
'Haruskah ku belikan dia coklat itu?' ucap Diana dalam hati sembari berjalan ke arah lift karena tentunya dia tidak ingin mengganggu Evan yang sedang sangat marah padanya.
Ketika dia tiba di depan lift Dia kemudian menekan tombol open lalu menunggu lift terbuka sembari dia berpikir-pikir.
'Tapi kalau aku membelikan coklat itu, dan memberikannya, dia akan kembali lagi memarahiku karena dia mengatakan bahwa aku sengaja menjadi mirip seperti diriku sendiri,' ucap Diana dalam hati sembari menghela nafas dan dia kebingungan harus melakukan apa.
💮💮💮
Maka perempuan itu berdiri dengan pikiran kosong sampai akhirnya live terbuka dan perempuan itu masuk ke dalam untuk kembali ke lobi menemui adiknya.
Begitu berdiri di dalam lift, dia melihat ada banyak orang yang lalu-lalang memasuki lift sampai akhirnya live berhenti di lantai paling bawah.
__ADS_1
Ting!
Perempuan itu keluar dari dalam lift dan melihat film sedang berbicara dengan seorang pria, tetapi karena dia tidak mengetahui pria itu, maka Diana kemudian bersembunyi di balik sebuah tanaman hias yang diletakkan di lobby.
'aku harus mendengarkan apa yang mereka bicarakan,' ucap Diana dalam hati yang mana dia benar-benar ingin memastikan Apakah pria bernama Siloam itu bisa dipercayai atau tidak.
Sebab bagaimanapun kau mah dia mengetahui bahwa Diana yang sebelumnya bersama dengan pria itu sama sekali tidak mempercayai pria tersebut, jadi Diana tidak mau bersikap gegabah Jika dia sampai ditipu oleh pria itu.
"Ha ha ha... Tuan begitu baik kalau begitu Saya akan mengatur pertemuan tuan dengan kakak saya," ucap Siloam dengan sebuah senyum mengembang di wajahnya.
Film yang mendengarkan ucapan pria itu merasa sangat senang sehingga dia kemudian berjabat tangan dan berpisah dengan pria itu sehingga membuat Diana menggertakan giginya.
__ADS_1
'dasar pria sialan!!!' kisah perempuan itu sembari keluar dari tempat persembunyiannya dan dia berpura-pura tidak mendengar apa yang baru saja dibicarakan oleh xilem bersama pria tua yang tadi bersama dengan pria itu.
Siloam yang melihat kedatangan kakaknya langsung menghampiri kakaknya, "Kakak? Kakak dari mana saja? Dari tadi aku mencari-cari kakak ke mana-mana!!" Ucap Siloam dengan tegas memperlihatkan wajah khawatirnya.
Bagaimana tidak khawatir Jika dia tidak bisa membawa perempuan itu ke ruangan yang telah dipesan oleh Bobby sehingga membuatnya mungkin akan kehilangan beberapa uang dan terlebih pasti akan melakukan sesuatu kepadanya.
Tetapi Diana yang mendengarkan pria itu, dia sama sekali tidak tertipu dengan sandiwara pria itu.
"Aku hanya berjalan-jalan sebentar, sekarang tolong belikan aku coklat bermerek xx dan juga bawakan surat dan pena untuk menulis sesuatu," ucap Diana Langsung membuat silo mengerutkan keningnya menatap perempuan di depannya.
Diana yang melihat alis pria itu membentuk satu garis lurus yang sempurna langsung main hello nafas, "hah,, cepat saja bawakan aku itu setelah itu baru kita pergi ke kamar!!!" Ucap Diana sembari berjalan ke arah sofa sebagai pertanda bahwa dia hanya akan menunggu pria itu melaksanakan perintah darinya.
__ADS_1
Sementara Siloam dia melihat arloji miliknya dan mengetahui bahwa masih ada sekitar 30 menit lagi sebelum pertemuan kakaknya dengan pria yang ada di hotel tersebut sehingga dia kemudian mengambil ponselnya memesan coklat yang dimaksud oleh kakaknya.
Setelah memesan segala sesuatu yang diinginkan oleh kakaknya, maka Siloam kemudian berjalan menghampiri kakaknya dan duduk di depan Diana sembari berkata, "ini adalah kunci kamar kakak."