berusaha mendobrak pintu sehingga membuat Diana semakin ketakutan.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️