
Ketakutan itu bersemayam dalam hati dan pikiran seakan ingin muncul dan melahap sebagian dalam diri.
"Al kakak tunggu di depan, cepat turun" teriaknya kepada sang adik yang tak kunjung turun dari kamar.
"Selesai " dengan balutan celana jean's dan kaos lengan panjang berwarna pink Salem disertai rambut panjang yang di ikat memperlihatkan betapa jenjang lehernya, diambillah sebuat tas ransel berisi baju dan beberapa perlengkapan yang diperlukan kemudian ia turun dan menghampiri kakaknya Zordan. "Ayo" mereka memasuki mobil.
"Ingat kalau merasa ada yang sakit kau segera telephone aku". Alina hanya mengangguk.
Tapi kenapa Zordan bisa ada di sebelahku? yah itu memang masalahku.
Kemaren aku melajukan mobilku dengan pikiran kalut, mau apa pria brengsek itu muncul lagi, apa kurang puas dengan ancaman dari kak Zordan sehingga ia masih berani mengganguku. Aku membencinya karena telah berhasil merebut kebahagianku. Sesekali aku menancap gas untuk menambah kecepatan. Entah siapa yang menelphone suara itu terus berbunyi "dring dring", beberapa kali aku coba untuk meraihnya namun hp yang ditaruh di samping tempat duduk itu malah terjatuh ke bawah " Ah sial" tanganku mencoba meraih dan sesekali pandanganku menuju jalan dan hp itu... ya aku berhasil mengengam hp itu
"Hallo kak ada ap" belum sempat aku melanjutkan omonganku tiba tiba ada anak kecil melintas sendirian entah kemana orang tuannya
" awassss" terpaksa aku harus membanting setirku ke samping kiri.. yah seengaknya anak itu tidak jadi ku tabrak tapi naas mobilku keluar dari jalur dan "brakk"mobilku terhenti oleh sesuatu, biarpun tidak terlalu keras tapi cukup membuat jidatku memar.
Apa yang terjadi? itulah yang ingin ku cari tau, Seketika aku mendongkakan wajahku dan "astagah itu mobil Dev" aku bergegas berlari ke arah nya entahlah perasaan apa ini... Khawatir seakan aku takut dia akan pergi, hatiku sesak dan kepalaku agak pusing tapi tetap ku coba tahan dan menghampirinya.
" Syukurlah Dev" beberapa orang yang berkumpul mulai membantu Dev keluar dari mobil. Saat aku hampir menabrak pohon entah datang dari mana tiba tiba mobilnya masuk dan menghadang Mobilku sehingga mobilnya membentur pohon.
"Dev kau tidak apa apa" air mata yang ku tahan kini tak mampu membendung derasnya hingga perlahan meluncur bebas membasahi pipiku..Aku tidak peduli sekitar lagi aku langsung memeluknya "Hei aku baik jangan menangis lagi. Kau lihat kan tidak ada luka hanya sedikit memar di jidatku" sambil tersenyum dia membalas pelukanku.
Setelah itu kami pergi ke rumah sakit dengan mobil jemputan asisten Dev.
"Emil kau hubungi bengkel bawa mobilku dan Alina"
"Siap tuan"
Setelah pemeriksaan yang memakan waktu hampir 2 jam baru bisa dikatakan aman. hanya saja ada luka kecil di jidat dan sudah diberi plester.
