
Kami sudah mengirimkan dua sidik jari anonim itu pada badan penyidik internasional untuk diselidiki lebih lanjut, namun untuk mendapatkan hasilnya kita perlu menunggu beberapa jam lamanya." Ucap sang perempuan menjelaskan hasil pemeriksaannya.
🔥🔥🔥
Evan menganggukkan kepalanya, lalu dia membuka-buka berkas itu dan melihat hal penting yang ada di sana, "Apa maksudnya dengan ini?" Tanya Evan menunjukkan sebuah tulisan.
Sang Perempuan memperhatikannya lalu beberapa saat kemudian dia berkata, "Kami menemukan ada kotoran yang menempel di sana dan Kami menemukan bahwa itu ialah belerang yang biasanya digunakan untuk merakit bom. Dan juga, ada sedikit noda pada bagian rantainya yang merupakan bahan kimia untuk membuat parfum. Itu adalah bahan langkah, dan sejauh ini kami menemukan bahwa bahan kimia itu hanya digunakan oleh satu perusahaan yang ada di negara ini. Perusahaan ABC."
Evan yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya, lalu dia kemudian berkata, "Tolong bantu kami memecahkan kasus ini dengan cepat. Kalau begitu Saya pergi dulu."
Setelah berbicara, Evan langsung pergi meninggalkan tempat itu lalu dia mengendarai mobilnya ke apartemen Diana dan tiba di apartemen Diana.
__ADS_1
Sesuai dengan ucapan Diana, maka pria itu langsung menemukan sebuah ruangan rahasia dalam kamar Diana dan menemukan ada banyak barang-barang di sana.
Pria itu langsung memeriksanya satu persatu dan betapa terkejutnya pria itu ketika dia menemukan sebuah buku besar yang diselipkan di bawah kolong meja.
Disimpan dengan sangat rapi sehingga akan sulit untuk menemukannya jika tidak diperhatikan dengan teliti.
"Buku ini,," Evan merasa agak gemetar ketika dia membuka buku tersebut dan menemukan ada banyak sekali informasi kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para petinggi dan pejabat di negara itu.
Juga daftar ******* dengan informasi yang sangat detail yang bisa langsung digunakan untuk menangkap ******* ******* yang ada di daftar itu.
Evan mengotak-atik ponsel itu, Evan benar-benar terkejut bahwa jika sampai Diana tertangkap maka akan ada banyak orang yang terseret dalam kasusnya dan hampir seluruh pejabat akan berakhir di penjara jika semua rahasia itu terbongkar.
__ADS_1
Evan yang melihat itu kemudian mengambil ponselnya lalu dia memotret semuanya dan keluar meninggalkan apartemen Diana.
"Pantas saja Diana terlalu sulit untuk dihadapi, ternyata banyak orang yang berhubungan dengan kejahatan yang ia lakukan," ucap pria itu sembari menyetir mobil ke kantor polisi hingga Dia tiba di sana dan terkejut ketika keributan sedang terjadi di kantor polisi.
Seorang pria yang memiliki pangkat yang lebih tinggi dari Evan sedang bertengkar dengan para bawahan Evan.
"Kasus ini akan kami tangani, Jadi kalian semua tidak perlu melakukan apapun lagi dan semua barang bukti yang kalian miliki harus diserahkan pada kami!!!" Tegas pria tersebut memarahi semua bawahan Evan.
Evan yang melihat itu kemudian melangkah mendekati sang pria lalu dia berkata, "kasus ini akan tetap diselidiki oleh kami, jadi tolong jangan ikut campur."
Sang pria yang mendengarkan ucapan Evan kini tersenyum miring, lalu dia kemudian menggunakan jarinya menunjuk bahu kiri Evan sembari berkata, "kepala sudah memutuskan bahwa kasus ini diserahkan pada kami karena kalian sudah membuat malu kepolisian atas penangkapan terakhir yang kalian lakukan!!!"
__ADS_1
Setelah berbicara kemasan pria tidak menunggu jawaban dari Evan dan dia melihat anak buahnya yang datang bersamanya, "ambil semua barang bukti yang telah mereka sita, karena mulai sekarang kasus ini akan menjadi milik kita!!!" Perintah pria itu langsung diangguki oleh semua bawahannya lalu para bawahan pria itu mulai mengambil satu persatu barang yang ada di kantor polisi itu.
Semua orang berusaha menghentikan, tetapi mereka tak berdaya saat melihat Evan yang kemudian tidak melakukan apapun dan hanya pergi meninggalkan orang-orang yang ada di sana.