
Diana yang ditinggalkan oleh Evan terus terisak di tempatnya sampai akhirnya dia kembali mendengar suara pintu yang terbuka hingga perempuan itu mengangkat kepalanya dan melihat Evan memasuki ruangan tersebut sembari membawa sebuah kotak.
Diana Langsung mengikutkan pandangannya pada kotak itu dan dia sangat mengingat kotak itu tersebut.
"Kotak ini yang kau maksud?!" Tanya Evan sembari meletakkan kotak itu di atas meja lalu pria itu kemudian duduk di depan Diana sembari memandangi Diana dengan seksama.
Diana menganggukkan kepalanya dengan pelan, "bukalah sandinya," ucap Diana.
Evan yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya dan dia begitu sulit untuk mempercayai Diana, sehingga pria itu berkata, "kau menyuruh seseorang untuk memata-matai aku dan sepupuku, sehingga kau mendapat semua informasinya? Tapi tidak mungkin kau mengetahui tentang sandinya, jadi Kau pasti hanya melakukan ini untuk mengelabui ku!"
__ADS_1
Diana yang mendengarkan itu kini tersenyum tipis dan berkata, "tanggal 25 Maret 2019 kita bersama-sama pergi ke rumah kakekmu, dan di sana Kita pergi memancing lalu kau mendapatkan satu ikan sementara aku mendapatkan 8 ekor ikan. Kau menangis histeris karena merasa kesal lalu melempar pancinganmu ke tengah danau dan kembali ke rumah kakekmu mengunci diri di dalam kamar.
"Saat kita berumur 12 tahun, kau terjatuh dari tangga karena aku tidak sengaja mendorongmu saat kita sedang bermain polisi-polisi. Kau mendapat 12 jahitan di bagian dahimu dan kakimu harus di gips selama 2 bulan karena patah tulang.
"Saat ulang tahunku yang ke-12, kau secara diam-diam meletakkan hadiah di dalam kamarku, lalu kau berkata kalau kau tidak bisa hadir di pesta ulang tahunku Dan aku baru menemukan hadiah itu tiga hari setelah ulang tahunku. Saat hari anniversary pernikahan kakekku dan--"
"Cukup!" Sela Evan yang mana kini dia sangat terkejut mendengar semua hal yang seharusnya hanya diketahui antara dia dan Diana kini malah diceritakan oleh orang asing yang ada di depannya.
Tetapi Diana yang melihat itu kemudian lanjut berkata, "aku juga tidak tahu mengapa semua ini terjadi, tetapi tubuhku sudah meninggal namun bagaimana aku harus menjelaskan bahwa aku yang ada di tubuh ini ialah Diana, sepupumu!! Aku tidak tahu,, kenapa aku harus berada di dalam tubuh ini dan akan menanggung segala kejahatan yang telah dilakukan oleh perempuan ini. Hiks,, hiks,, hiks..."
__ADS_1
Evan yang mendengarkan ucapan Diana benar-benar pusing memikirkan hal itu sehingga dia kemudian berdiri dan dia berputar-putar di dalam ruangan itu sampai akhirnya pria itu memutuskan untuk keluar mendapatkan air putih supaya dia bisa merasa lebih tenang.
Diana yang melihat kepergian pria itu juga ikut kesal, dan dia menangis sejadi-jadinya memikirkan nasibnya yang begitu tragis.
Sampai beberapa waktu kemudian, Evan kembali lagi menemuinya dan pria itu membawakan minuman kesukaan Diana yang disimpan oleh pria itu di ruang kerjanya.
"Minumlah," ucap Evan langsung membuat Diana menatap minuman yang disodorkan oleh Evan dan perempuan itu kembali lagi menangis saat melihat minuman favoritnya yaitu susu strawberry dengan merek yang khusus.
"Hiks,, hiks,, hiks,," Diana menangis sembari memperhatikan susu strawberry itu, sementara Evan yang ada di sana membuka borgol pada tangan Diana lalu kembali duduk di tempatnya.
__ADS_1
Diana mengambil minuman yang diberikan oleh Evan lalu dia kemudian meminum minuman itu dan dia merasa begitu haru, karena semenjak ia berpindah tubuh, dia tidak pernah lagi merasakan minuman itu sebab dia sibuk dengan ketakutannya akan menjalani hukuman dalam penjara setelah segala hal yang dilakukan oleh Diana Firdania.