
"Berdirilah jika kau masih ada harga diri, kau punya tubuh lengkap tapi tidak sanggup melidungi dirimu sendiri" ucap Alina sambil membantu Sonia berdiri.
"Maaf tapi kau tidak usah membelaku nanti kau kena masalah Jesa dia itu berbahaya, terima kasih tapi kau bisa pergi" ucap Sonia.
"Hey ****** dari mana ini beraninya menganggu kesenanganku kau tidak tau hah aku siapa.. aku ini putri keluarga Gu dan ayahku adalah Kepala Cabang di perusahaan besar. Perusahaan Mo kau pasti tidak tahu kan, jadi ****** enyahlah dari pandanganku aku tidak punya urusan denganmu (menunjuk Alina) ".
Semua orang mulai bergosip tentang Alina "wah abis nih dia"
"siapa sih dia "
"menganggu Jesa artinya mati"
"lihat dia hanya diam membisu"
Alina hanya diam saja mendengarkan suara bising disekitarnya, lalu ia menelpon Zordan "kak aku ingin kau memecat Kepala Cabang Gu sekarang".
Setelah menelpon Zordan semua orang menatap tajam Alina.
"oh ya nona Jesa Gu (menjabat tangan) ****** ini belum memperkenalkan diri ya.. aku Alina Mo dan semoga kau masih bisa bahagia setelah ini".
Bisik bisik terdengar riuh kala Alina memperkenalkan dirinya dan hal itu sukses membuat jesa mematung.
__ADS_1
Alina lalu pergi menuju kelas tring.. tring.. sebuah pesan masuk di hanphone Alina
"Al sudah kakak bereskan tapi setelah pulang kamu harus menjelaskan semua kepada kakak".
Tak berapa lama dosenpun datang
"Baik Semua.. sebelum pelajaran kita mulai ada beberapa informasi yang akan saya sampaikan dari hasil rapat hari ini.
Untuk minggu depan kita akan mengadakan ujian bulanan dan setelahnya pihak kampus sepakat akan mengadakan perjalanan alam jadi nanti kita akan kemah selama 2 hari ,bagi yang tidak ikut siap siap saja".
Pelajaran pun dilanjut suasana ruangan yang tenang membuat Alina mudah menerima penjelasan sampai jam istirahat tiba.
"Nona Mo (sambil berlutut) nona maafkan saya telah berkata kasar tadi saya..saya hanya emosi sesaat mohon nona berbelas kasih dan bilang kepada tuan Zordan jangan pecat ayah saya, saya janji akan minta maaf dengan Sonia saya" ucap Jesa sambil menangis(tetes mata).
Semua orang mulai menyoroti Alina dan Jesa.
Dan tanpa menghiraukannya Alina berdiri dan pergi meninggalkan Jesa, Alina kembali duduk di kelas "huh merusak moodku"gumamnya.
Suasana kelas sangat sunyi hanya ada Alina, kemudian Dev datang sambil membawa bekal
"Al ini bekalku makanlah tadi aku melihatmu tidak jadi makan di kantin karena diganggu Jesa kan(menyodorkan bekal) ".
__ADS_1
"Tidak usah.. pergi dari sini aku muak melihatmu" ucap Alina sambil memalingkan wajahnya.
Dev yang kesal mulai memegang wajah Alina mereka saling menatap cukup dekat dan Dev beralih memegang mulut Alina
"Telan jangan coba coba kau muntahkan(menyuapi Alina) ".
Alina yang terkejut hanya menuruti Dev dan menelan makannya ketika mulai sadar sontak ia langsung berdiri dengan muka merahnya ia berlalu keluar, Alina menuju taman dan duduk di bawah pohon "ada apa denganku"
Kegiatan kampus sudah selesai Alina akhirnya pulang jalan kaki, di perjalanan ia masih sering terbayang saat Dev menyuapinya tadi.
Seketika pikiran itu terlintas di otaknya saat pertama kali bertemu dengannya, keributan di kampus maupun di tempat Panti Asuhan dan caranya meminta maaf waktu itu. "Mungkin Dev orang baik"
Sampai akhirnya ia mulai meyakinkan dirinya lagi dan lagi.
Ia teringat kembali saat Alex begitu baik dan perhatian padanya tetapi akhirnya tetap ia yang terluka.
Semua pria itu sama, mereka suka mempermainkan orang, manis didepan dan busuk dibelakang.
la tidak mau terjebak dengan masalah hati untuk ke 2 kalinya karena sejujurnya lukanya dulu masih membekas hingga kini.
bersambung.....
__ADS_1