
Dua orang yang sedang dalam perjalanan kembali ke apartemen masih sementara terjebak macet ketika ponsel Siloam tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Siloam melihat nama pemanggil adalah Bobby, jadi pria itu kemudian menoleh ke arah kakaknya dan melihat bahwa saat itu Diana masih sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga Siloam menghela nafas meraih headset miliknya lalu memasangnya ke telinganya.
Setelah itu, Siloam mengangkat panggilan telepon dari Bobi sembari berkata, "halo."
"Kau ada di mana?" Tanya Bobby dari seberang telepon.
__ADS_1
"Aku sedang dalam perjalanan untuk mengantar Kakak aku kembali ke apartemen, tetapi ada apa?" Tanya Siloam pada pria di seberang telepon sembari Dia kemudian menoleh ke samping di mana Dia melihat bahwa Diana juga sedang melihatnya.
Perempuan itu tampak mengerutkan keningnya, sebab Diana benar-benar penasaran dengan siapa pria itu sedang berteleponan.
Tetapi Siloam tidak mengatakan apapun, dan dia hanya fokus pada teleponnya saja sembari mendengarkan pria dari seberang telepon yang kembali lagi berbicara, katanya, "tidak perlu kembali ke apartemen, antar aku ke hotel xx di kamar 271. Tuan Darius sudah menunggu di sana, dan kau harus memastikan bahwa ke kamu masuk ke kamar tersebut atau mulai saat ini juga tidak akan ada lagi pekerjaan untuk kakakmu!!!"
Siloam yang mendengarkan ucapan Bobby dari seberang telepon tentulah sangat terkejut dengan ancaman pria itu, sehingga dia kemudian berkata, "itu,, Apa maksud dari--"
"Dengarkan Aku!" Sela Bobby dari seberang telepon, "kakakmu tidak boleh mengetahui bahwa kau mengantarnya ke seorang pria, jadi katakan padanya bahwa kalian tidak bisa kembali ke apartemen karena seseorang sedang berada di sana sehingga kau harus mengantar kakakmu ke hotel untuk beristirahat selama satu malam!!!" Tegas Bobby dari seberang telepon langsung membuat Siloam menelan air liurnya dan dia kemudian menatap kakaknya yang sedang menatapnya juga.
Bobby yang ada di seberang telepon yang bisa mendengar suara Diana tidak mau membiarkan Siloam mengatakan identitasnya, jadi pria itu langsung berkata, "Jangan katakan apapun padanya, dan kau harus membawa kakakmu ke hotel xx kalau kau benar-benar masih ingin semua hutang-hutangmu dibayar lunas!!!"
__ADS_1
Siloam yang mendengarkan itu hendak mengatakan sesuatu ketika dia mendengar nada sambungan telepon yang telah diputus secara sepihak.
Tut tut tut...
Nada sambungan telepon yang diputus itu langsung membuat Siloam kembali menelan air liurnya sembari menatap lagi kakaknya yang mana perempuan itu tampak sangat dalam memberinya peringatan.
Oleh sebab itu, Siloam tidak punya pilihan lain selain cepat-cepat memutar otaknya untuk mencari sebuah alasan yang masuk akal supaya kakaknya bisa mempercayai ucapannya.
Dan setelah beberapa saat, pria itu menghela nafas sambil berkata, "itu,, hah,,, yang menelpon adalah Bobby, katanya aku disuruh cepat-cepat mengantar Kakak ke apartemen sebab akan ada tamu yang datang di apartemen. Tapi, karena Kakak bilang kakak tidak ingin lagi melakukan hal-hal seperti yang dahulu Kakak lakukan, maka sebaiknya kita pergi ke hotel saja."
Diana menyipitkan matanya menatap pria itu sebagai pertanda bahwa dia tidak bisa mempercayai ucapan Siloam begitu saja tanpa ada sedikitpun bukti yang mendukung kebenaran ucapan pria itu.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️