Melelehkan Patung Es

Melelehkan Patung Es
Pergi


__ADS_3

Dev sudah bersiap di depan pintu kelas sedari pagi berharap gadis yang ditunggunya segera muncul.


Setelah di hajar Zordan waktu itu Dev harus di rawat inap selama 2 hari dan kemaren ia diperbolehkan pulang, ia tidak mau membuang waktu dan bergegas pergi ke kampus


"Mia Alina tidak kuliah hari ini" Dev memegang tangan Mia saat melihatnya akan memasuki kelas


"Masih lanjut" ucapnya disertai senyuman sinis, Dev yang tidak mengerti maksud perkataan Mia hanya mengerutkan dahinya "apa"


"Masih lanjut berpura pura, kau tidak lelah kah mempermainkan Alina sudah 3 hari ini dia tidak kuliah" Mia lalu menghempaskan tangan Dev dan berlalu duduk di kursinya.


Dev merogoh ponsel yang berbalut soft case berwarna hitam itu lalu mencari nomor Alina


tut..tut..tut.. "Sial tidak dijawab lagi" lalu ia mencoba mengirim pesan


To : My Alina


Sayang angkat telponku..


Maaf Al tolong angkat aku ingin


menjelaskan semua...


Al kamu dimana?..


Al please jawab aku..


Sayang aku mohon kasih aku kesempatan


Alina..


Berulang kali Dev mengirimi pesan dan menelfon Alina namun tidak sekalipun di respon olehnya. Dev memilik membolos dia mengambil kunci mobil dan melajukannya ke kediaman kekasihnya itu


tok..tok..tok..


"Eh tuan Dev ada perlu apa" tanya bibi


"Bik Alina ada"


"Maaf tuan Dev non Alina sedang keluar"


Ke esokan harinya


"Bik Alina ada tolong ijinkan aku bertemu dengannya, dimana dia dan juga Zordan aku ingin bertemu dengannya"


"Aduh maaf Saya sendiri kurang tau Tuan Dev.


Nona Alina sedang pergi dan saya tidak tau dia dimana, nona pergi bersama tuan Zordan setelah pesta usai waktu itu tuan"

__ADS_1


Ke esokan harinya lagi


Dev mendatangi rumah Alina namun langkahmya terhenti oleh Paman Bai yang engan membuka gerbang Dev pun terpaksa turun di pinggir jalan ia segera membuka pintu mobil dan menghampiri Paman bai


"Paman Alina ada"


"Tuan Dev sebaiknya anda jangan terlalu sering kesini biarkan nona sendiri dulu dan ya tuan Zordan juga berpesan bahwa mulai sekarang anda harus menjauh sejauh mungkin dari keluarga Mo"


Sudah 1 bulan berlalu sejak kejadian itu Dev berulang kali mendatangi Kediaman Mo namun tidak pernah ada jawaban setiap harinya ia juga mendatangi kantor dan kampus dan beberapa rumah teman Alina namun tidak ada jawaban dimana ia berada sekarang.


Kakinya terasa lemas dan pikirannya seakan tertekan akhir akhir ini. Hatinya terasa perih dan menyesakkan ia binggung kemana harus mencari orang yang amat berarti dalam hidupnya itu.


Entahlah perasaan baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya ia menyesal sejadi jadinya bahkan kini seorang Dev Arma menitihkan air mata sambil menatap sebuah foto yang tergantung di dinding kamarnya, Sebuah fotonya dan kekasihnya itu. Kenangan kenangan bahagia kini sudah tersiram luka meninggalkan bekas yang entah kapan akan memudar.


Ia mengambil Foto itu dan didekapnya erat


" maaf sudah mengecewakanmu, maaf sudah melukai hatimu aku yang seharusnya menjaga agar kamu selalu tertawa tapi kini aku yang membuatmu menangis..dimana kamu sayang maafkan aku dan kembalilah Al kembali"


Tuan Arma menatap teduh ke arah anaknya itu 'Dev menangis sunguh keajaiban bahkan perkara mamanya saja dia engan peduli, Alina telah berhasil merubah anakku' batinya tak percaya, ia kasihan kepada putranya itu semenjak Alina pergi ia jadi sering melamun seperti sekarang ini.


