MEI

MEI
7. Cinta Tanpa Kata-Kata


__ADS_3

Keduanya mematung di pijakan masing masing.


Walau jarak yang terbentang adalah 6 meter, entah mengapa jantung si perempuan sudah berdetak kencang sekali.


Apa jika jarak sudah terpangkas maka jantungnya akan jatuh karena terlalu banyak loncat loncat? Atau malah si jantung akan keseleo?


Intan berdehem pelan lalu melanjutkan langkahnya untuk menuju kopsis. Namun Enggar malah tetap dipijakan menunggu Intan kian mendekat.


Saat tubuhnya sudah mau berpapasan, tangan Enggar langsung menelusup di lengan Intan. Membuatnya mau tak mau berhenti.


"Lama gak ketemu, sekali ketemu nggak nyapa."


Intan langsung menelan ludah. "Maaf kak, gue tadi gak fokus."


Langsung saja Enggar tersenyum, "iya, tau. Kadang cahaya wajah gue itu menyilaukan. Bikin orang orang gak fokus."


Intan tersenyum canggung, niat awalnya untuk membeli busur derajat langsung lenyap tergantikan dengan rencana atraksi kabur. "Ah, gue lupa. Ada pr mat, duh bentar lagi istirahat mau habis lagi. Gue cabut dulu ya kak?"


Enggar menahan langkah gadis itu dengan bahunya, ia lalu memegang lengan Intan sembari mengetikan sesuatu pada hpnya.


"Oh, gitu. Rika temen sekelas lo bukan?"


Intan mengangguk kaku, memang ia punya teman sekelas bernama Rika. 3 malahan yang namanya Rika.


"Yakin buru buru ngerjain pr mat?"


"Iya, kelas gue diajar sama Bu Reta, lo tau kan hukuman nya gimana?"


"Padahal Rika bilang kalo hari ini gak ada deadline apapun. Plus gak ada pelajaran mat loh, duh, belom pacaran aja udah main bohong bohongan. Mau selingkuh ya kamu neng?"


Intan langsung mundur satu langkah dengan raut muka bingung dan merasa aneh, "apa tadi bilang?"

__ADS_1


"Ngode gue Tan. Peka dikit ding!" Enggar menaik turunkan alisnya.


Kontan Intan menggerutu sembari membuang muka, "paan sih! Lo itu makin lama makin gaje tau gak kak?"


Tangannya bergerak mengapit dagu dan pipi Intan, lalu menekanya membuat muka Intan seperti ikan buntal.


"Ish! Lepas ih!"


"Gemes Tan," kata Enggar sebelum akhirnya Intan mengempaskan tangannya ke udara.


"Ya tau, gue emang imut dari lahir, bodo ah, lo pergi deh kak."


"Gue mau minta maaf soal Kamis kemarin. Gue beneran nyesel Tan, dan berhubung gue free hari ini, yok gue anter lo ya?" Enggar kembali tersenyum senang.


Intan merapatkan bibirnya sesaat, ia lalu menggeleng pelan. "Gue sibuk kak. Sorry banget."


"Loh, siapa yang ngajak jalan sih Tan? Gue cuman nawarin nebeng doang."


Intan langsung merasa malu. Apa apaan ini, kakak kelas di depan Intan ini minta di gampar pake kaleng cat. "Apasih! Lo nyebelin tau nggak!"


Enggar berjalan terus disampingnya dengan tempo yang disamakan dengan langkah Intan.


"Ngambek nih?"


"Ya, lo emang gaje."


Suara tawa Enggar memenuhi indra pendengarannya, tiba tiba rasa kesal itu meluap.


"Belum pacaran udah ngambek ngambekan, duh, Tuhan nyoba ngasih tau gue gimana rasanya pacaran Tan."


Cowok itu mendongak menatap langit, seolah mengucap syukur kepada sang Maha pencipta.

__ADS_1


"Tuh kan! Dari tadi bahas orang pacaran mulu, emang siapa yang mau jadi pacar lo?" Intan sudah merasa ingin tertawa dalam hati ketika ia melontarkan pertanyaan memojokan kepada Enggar.


Namun sayangnya otak Enggar tengah pintar merangkai kata yang akan menjadi Boomerang bagi Intan. "Loh, emangnya siapa yang ngajak dedek Intan pacaran?"


"Ahhh! Kakak kelas gresek! Pokonya gue gak mau diajak lo pulang bareng! Titik! Gue sibuk!" Intan menahan emosinya yang menggebu ketika bersama dengan Enggar.


Dan malah doi ketawa kenceng gara gara liat wajah Intan yang berotot. "Oh jadi sekarang main sibuk sibukan nih?"


"Ya." Intan menjawab pendek sambil melangkah panjang menuju kelasnya di lantai 2.


"Gue tau lo sibuk apa Tan, gausah bohong."


"Gue belum ngomong, masa udah lo kata bohong?"


"Gue tau pasti kesibukan lo. Lo kalo jauh dari gue itu sibuk rinduin gue kan Tan?"


Intan memelankan langkahnya, entah kenapa jantungnya kembali berdetak kencang, "gak. Jangan GR."


Enggar tersenyum tipis, "oke pokonya entar pulang bareng gue ya? Bay! Jangan tinggalin kesibukan lo itu ya Tan!"


Lantas cowok itu mengucapkan salam perpisahan lewat bahasa isyarat, ia menunjuk dadanya dengan telunjuk kanan.


Kemudian, ia membenutuk finger heart sembari mengedipkan matanya.


Hal terakhir adalah menunjuk Intan dengan telunjuknya.


Seolah bahasa isyarat tadi membentuk kalimat I Love You.


Membentuk cinta tanpa kata kata.


๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค

__ADS_1


Me: *Ciao!


Hehehe, makasih yaw udah kesini๐Ÿ’• semoga suka. Btw Meli apa Intan? ๐Ÿฆ„*


__ADS_2