
Suara ayam bersaut-sautan mengiringi perpindahan malam. Sinar matahari yang perlahan muncul menyilaukan pandangan dan mulai menerobos masuk ke wajah mereka.
Alina yang baru membuka mata merasa heran dengan tempat tidurnya saat ini. Sejenak ia berpikir dan akhirnya mengingat kejadian semalam. Lalu ia memalingkan wajahnya dan betapa terkejutnya dia.
"Aaaaaaaaaa bangun apa yang kau lakukan" secepat kilat ia menjauh dari Dev dan keluar dari gazebo itu.
"Pagi pagi sudah teriak kau ini nenek lampir ya (mengucek matanya)" biarpun begitu Dev kembali melanjutkan tidurnya.
Dengan emosi yang sudah mencapai ubun ubun Alina mengambil air dari kolam renangnya, seketika seember air telah membasahi tubuh Dev.. byurrr...
"Alina kau ini kenapa hah, tidak tau apa kalau itu dingin"
"Dasar bodoh sudah tau kalau kedinginan kenapa kau hanya diam disitu cepat pulanglah sebelum ku hajar kau"
Dev yang basah kuyup pun pulang kerumahnya.
"Nona saya sudah menyiapkan air panas supaya nona tidak kedinginan dan saya sudah buatkan teh jahe di meja"
"Oh ya bibi kenapa kau membiarkan ku tidur di luar"
"ah itu nona kemaren saya pikir kalian kan kekasih jadi wajar kan begitu hehehe"
Rasa kesal campur ingin marah telah membuatnya ingin menghajar orang di depannya ini, namun
" ah sudahlah, Bibi bisa kembali bekerja" hatinya tidak tega melakukanya.
Alina kemudian bergegas mandi dan sarapan, ketika di meja makan
"Nona bagaimana semalam lancarkah" ucap Bibi sambil tersenyum penuh harapan.
Alina yang sedang meminum teh jahe itupun kaget hingga tersedak.. uhukk
__ADS_1
"Nona tidak apa apa" tanya Bibi khawatir.
Alina hanya diam dengan wajah memerah lalu ia pergi ke kampus.
Alina yang berusaha membaur dengan teman sekelas akhirnya mendapat sambutan baik.
" eh maaf ini bolpoin mu terjatuh" dengan wajah tersenyumnya Alina memberikan benda itu ke teman di sebelahnya.
"Ah terima kasih, maaf ya Al ku kira kau anaknya ansos tapi ternyata baik juga".
meskipun respon yang di dapatnya beragam setidaknya ia masih memiliki teman berbicara
" Iya Mia"
Pelajaran berlangsung tenang
" Baiklah untuk mata kuliah hari ini selesai, dan saya ingin kalian membuat kelompok 4 orang untuk membuat desain baju 3 musim ya"
"tugas mulu dosen apaan ini" sekiranya itulah yang mereka eluhkan.
Setelah guru meninggalkan kelas, semua orang sibuk membentuk kelompok karena waktu yang diberikan hanya 1 minggu
"Mia satu kelompok denganku ya"
"Eh boleh Al aku ajak Gea sama Paris juga ya"
"Oh baik, kalu gitu kita tukeran kontak ya Mia"
Setelah kelas berakhir Alina bertemu Dev di parkiran. Segera Alina memalingkan wajahnya dan berpura pura tidak melihatnya. Jujur saja Alina masih malu mengingat kejadian tadi pagi.
Dalam hati Dev berkata " oh mau menghindar"
__ADS_1
Dev lalu menghadang langkah Alina dan memojokkannya ke dinding, kedua tangannya diletakkan di ke 2 sisi pudak Alina, semakin dekat dan semakin dekat, bibirnya hampir menyentuh pipi Alina "Dev apa yang kau lakukan ini di tempat umum" ..bukk..
Alina yang kesal telah menojok perut Dev "Aduhh Al bisakah kau bersikap seperti wanita"
Alina yang melihat Sonia keluar dari kampus kemudian menghampirinya dan meinggalkan Dev yang masih mengalami keram diperutnya.
"Sonia kau pulang naik apa"
"aku naik bus"
"ayo ku antar sekalian aku juga mau ke kantor dan kebetulan arahnya sama denganmu"
Alina dan Sonia berbincang bincang hingga tak terasa sudah sampai di depan rumah Sonia.
"Al sampai jumpa"
Alina kemudian melanjutkan perjalanan menuju kantor
"Nah sampai Fashion Mo Grup Alina datang"
"Maaf Nona anda siapa dan ada keperluan apa" tanya satpam itu. Ya ini memang baru pertama kalinya Alina mengunjungi perusahanan jadi belum banyak yang tau keberadaannya.
"oh pak saya Alina Mo"
Satpam itu mulai tercengang dan segera meminta maaf kepada Alina. Setelah itu Alina berkeliling Kantor
Bersambung....
Like dan komen yaa..
+favorit
__ADS_1