
Sementara Diana, perempuan itu akhirnya bernafas legal sebab pria itu telah menghentikan langkahnya sehingga dia tidak perlu lagi susah-sudah mengejarnya.
Jadi Diana menghela nafas dengan panjang sembari mengangkat wajahnya menatap pria itu, "hah,,, aku bilang aku kesulitan untuk mengejarmu karena orang kamu yang terlalu cepat!!!" Ucap Diana dengan tegas sembari mengatur nafasnya yang tersengal.
💮💮💮
Evan mengerikan keninya sampai kedua alisnya membentuk satu garis lurus menatap perempuan yang ada di depannya, pria itu benar-benar heran dengan ucapan perempuan di depannya setiap semua kalimatnya dan nada bicaranya sangat mirip dengan cara berbicara adik sepupunya sehingga membuatnya melihat kopian adik sepupunya.
Tetapi hal itu bukan membuatnya senang, hal itu malah membuatnya menjadi sangat marah sehingga dia kemudian melangkahkan kakinya mendekati perempuan itu hingga membuat Diana terus mundur menjauhi pria itu dengan rasa bingungnya.
Tetapi, Diana harus menghentikan langkahnya ketika punggungnya telah membentur dinding di belakangnya Dan dia lebih terkejut lagi ketika tangan pria itu dua-duanya terangkat menghalanginya untuk menghindari pria itu.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? Apa kau sedang berlatih untukmu merayu seorang gadis?!" Tanya Diana yang memang biasanya sepupunya itu bersikap seperti itu padanya namun pertanyaan yang ia tanyakan saat ini selalu menjadi pertanyaannya untuk pria itu.
Lalu setelah itu, pria itu akan menghentikan gerakannya, tetapi kali ini Evan sama sekali tidak menghentikan gerakannya dan pria itu malam memajukan kepadanya mendekati wajah Diana hingga membuat Diana menjadi sangat gugup.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya diara yang merasa bahwa sikap Kakak sepupunya kali ini sangat tidak mirip dengan sikapnya yang biasa.
"Kau,, dari mana kau mendapatkan semua kalimat-kalimat itu?!" Tanya Evan dengan suara yang begitu dalam mengandung kemarahan sebab tentunya Dia benar-benar benci perempuan di depannya yang selalu melakukan sesuatu yang mirip dengan adik sepupunya sehingga membuatnya semakin jijik pada perempuan itu.
Evan yang melihat diamnya perempuan itu benar-benar menceritakan giginya sehingga dia kemudian berkata, "sebaiknya ini terakhir kalinya kita bertemu! Dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku, karena aku paling membenci perempuan sepertimu!!!"
Setelah berbicara, maka Evan langsung pergi meninggalkan Diana dengan penuh kekesalan.
__ADS_1
Diana yang melihat itu terdiam di tempatnya menatap punggung pria yang semakin menjauh darinya.
"Haruskah aku mengejarnya?" Ucap Diana yang merasa bahwa Dia sangat ingin dekat dengan pria itu, tetapi kenapa kesempatan sungguh tidak memberinya waktu yang baik?
Perempuan itu kembali lagi teringat masa-masa ketika mereka bertengkar, dan pria itu tidak akan lagi menjadi marah kalau dia memberinya sebatang coklat yang merupakan kesukaan pria itu.
'Haruskah ku belikan dia coklat itu?' ucap Diana dalam hati sembari berjalan ke arah lift karena tentunya dia tidak ingin mengganggu Evan yang sedang sangat marah padanya.
Ketika dia tiba di depan lift Dia kemudian menekan tombol open lalu menunggu lift terbuka sembari dia berpikir-pikir.
'Tapi kalau aku membelikan coklat itu, dan memberikannya, dia akan kembali lagi memarahiku karena dia mengatakan bahwa aku sengaja menjadi mirip seperti diriku sendiri,' ucap Diana dalam hati sembari menghela nafas dan dia kebingungan harus melakukan apa.
__ADS_1