
Dengan cepat Evan kemudian memegang tangan Diana dengan kasar dan berdiri melemparkan Diana ke atas ranjang sembari menatap Diana dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kau!!! Aku tidak akan pernah peduli lagi padamu!!!" Teriak Evan dengan tangan memegang erat ponselnya lalu pria itu kemudian berbalik untuk keluar dari kamar Itu sebab dia benar-benar merasa tertekan berada satu ruangan dengan Diana firdania.
😭😭😭
Tetapi, pria itu belum keluar dari ruangan ketika Diana yang ada di tempat tidur Kemudian duduk menetapnya dengan tetapan memelas sembari berkata, "kau jahat!!! Beraninya kau menelantarkan adik sepupumu?!! Aku akan melaporkanmu pada ayah dan ibu!!!"
Teriakan Diana benar-benar menghentikan langkah Evan karena dia selalu mendengar kata-kata itu dari Diana ketika gadis itu sedang merajuk saat keinginan gadis itu tidak dipenuhi oleh Evan.
Maka Evan kemudian berbalik menatap Diana yang kini malam membungkus tubuhnya dengan selimut dan terlihat sedang menangis terisak di bawah selimut sehingga membuat Evan semakin teringat akan sepupunya, Diana.
'Ini kesekian kalinya aku mendengar dia berbicara seperti Diana,' ucap Evan dalam hati yang kini merasa bahwa dia mungkin sudah mulai berhalusinasi menganggap Diana firdania sebagai Diana sepupunya sebab dia terlalu merindukan sepupunya.
"Hiks,, hiks,, hiks,, mulai sekarang aku tidak punya sepupu lagi!!!" Isak Diana dengan keras sembari pria itu menahan rasa panas di balik selimut nya yang tebal.
__ADS_1
Ucapan Diana benar-benar membuat Evan semakin merasa aneh dengan telinganya, tetapi pria itu kemudian menggerakkan giginya dan melangkah mendekati Diana lalu menyibak selimut perempuan itu.
Terlihat jelas Bagaimana seluruh tubuh Diana memerah dan pakaian perempuan itu berantakan serta mata yang sayu menatapnya beberapa detik sebelum membuang tatapan itu sebagai pertanda bahwa gadis itu tidak menyukai Evan.
Evan yang melihat tinggal Diana benar-benar teringat akan sepupunya sehingga pria itu menggertakan giginya lalu dia kemudian mengulurkan tangannya untuk menyadarkan gadis itu.
"Kau!!" Evan menghentikan tangannya ketika dia tak sengaja menyentuh pakaian Diana sehingga tersingkap ke atas dan pria itu melihat sebuah tanda lahir di pinggang Diana.
"Ini,, kau,,,?" Evan kebingungan melihat tanda lahir itu sebab Dia juga pernah melihatnya pada adik sepupunya.
"Hiks,, hiks,,," gadis itu menangis sangat keras sembari menggerak-gerakkan tubuhnya yang terasa begitu panas dan gelisah.
Pikirannya dipenuhi oleh sesuatu yang kotor tentang Evan, dan Dia merasa bahwa dia sangat ingin melepaskan semua pakaian pria itu dan mengambil alih tubuh pria itu menjadi miliknya.
Evan yang merasakan tingkah perempuan itu jarak menyadari bahwa perempuan itu dipenuhi oleh obat, sehingga dia tidak bisa bertanya apapun.
__ADS_1
"Sial!!!" Garam Evan akhirnya tidak punya pilihan lain dan dia kemudian mengangkat tubuh Diana lalu membawa perempuan itu ke kamar mandi.
Evan melihat batab yang sudah penuh dengan air lalu dia kemudian menghempaskan tubuh Diana ke dalam air sehingga membuat Diana sangat terkejut.
"Diam di situ!!" Perintah Evan dengan tegas selalu pria itu kemudian berbalik meninggalkan kamar mandi untuk keluar dari kamar tersebut.
Saat pria itu membuka pintu kamar, dia terkejut ketika melihat bahwa ternyata di depan kamar ada seorang pria yang dikenali oleh Evan sebagai adik dari Diana.
Siloam mengerutkan keningnya melihat seorang pria keluar dari kamar yang telah Ia pesan dan dia kehilangan kuncinya.
"Kau,, Bagaimana bisa kau berada di kamar ini?" Tanya Siloam.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1