
Hari ini aku berangkat ke perusahaan setelah dari kampus dan tentu saja bersama dia Dev Arma kekasih baruku jujur saja aku masih tidak menyangka dia akan menyatakan cinta kepadaku minggu lalu. Dev membukakan pintu mobilnya selayaknya seorang supir
"Silahkan naik Putri kesayangan" bukk suara mobil ditutup
"Tunggu sayang biar aku pasang" Dev mulai mendekat mengikis habis jarak tubuhnya Dengan Alina ,matanya menatap intens ke arah gadis didepannya itu tanpa berkedip dan tangan kanannya memasang seatbelt
"Sudah Yang"
"Ya sudah sana menjauhlah dariku"Jantungku rasanya berpacu diatas standart
dan lagi Dev belum mau menyingkir dari hadapanku entah menunggu apa dia
cup
Kecupan singkat mendarat di bibir mungil Alina membuat wajahnya merah padam menyadari itu ia langsung menutup dengan kedua telapak tangannya. Dev yang melihat reaksi Alina hanya terkekeh dan ia mulai menyetir mobilnya membiarkan Alina dengan wajah yang sudah pasti sanggat malu sekarang
'hahaha pacarku ini bahkan bibirku hanya menempel dia sudah seperti itu apalagi kalau sampai aku melumatnya hehe aku akan menunggu untuk itu Al dan aku tidak akan melewati batas ku denganmu sebelum pernikahan'batin Dev.
***
"Ini kantor mu sayang"
"Bukan punya tetangaku" Dev hanya terkekeh mendengar Alina yang masih cemberut
"Masih marah Yang"
"jangan memanggilku begitu"
"Kenapa Yang bukankah wajar sepasang kekasih saling memberi panggilan sayang"
"Tapi ini dikantor Dev"
"Ya sudah Bu Alina"
"Dev aku belum setua itu"
"Akh kenapa kau mencubitku "
"itu balasanmu"
"Iya iya aku minta maaf oh ya kapan rencanamu akan mengambil alih"
"Sekarang belum tunggu lulus kuliah "
"Pagi bu Alina" Sapa beberapa orang yang berlalu dihadapannya
"Pagi semua"
Alina berjalan menuju Lift khusus bersama Dev ya lift ini memang hanya digunakan oleh direktur dan para koleganya.
Alina memasuki ruangan direktur
"Hallo kak Kevin"
"Oh hai Al sama siapa pacar"
Dev menjabat tangan Kevin
" Dev Arma pacar Alina" mendengar itu alina hanya terkekeh.
"Kak bagaimana Semuanya lancar"
"Lancar Al kau tenang saja semua tugas beres terkendali"
"Tugas apa Sayang" Dev keheranan melihat mereka
__ADS_1
"Biasalah masalah kantor"
"oh"
Dret..dret.. pangilan masuk
"Dev papa mendadak kurang enak badan kau cepatlah ke kantor dan gantikan papa menemui perwakilan dari Zaleon Grub"
" oh iya aku segera kesana Papa pulang saja dan istirahatlah"
"Kenapa Dev" tanya Alina
"Yang disini hanya ada Kevin dan aku tidak mau dipanggil Dev"
Alina meghela nafas 'huh' agak jengkel sebenarnya ketika harus menghadapi tingkah ke kanak kanakan Dev.
"pft haha kalian ini serasi sekali"
"apaan sih kak"
"baiklah Kenapa papamu menelfon sayang"
"Hehe Papa menyuruhku ke kantor mengantikannya meeting karena dia sedang sakit .. maaf ya Yang aku tidak bisa mengantarmu pulang"
"Baik pergilah nanti paman Bai akan menjemputku" Dev pergi meninggalkan Alina yang masih diruangan tersebut
"Al jadi bagaimana..kau serius berpacaran dengannya"
"Yah seperti yang kak kevin lihat..ikuti alur"
***
Hari ini Alina pergi ke mall bersama Sonia, Mia, Paris dan Gea untuk membeli baju dan keperluan pesta..yah tinggal 6 hari lagi seorang Alina Mo genap berusia 18 tahun
"Al ini bagimana bagus tidak"
Alina lalu menghampirinya "Kenapa Son"
"Tidak Al hanya saja sepertinya aku tidak bisa ke pestamu nanti" Disana pasti banyak kalangan pebisnis aku tidak mungkin membuatmu malu dengan baju lusuhku.
"Ayo ikut aku" Alina menyeret Sonia ke ruang ganti untuk menyoba Dress yang ia pilihkan
"Tapi Al aku tidak punya uang"
"Son kita sahabatkan..jangan sungkan denganku kau sahabat pertamaku orang yang menyadarkanku atas kesalahan ku..Aku ingin kau datang ke pesta dan menikmatinya "
"Ah..baiklah terima kasih Al"
Mereka membeli berbagai macam Baju dan aksesoris lainnya. Undangan sudah disebar ke orang orang terdekat saja.