Tuan Arma pun sudah menyerah selama ini ia ikut terjun membantu putranya itu namun entah dimana keberadaan Alina bagaikan hilang ditelan bumi dan 1 hal yang pasti Tuan Arma tau bahwa Zordanlah penyebabnya ia menutup seluruh akses keberadaan adiknya itu


***


Di lain Sisi terlihat seorang perempuan bertubuh tinggi dengan kulit putih bersihnya sedang menikmati pemandangan sore hari dengan seorang pemuda tampan dengan kulit putih dan hidung mancungnya.


"Bagaimana sudah lebih baik belum keadanmu"


"Memang kapan keadaanku buruk"


"Siapa yang waktu itu nangis di pinggir pantai sendiri hayo"


"hehe iya " Alina hanya terkekeh kecil dia melihat ke sekeliling sebuah hamparan pasir yang bersih dan jernihnya air laut membuatnya dapat bernafas lega Ia menoleh ke pemuda di sebelah kirinya itu


"Bagaimana menurutmu tentang Bali"


"hem luar biasa sunguh tempat yang indah di Amerika aku tidak pernah berlibur hanya sesekali perjalanan bisnis..hidupku membosankan bukan?" Ia lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Alina yang masih setia duduk menatap senja yang mulai menyembul keluar


"ARGA" teriak Alina lalu berlari menghampiri Arga "Tunggu aku"


Arga mengelus kepala Alina dengan lembut


"haha sudah ayo pulang aku tidak mau kena bogem Zordan ya"


"Siap" Arga memegang tangan Alina dan berjalan beriringan menuju hotel.


Flash Back

__ADS_1


Alina memilih mengurung diri dikamar, Zordan yang khawatir adiknya akan kembali seperti dulu tidak mau ambil resiko.


Ia membuka kamar alina dengan kunci cadangan


"Alina kakak masuk..bagaimana keadanmu"


"Baik ada apa kak, saat ini aku ingin sendiri kakak keluarlah"


"Al perusahaan kita mengalami penurunan saham dan kemungkinan besar kita bisa kehilangan ½ saham perusahaan"


"Kenapa bisa begitu"


"Entahlah karena itu kakak harus menetap disana dan kali ini akan cukup lama, kau ikut kakak ya demi kerja keras papa Al"


"Tapi kak nanti di sana aku ngapain dan kuliahku bagaimana"


"Kau bisa pindah kuliahkan itu gampang Kakak ingin kamu disana agar kakak bisa tenang. Kalau kamu disini sendiri akan sulit bagi kakak untuk fokus ke perusahaan Al lagian nanti


kau bisa sekalian belajar bantu kakak untuk perusahaan papa Al"


Zordan sangat tahu bahwa adiknya itu akan sangat melindungi segala kenangan dari orang tuanya jadi ia membohongi Alina mengenai kabar perusahaan yang akan bangkrut. Zordan ingin Alina melupakan segalannya dan fokus akan masa depannya jika terus disini maka Dev akan selalu mengejarnya.


Alina menghela nafas panjang dan akhirnya menyetujui untuk menetap di Korea. Ke esokan paginya mereka berangkat namun Zordan memberikan Alina waktu sebulan untuk menenangkan diri dan berlibur.


Alina tanpa sengaja bertemu Arga di pantai waktu pertama datang ke Bali pikirannya suntuk saat itu. Yah meskipun benar hatinya tidak terlalu sakit dan bisa dibilang masih sangat menyakitkan dikhianati Alex waktu itu. Saat itu Arga sedang berjalan sampai ia bertemu seseorang yang ia kenali


"Maaf kau Alina" Alina pun menoleh dan mendapati seorang pria disana


"hmm" Alina berdehem dan hanya menoleh sekilas engan meladeni orang itu.


"Wah benar ternyata itu kau, aku Arga Zalion kita pernah bertemu waktu itu ketika malam hari kau menolongku waktu aku dihajar orang orang orang itu"


sejenak Alina mengingat


"Oh ya aku ingat bagaimana kabarmu"


"Tidak aku baik malah sepertinya wanita power ranger ini yang lagi galau"


"hah siapa ..aku? haahha kau bisa saja"


"Biar ku tebak habis putus ya"


"Tau dari mana" Karena selama ini aku mengikutimu Al biarpun kau tidak tau karena setelah kejadian itu aku sudah menyukaimu pada pandangan pertama ucapnya Arga dalam hati.


"Dari raut wajahmu...ah sudahlah kau tinggal dimana"


"Hotel MOZA".

__ADS_1


__ADS_2