
Hawa dingin selepas hujan deras tadi pagi masih terasa, hawa sejuk menyeruak membuat wanita cantik dengan rambut tergerai bebas ini memilih memakai long coat berwarna coklat dengan bagian depan terdapat beberapa kancing itu sedikit berdecak. Ia mengambil tas berwarna senada dan keluar kamar.
Mobil terus melaju hampir 2 jam lebih dikarenakan macet total akibat adanya pohon tumbang dan akhirnya ia sampai di tempat tujuannya. Kakinya melangkah turun dari mobil dan disambut oleh beberapa pegawai yang berjejer rapi di depan pintu.
Beberapa bangunan besar dan menjulang tinggi mencapai langit berterger di depannya, disekeliling terdapat taman yang mampu memberi kesan indah pada gedung itu. Terlihat pula sebuah tulisan tersemat di atas pintu masuk 'Fashion Mo Grub'
"Selamat datang Bu" dengan kompak mereka menyapa atasan baru mereka dan dijawab angukan oleh Alina, Salah seorang mendekatinya dan mengulurkan tangannya
"Selamat datang Bu direktur dan selamat pagi" ucapnya disertai senyuman. Alina menjawab uluran tangan itu dengan senyuman ramah "Pagi juga Manager Kevin"
Beberapa pegawai laki laki memandang takjub padanya selain cantik Pimpinan mereka juga ramah namun berbanding dengan beberapa wanita terlihat wajah tidak suka terhadap atasanya itu.
"Mari Bu ikut saya" ucap asistenya. Mereka berjalan menuju ruangan yang sudah hampir 3 tahun ini sama sekali tidak ia kunjungi ia mendudukan dirinya di kursi kebanggannya itu diikuti Kevin yang duduk didepannya
" Bu Direktur Selamat untuk anda. Sekarang anda sudah kembali di Mo Grub ini jadi sudah saatnya saya kembali ke ruangan saya, Semoga anda betah disini jika ada perlu seperti biasa beritahu pada saya" Ucapnya dengan wajah serius dan hanya dibalas kekehan ringan oleh Alina. Kevin merasa bingung dengan tawa Alina, Apa dia salah bicara?
"Kau tidak perlu terlalu formal Pak Kevin disaat tidak di tempat umum" ucap seseorang wanita yang baru saja memasuki ruangan itu
"Selamat datang kembali Direktur Alina hehe"
__ADS_1
"Kau dari mana hah? tugasmu disini itu menemaniku bukan malah keluyuran begitu mau ku pecat?
"Hahahaha"Mereka kompak tertawa bersama
"Sudah sudah cukup oh ya Son urus rapat hari ini aku ingin sedikit perkenalan dengan pegawaiku"
"Siap bu Bos" Sonia pergi di ikuti oleh Kevin. Alina menatap ruangan bercat putih dengan sedikit aksen biru sesuai kesukaanya. Ia tidak merubah barang sejengkalpun semua tata letak yang terdapat diruangan itu. Ia melirik kursi yang ia duduki, dulunya ini adalah kursi papanya orang yang sangat dia banggakan dengan segala kelembutan dan kasih sayangnya beliau melindungi dan menjaga anak anaknya. Tak terasa sudah hampir 7 tahun orang tuanya pergi ke surga sedikit sesak ia rasakan ketika menginggat mereka
"Alina akan berjuang Pa, Ma aku janji akan membuat kalian bangga" gumamnya sambil menatap bingkai foto keluarga kecil mereka.
Semau orang sudah berkumpul di meja panjang berwarna coklat dengan lapis kaca itu.
"Baiklah selamat siang semua..saya Alina Mo mulai hari ini akan mengambil alih tugas yang selama ini telah keluarga saya bebankan ke Pak Kevin, Saya mohon bantuan teman teman sekalian dan saya ingin kita semua bekerja keras bersama untuk membangun kemajuan di Mo Grub ini mengerti" ujarnya dengan tegas dijawab serempak "Mengerti Bu" sambil mengangukan kepalanya
Satpam yang melihat itupun menghampirinya "Ada yang bisa saya bantu Bu" Alina hanya menatap satpan itu datar seolah mengatakan 'tidak pergilah'
"Al tunggu aku mau bicara, aku ingin menjelaskan semuanya.. Al bertahun tahun ak.." sambil tetap memegang pergelangan tangan Alina ia menghentikan ucapanya melihat ekspresi wanita didepanya itu. Alina hanya menatapanya datar seolah mulutnya terkunci untuk menjawab ucapa Dev.Ia berdiam sejenak "Besok kau bisa menemuiku" ucap Alina sambil melepaskan tangannya dan segera memasuki mobil
Dev terus merutuki kebodohannya karena membiarkan Alina pergi tak lama ia pun menarik bibirnya sedikit "Huh kamu dulu bisa lari Al tapi sekarang Kamu harus ada dalam gengamanku selamanya"
__ADS_1
******
Di taman terlihat pemuda dan pemudi sedang bercengkrama " Alina Ini untukmu" Arga menyodorkan buket bunga mawar putih itu dan disambut baik olehnya.
Kemudian ia duduk berjongkok sambil memegang tangan Alina. Terlihat senyum melebar di wajah Alina melihat keseriusan lelaki didepannya ini
"Aku bukan matahari yang mampu menyinari seluruh dunia..
Aku juga bukan tanah yang bisa ditinggali semua orang..
Apalagi Api yang bisa membakar..
Tapi" pandangan mereka saling bertemu, Arga merogoh sesuatu di saku jas hitam miliknya. Lalu ia mengeluarkan kotak berisi cincin ke arah Alina
"Tapi aku akan berusaha membuat hidupmu selalu terang tidak ada kata kepedihan di dalamnya..Membuatku pantas, untukmu meninggalkan hatimu dan Bisa Menghanguskan segala masalahmu hingga jdi debu" Arga berdiam sejenak ia mengambil nafas kasar dan kembali melanjutkan perkataannya
"Jadi Will you marry me? Menikahlah denganku hidup menua sampai ajal memisahkan.."
Alina tak kuasa menahan air mata ia terharu dengan untaian kata dari Arga dan kemudian ia mengangguk
__ADS_1
"Ya aku mau"
Seseorang yang sedari tadi mengamati mereka terus menahan kemarahan. Wajahnya sudah merah padam dan tangannya mengepal kuat memperlihatkan otot otot tangannya.