
Alina mulai berkeliling menelusuri berberapa sudut dalam perusahaan, jujur saja ini pertama kalinya ia datang ke perusahaan karena dulu papanya selalu melarangnya untuk berkunjung sebelum usia 17 tahun karena ia tidak mau anaknya terpengaruh suasana kantor yang bisa di bilang cukup rumit.
Sebuah bangunan yang hampir menyentuh langit dengan banyak orang berlalu lalang
"Papa telah berjuang keras untuk kita, sekarang saatnya aku mengambil tanggung jawabnya".
Ketika baru keluar dari toilet Alina tanpa sengaja melihat seseorang
"di lihat dari pakaianya sih dia OB kan"
Alina kemudian menghampirinya dalam hatinya ia berkata benar dia menangis
"maaf adakah yang bisa ku bantu"
"Eh Maaf bu saya akan lanjut bekerja" Ketika OB itu hendak pergi Alina menahan tangannya
"siapa namamu dan kenapa kau menangis, ada masalah kah"
Setelah itu OB itupun menjelaskan kondisinya sambil menangis hiks..hiss..
"Aku turut berduka atas kepergian ibumu Lusi"
Alina kemudian menyodorkan sejumlah uang
" Ini pakailah dan setelah ini segera beri pemakaman yang layak untuk ibumu"
Lusi yang sangat senang kemudian berlutut di kaki Alina dengan wajah polosnya ia berkata
" terima kasih banyak bu, tapi apa ibu sudah menerima gaji kalau tidak salah ibu ini karyawan baru kan soalnya saya baru pertama kali lihat"
"Sudah lah bangun dan segera pergi ke rumah sakit kau bisa minta izin pulang"
"baik"
Alina kemudian memasuki sebuah ruangan yang cukup luas dan bisa di bilang ruangan itu paling besar.
__ADS_1
"Hallo kak Kevin, bagaimana kabarmu"
Setelah kepergian tuan Mo perusahanan di kelola oleh Kevin Sanjaya di usianya yang baru 23 tahun dia sudah menjadi kaki tangan yang sangat dipercaya tuan Mo selama hampir 5 tahun.
Selain wajah yang tampan dia juga baik dan juga memiliki etika. Karena Alina belum bisa mengambil alih jadi Zordan menunjuknya.
"Oh nona Alina kau kesini, ayo silahkan duduk"
"Kau tidak perlu sungkan begini kita kan dulu juga sering bertemu dan ya kalau hanya berdua kau boleh memangilku Alina ya haha" dalam hati Alina berkata tidak sia sia papa menyekolahkannya dulu.
"Pft..hahaha iya ternyata kau belum melupakanku, jadi Al kapan kau akan kembali"
"Tentunya setelah lulus kuliah, jadi selama waktu itu aku mohon bantuanya untuk mengurus perusahaan kak"
Setelah kembali dari perusahaan Alina perjalanan pulang "hari ini hujan lagi".
Saat itu ia melihat Dev yang sedang berdiri di pinggir jalan badannya basah terkena hujan. Alina kemudian menghentikan mobilnya tepat di sebelah mobil Dev, dibukalah jendela mobilnya
" Dev kenapa mobilmu, mogok ya"
"Hey siapa yang mengizinkanmu naik "
"Sudahlah cepat jalan " di dalam mobil hanya terdengar suara alunan musik
"Dev rumahmu di mana" tanya Alina, Dev yang sedari tadi tidur tidak menjawabnya
"Cih malah tidur kenapa ya dia"
Alina lalu menghentikan mobilnya kemudian ia memegang jidat Dev
"Hah tidak mungkinkah dia jadi demam karena hujan tadi, lalu bagaimana sekarang "
Alina kemudian membawa Dev ke hotel
__ADS_1
" Mbak 1 kamar untuk semalam"
Alina kemudian membawa Dev ke kamar
"Merepotkan tapi bagaimana lagi tidak mungkin aku membawanya pulang"
Alina lalu menelepon pelayan hotel
"Permisi Nona ada yang bisa saya bantu"
"Ah itu kau gantikan pakaiannya aku keluar sebentar"
Alina kemudian merawat Dev semalaman tanpa sadar ia sudah ketiduran
Ke esokan harinya
Dev yang terbangun duluan menatap wajah Alina yang masih tertidur
" Dia menjagaku semalaman"
Ketika hendak memegang wajahnya Alina sudah terbangun
"Kau sudah baikan, kalau begitu aku mau pulang dulu aku ada kampus pagi"
"Ya pergilah jika kau belum telat (sambil menujuk jam di hpnya)"
"Apa sudah hampir jam 9" Alina lalu membuka hpnya dalam hati ia berkata 29 panggilan dan 37 pesan "Mati aku"
"Kenapa kau lesu begitu bolos kuliah sekali kan tidak bakal kena marah"
"Kau tidak tau bodoh, aku tidak pulang semalaman untuk merawatmu dan aku lupa mengabari orang rumah, habislah aku bagaimana kalau kakak marah nanti"
"Kau tenang saja ayo kita pulang nanti aku yang akan bertanggung jawab" sambil tersenyum tipis
"Hey tunggu apa maksudmu, tanggung jawab apa"
__ADS_1
Bersambung....