"Al kita pulang sekarang "
Dengan kepala memunduk ia menjawab Dev sambil memelas sungguh hatinya sangat kacau saat ini dan ia butuh waktu menenangkan diri "Emm bisa tidak temani aku sebentar"
__ADS_1
"Kau yakin tidak butuh istirahat dan ya besok lebih baik tidak usah ikut bagaimana"
"Hey apakah kau memandangku selemah itu, ini hanya luka memar aku bahkan sudah pernah melihat cucuran darah dari tubuhku dan besok aku harus ikut, kan jarang jarang aku bisa keluar rumah dan menghirup udara sambil menikmati suasana baru"
"Kau juga harus ikut Dev"
Sambil menaikkan 1 alis nya "Kenapa"
"Kau takut akan rindu padaku"
"Iya aku merindukanmu" bukan itu hanya sebuah pikiran aneh jika aku mengatakannya huh
Wajah Alina menjadi merah padam ia tak berani memandang mata Dev
"Tidak jadi kau mau ikut atau tidak bukan urusanku hanya saja aku akan merasa bersalah kalau kau tidak ikut karenaku"
"pfttt " senyum kecil tersirat dari bibirnya
Setelah selesai makan hanya kecangungan yang melanda meja no 5 itu entahlah bukan seperti biasannya mereka kikuk seperti itu.
"Jadi" seakan menunggu kelanjutan cerita Dev masih menunggu Alina membagi masalah hatinya
"Kau ingat lelaki brengsek yang dulu menghianatiku..Alex dia tadi kembali menemuiku. Entahlah antara terkejut atau apa aku jadi kalut sendiri"
"Ah..oh itu jika nanti dia menganggu kau beri tahu aku saja" Dev memegang tangan kanan Alina dengan erat "Aku pasti menjagamu Al"
Ucapnya seakan meyakinkan Alina bahwa dia akan selalu ada untuk mengisi harinya.
Pukul 10 malam lebih Alina tiba di kediaman Mo diantar Dev. Dengan perlahan ia mendekat seakan jantung akan meledak entah pikiran mesum apa yang terngiang dikepalaku "sabukmu...Nah sudah ayo turun"
terbesit sedikit rasa kecewa...kenapa memangnya denganku dasar otak mesum membayangkan dia akan menciumku huh gerutu Alina dalam hatinya.
"Terima kasih ya untuk semua"
__ADS_1
"Hanya itu, aku tidak butuh ucapan tapi tindakan bagaimana"
"Mau apa". Merasa mendapat respon baik dari Alina ia pun menunjukan jari ke arah bibirnya. Alina yang melihatnya sedikit kaget ia perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Dev.
Deg Deg Deg suara jantung seakan memompa lebih cepat dari standart, Dev yang sudah mempersiapkan diri pun menutup matanya. Alina mendekatkan bibirnya ke arah telingga Dev
"Tapi ciumanku tidak sembarangan mendarat jika tidak ada landasan tetap" bisiknya sambil berlalu.
Sontak hal itu membuat Dev terperangah dan tersenyum lebar ke arah Alina "Menarik"
Baru mau mendorong gangang pintu, Zordan sudah membukanya "Loh kak kapan tiba". Zordan hanya diam tak bergeming "Kak ada masalah kah?"
"Dimana Hpmu" pertanyaan singkat yang terlontar dari mulut kakanya itu. Alina merogoh tas miliknya dan beralih ke saku bajunya tapi nihil "hah dimana kok gak ada" merasa kebingungan Zordan pun menyerahakan sebuah Hp merk apel tersebut
"nih".
"Kok bisa ada denganmu"
"Menurutmu" Ucapnya sambil menaikkan alisnya "Ini dari karyawan Bengkel dia bilang kau menabrak mobil Dev. Benar tidak. Dan Kau bertanya kenapa aku disini. 'pletak' Apa otakmu masih normal"
"Aduh sakit kak kenapa menjitakku, iya iya aku salah..maaf lagipula aku juga tidak apa apa kan Dokter sudah memeriksa hanya memar di dahi" sambil menundukkan kepalanya karena takut kena marah lagi
"Aish ya sudahlah cepat tidur sana".
BERBAGI LIKE dan KOMEN ya guys...
memberi penyemangat penulis...
karena buat novel butuh jari yang cekatan...
boleh juga follow IG @laksamanawiskhey
FB laksamana wiskhey
__ADS_1