Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?

Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?
44


__ADS_3

Evan yang keluar dari dalam lift langsung berlari ke arah kamar Diana dan pria itu sangat terkejut saat melihat pintu teratar buka dan jelas di sana bahwa pintu itu dibuka secara paksa sebab ada bekas-bekas goresan pada pintu.


Maka tanpa membuang-buang waktu, pria itu langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati beberapa orang sedang berusaha mendobrak pintu kamar sehingga membuat Evan mengeluarkan pistolnya dan menodongkannya pada orang-orang yang ada di sana.


"Berhenti!" Teriak Evan sangat mengejutkan semua orang sehingga mereka pun mengangkat tangan mereka dan mundur dari pintu.


Tetapi kemudian, Siloam muncul dari belakang Evan sembari berkata, "Kenapa polisi ada di sini?"


Evan yang mendengar suara dari belakangnya langsung berbalik dan menatap Siloam, "perempuan yang ada di kamar ini memintaku untuk datang kemari menyelamatkannya, Jadi sekarang cepat berlutut di sana sebelum aku membuat kekerasan!!" Perintah Evan dengan tegas langsung membuat Siloam ikut berlutut bersama orang-orang yang ada di sana.


Sembari berlutut, Siloam kemudian menatap Evan, "terjadi sesuatu pada Kakakku, itu sebabnya kamu berusaha membuka pintu untuk memastikan dia baik-baik saja atau tidak sebab pintunya dikunci dari dalam." Ucap Siloam benar-benar tidak dipercayai oleh Evan sehingga pria itu kemudian mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi polisi.

__ADS_1


"Datang ke hotel xx, kamar nomor 16," ucap pria itu lalu menutup panggilan teleponnya dan dia kemudian mengeluarkan satu tangannya mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok...


"Ini aku, buka pintunya," ucap Evan dengan mata masih awas mengawasi beberapa orang yang berlutut di lantai dengan tangan terangkat sejajar dengan kepala mereka.


Sementara itu, Diana yang berada di dalam kamar mandi yang mendengar suara Evan langsung merasa sangat lega hingga perempuan itu pelan-pelan membuka pintu kamar mandi dan akhirnya keluar dari sana.


Siloam yang melihat itu langsung menatap kakaknya dengan ekspresi bingungnya sebab Dia tak menyangka bahwa ternyata kakaknya benar-benar akan memanggil seorang polisi untuk datang ke tempat itu.


"Kenapa Kakak memanggil polisi kemari?" Tanya Siloam.

__ADS_1


Diana yang melihat pria yang baru saja berbicara merasa sangat kesal pada pria itu sehingga dia kemudian berkata, "yang aku tanyakan, kau sama sekali tidak khawatir denganku saat seseorang berusaha menebos masuk ke dalam kamarku, Tapi sekarang kau malah membahas hal lain?!"


Siloam yang mendengarkan itu baru saja menyadari bahwa dari tadi dia hanya khawatir pada polisi, dan lupa berpura-pura di depan kakaknya bahwa dia tidak mengenali orang-orang yang datang menggedor-gedor pintu kamar kakaknya.


Oleh sebab itu, Siloam mendengar takkan giginya menatap orang-orang yang berlutut di sampingnya sebab tentunya dia kesal pada orang-orang itu karena mereka benar-benar tidak bisa menjalankan rencana dengan baik.


"Tentu saja aku khawatir,, tap--"


"Tapi apa?!! Buktinya sekarang kau sama sekali tidak melakukan apapun untuk orang-orang yang hampir saja mencelakai itu di dalam kamar ini dan sekarang kau malah bersikap buruk pada orang yang datang menyelamatkanku? Atau jangan-jangan orang-orang yang datang ini sebenarnya ialah orang-orang suruhan mu?!!" kesel Diana yang selalu merasa bahwa film sama sekali tidak dapat dipercaya.


"Bukan begitu, tapi orang-orang ini adalah orang-orang yang baik yang kukirim untuk memeriksa keadaanmu, karena dari tadi kau tidak membuka pintu jadi aku merasa cemas padamu!!!" Ucap Siloam dengan tegas.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2