Dilain sisi Dev terus mendapat teror dari seseorang yang tidak ia kenal.
Sebuah pesan baru telah masuk ke hapenya
"Lihat ini kau bisa habis ditangan Zordan jika aku mempostingnya" sebuah video taruhan yang ia lakukan dengan teman temannya
"Kau siapa "
"Hey jawab aku"
"Brengsek jika kau berani melakukanya aku akan mencarimu bahkan ke neraka sekalipun"
"Bajingan jawab aku"
Berulang kali ia membalas pesan itu namun nihil tidak pernah di balas olehnya dan sudah beberapa hari ini ia melacak si pemilik nomor itu tapi belum berhasil menemukannya.
__ADS_1
****
"Pagi sayang"
"Pagi juga ayo berangkat"
Setibanya di depan kelas Dev tak kunjung melepaskan genggaman tangannya
"Yang ini sudah sampai" Alina menatap Dev yang sudah hanyut dalam lamunanya kemudian ia menampar pelan pipi Dev
"Auh sakit sayang"
"Ada masalahkah pagi pagi sudah melamun"
"Tidak hanya saja aku kepikiran Papa" aku berbohong maaf Al padahal aku sudah berjanji akan membagi setiap masalahku tapi aku tidak mau kau menjauhiku Al
"Ya sudah nanti sepulang kuliah kita kerumahmu bagaimana"
"Bertemu mertua sayang, memang sudah siap"
"ih apaan sih aku kan hanya mau menjenguk"
"iya iya ya sudah masuk sana nanti kita ke rumah"
***
"Rumahmu bagus Dev"
"Iya ayo masuk"
"Pa aku pulang bi papa masih dikamar"
"iya tuan muda"
Alina masih melihat sekeliling sebuah rumah yang cukup luas untuk ukuran 2 orang dan 2 pelayan sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan rumahnya hanya saja rumah Dev bercat putih ditambah warna biru menjalar disetiap gorden, disamping tangga ada sebuah bar kecil dan taman yang masih kalah besar dari taman dirumah Alina.
"Sayang ayo naik"
"Iya"
kriet suara pintu terbuka terlihat seorang pria yang mungkin sudah memasuki kepala 4 sedang terduduk di ranjang
'sekarang aku tahu Dev bisa setampan itu dari mana, tentu saja melihat papanya yang tinggi dan putih serta hidung mancung sudah dipastikan mereka ayah dan anak kandung hehe' batinku
" Wah nak Alina ya"
" Maaf Tuan anda sudah tahu nama saya"
"Heh tidak perlu terlalu formal aku juga tahu kau kekasih putraku jadi panggil aku papa saja ya"
"Iya sayang papaku sudah pasti nanti jadi papamu kan yah sekalian pemanasan mulai dari sekarang"
"Baiklah tu..eh Papa bagaimana keadaanmu kata Dev anda kemaren sakit"
"Iya aku sudah baik baik saja kemaren hanya kecapekan oh ya nak Alina kemarilah" Alina lalu mendekat dan duduk disisi ranjang dengan wajah yang tampak kebinggungan. Tak berapa lama Tuan Arma menyuruh Dev sekalian duduk disebelah Alina. Ia lalu mengenggam tangan putranya itu dan meletakkan di atas tangan kiri Alina.
" Alina papa sudah menyukaimu dan aku juga berharap kelak kaulah yang menjadi pendamping hidup putraku jujur saja Dev memang playboy itu karena dulu dia pernah berpacaran waktu masih Smp selama hampir 3 tahun tapi akhirnya dia dikhianati oleh kekasihnya itu dan ditambah lagi sekarang ibunya yang meninggalkannya karena itu dia tidak pernah percaya wanita..dan sekarang aku tahu putraku tidak salah pilih kau gadis yang baik mohon jaga putraku"
"Pa kenapa memberitahukan itu sih pa" Tanpa menghiraukan Dev tuan Arma kembali melanjutkan ucapanya
"Nak Aku berharap apapun kesalahan yang pernah Dev lakukan padamu agar kau bisa memaafkannya nantinya"
"Pa aku mencintai Dev dan akan selalu begitu tapi aku tidak suka jika sampai Dev melakukan kebohongan denganku"
***
__ADS_1
Alina merebahkan dirinya dikasur setelah perbincangan yang cukup lama dengan papanya Dev sehingga tanpa disadari ia sudah terlelap di dalam mimpinya.