
Setelah kejadian itu Paman Bai datang dan mereka segera pulang. "silahkan nona" ucapnya sambil membukakkan pintu mobil.
Saat di ruang tamu Alina dan Zordan mulai mengobrol
"Alina kakak tau kejadian 3 tahun lalu membuatmu sedih dan sakit hati tapi kakak mohon jangan mengunci diri, kamu masih muda nikmatilah hidup, kamu bisa berbelanja dan bermain,bukan selalu menyendiri seperti ini.
Mau sampai kapan kamu begini, Al kakak sedih melihatmu seperti ini tolong sedikit saja belajarlah menerima keadaan"
Alina bahkan sudah sangat bosan dengan ucapan Zordan,lalu dia pergi ke kamar tanpa memperdulikan Zordan.
" Hais anak itu" lirihnya
Beberapa hari telah berlalu seperti biasa Alina pergi ke kampus. Tibalah waktu istirahat semua bergegas ke kantin bersama teman mereka terkecuali Alina, ia bahkan tidak punya teman, benar benar sendirian sikap dinginnya membuat teman temannya menjauh.
Di meja lain Dev terus menatap Alina
"woy Dev lo kenapa?". Melihat Dev yang akhir akhir ini sering melamun dan melihat ke arah Alina membuat teman temannya merasa heran karena Dev terkenal playboy sering gonta ganti cewek dan baru pertama kali ia bersikap seperti itu
"Oh ya Dev gimana kalau kita taruhan, Alina itu cantik udah gitu body goals lagi tapi ya itu cuek dan sifatnya dingin banget , bahkan gak ada yang berani deketin dia , kalau lo bisa jadian sama Alina dalam waktu 1 semester lo bisa ambil mobil sport keluaran terbaru dan boleh pilih sendiri , tapi kalau lo kalah mobil lo jadi punyaku plus lo bayarin kita semua liburan ke korea gimana? ".
Dev yang sudah menyukai tantangan merasa layak mencoba sehingga tanpa berpikir lagi Dev lalu menyetujuinya
" Ohh oke kita sepakat (menjabat tangan).. Alina liat saja nanti"
Setelah pulang dari kampus Alina berjalan kaki sendiri karena ia sudah meminta Paman Bai untuk berhenti menjemputnya. Terus berjalan di bawah sinar matahari yang panas lalu Alina mulai berhenti di sebuah panti asuhan
__ADS_1
"Hallo adek adek kak Alina datang" Alina selalu menyempatkan datang ke Panti Asuhan disana ia bisa melihat sedikit kebahagiaan, ia mengerti bagaimana rasannya hidup sendiri tanpa orang tua itu benar benar sangat sesak di dada. Selain berkunjung setiap bulannya keluarga Mo selalu menyumbang baik uang maupun kebutuhan lainya jadi Alina sudah merasa sangat dekat dengan anak anak panti itu.
Alina yang dingin mulai mencair melihat banyak anak bermain dan ia juga mulai ikut bermain,
Brem Brem (suara mobil). Seorang lelaki keluar dari mobil itu dan menghampiri Ibu panti.
"Hallo Bu ini saya bawakan sedikit rezeki (menyerahkan amplop)"
"Wahh terima kasih banyak nak Dev hari ini rezeki anak panti lagi lancar, kamu dan Alina datang ke sini (menunjuk Alina)"
Dev kemudian berjalan menghampiri Alina "hallo kita bertemu disini" ucap Dev
Alina yang sedari tadi mengamati Dev sedikit ragu
gumam Alina.
"oh hay senang bertemu denganmu" ucap Alina lalu pergi meninggalkan panti asuhan.
Setelah dari panti asuhan Alina melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah di sana ia berpapasan dengan Dev
"Al ayo ikut mobilku nanti ku antar" tetapi Alina tidak mendengarkannya dan melanjutkan berjalan kaki
"Al ayo kitakan teman,rumah kita juga searah bla bla bla... ",
"berisik" teriak Alina.
__ADS_1
Setelah usaha Dev, Alina akhirnya mau naik ke mobil "oh ya Al maaf karena sikapku kemaren"
Alina yang agak terkejut dengan permintaan maaf Dev mulai terdiam "iya itu juga salahku telah menabrakmu maafkan aku"
Sepanjang perjalanan sekiranya hanya percakapan itu yang terucap "oh ya dimana rumahmu"ucap Dev,
"kau lurus lalu belok kiri".
Setelah sampai di rumah Alina kemudian turun dari mobil "terima kasih(membungkukkan badan)
"oh ya Al sampai jumpa".ucap Dev sambil dengan melambaikan tangan.
Zordan yang melihat adiknya di antar pulang oleh lelaki mulai merasa khawatir.
"Al tadi siapa" dengan singkat ia menjawab "Dev" lalu menuju kamar.
"Leo aku ingin kamu mencari informasi tentang teman Alina yang mengantarnya hari ini, namanya Dev"ucap Zordan
"baik bos".
Ke esokkan harinya dring dring dringg ( suara telepon) "baik aku akan segera kesana kau tunggu dikantor".
Zordan lalu pergi ke kantor setelah menerima amplop yang berisi informasi teman Alina, Zordan mulai tersenyum lebar "Dev Arma penerus keluarga Arma"
bersambung......
__ADS_1