
Pagi pagi Dev sudah bertenger di depan rumah Alina, sesekali ia memencet bel
"Ayo kita naik apa"
"Mobil kau tidak bisa lihat ya benda sebesar itu "
"Ish..pagi gini udah sewot lagi dapet mas"
Hari ini aku berangkat ke kampus dijemput Dev yah meskipun sudah membuat jengkel. Hari hariku di Kampus seperti biasa tenang dan tidak terlalu banyak tugas hanya saja pria itu selalu menempel padaku
"Kau mau apa aku sedang makan"
"Tidak hanya saja aku kangen" Hah kangen? siapa percaya, entah kenapa akhir akhir ini dia sering sekali menempel padaku mulai dari pagi menjemput di kampus kemana mana ngikut...aduh pusing jadinya.
Sesampainya di rumah kurebahkan badanku di atas kasur empuk milikku.ku tatap langit langit kamarku entah mengapa bayangkan Dev selalu tergiang dikepalaku. "Al kenapa"
Zordan kemudian memasuki kamarku
"Al"
"apa kak"
"Bulan depan ultahmu yang ke 18 mau rayakan dengan kakak seperti tahun sebelumnya atau kali ini kita buat pesta"
"ah itu ya..pesta kak"
"baiklah"...
Alina melamun sendirian di kampusnya,iya bingung harus bagaimana.
Yah pagi tadi sambil menjemputnya Dev meminta Alina untuk ikut dengannya
"Al malam nanti ada waktu"
"Ya ada..kenapa"
"Nanti aku Jemput ya dandan yang cantik"
"Mau kemana"
"Rahasia pokoknya aku jemput jam set 8"
Dev membuatnya heran untuk apa dia mengajaknya pergi. Apakah ini dihitung berkencan, apakah ada sesuatu yang ingin dia sampaikan...
Malam pun tiba Alina sudah berdandan sempurna dengan make up yang natural dan rambut panjangnya di gerai serta dress hitam selutut melekat indah di tubuhnya, taklupa ia membawa tas dengan warna senada dengan bajunya.
Ia lalu turun menghampiri Dev yang sudah menunggu di bawah
__ADS_1
"Ayo Dev"
Dev menatap Alina dengan kagum
'cantik sekali' ucapnya dalam hati bahkan pandangannya tak lepas menatap setiap pergerakan Alina.
"DEV "
"Apa sih Al gak usah teriak bisa kan"
"jadi gak nih..kau dari tadi benggong mulu"
"Iya Ayo"
Dev merogoh kunci mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang hingga tiba di tempat tujuan kurang lebih 40 menit.
"Nih"
"Kain buat apa"
"Tutup mata "
"Ngapain nyuruh tutup mata jangan aneh aneh ya Dev"
"Tenang gak akan aku apa apain Al.. Udah sini biar ku pasang"
Setelahnya mereka berjalan Dev mengandeng tangan Alina biar tidak terjatuh hingga tiba di sebuah taman
"Iya "
Dev lalu melepaskan ikatan yang menutup Mata Alina namun tetap dalam keadaan mata tertutup.
"Udah belum Dev"
"Iya Kau bisa buka matamu"
"Wah...Ini kau yang siapin"
"Bukan.. itu jin pengikutku"
"hahah iya..maaf"
Sebuah taman yang indah dengan lilin yang menyala sebagai penerangan, ada meja dan banyak bungga mawar putih berhias di setiap sudut.
Dev mengandeng Alina menuju kursi dan ia mempersilahkannya untuk duduk. Tak berselang lama seorang pelayan menghidangkan makanan dan minuman
"Apa ada orang lain, kenapa banyak sekali makananya" ucapnya keheranan karena hampir 1 meja penuh makanan baik itu appetizer sampai dessert
"Cuma kita" Dev mengenggam tangan perempuan di depannya itu dengan tatapan penuh kasih sayang, seketika raut wajah Alina bersemu merah "Kita".
Mereka memakan setiap hidangan yang disajikan meskipun ada sisa..
__ADS_1
"Dev kau mengajakku ke sini untuk apa"
"ah itu..Al kau tahu saat pertama bertemu denganmu sifatmu sangat dingin kau berbeda, biasanya setiap wanita tanpa ku minta sudah datang sendiri kepadaku..dan" belum selesai ia melanjutkan perkataanya
"Jadi kau mendekatiku karena kau tidak terima..aku mengabaikanmu dulu..kau mempermainkanku"
"Bu..bukan begitu Al kau bisa tidak biarkan aku menyelesaikan ucapanku"
"hemm..lanjut"
Dev mengenggam tangan Alina dan kembali melanjutkan ucapanya
"Saat itu aku melihatmu di panti kau begitu baik kepada anak anak panti itu,kau seakan tidak peduli keadaan sekitarmu tapi diam diam kau menghawatirkan mereka dan karena itu sekarang"
Dev menarik nafas panjang "huh"
"Alina Mo I love you aku mencintaimu setulus hatiku"
Alina tertegun mendengar pernyataan Dev
"Al bagaimana kau mau jadi kekasihku"
Alina Diam tak menjawab hingga cukup lama ia melontarkan sebuah pertanyaan kepada Dev.
"Dev bagiku menjalin hubungan baru terasa berat jujur aku takut dikhianati lagi"
"Al aku tidak akan pernah melakukan itu"
"Dev aku sangat membenci kebohongan. Apa kau bisa berbagi setiap masalahmu nantinya, kau bisa berbagi semua rahasiamu padaku"
"Aku bisa Al..janji jadi bagaimana"
"Baiklah"
"Baiklah Apa?"
Alina mendekatkan wajahnya ke ke depan dev dan ia membisikkan sesuatu disana "I love you to Dev" dan ia kembali menatap wajah dev
"Aku mencintaimu Al.. terima kasih sudah mempercayaiku" Dev memeluk Alina dan tentu disambut balik olehnya..
Suara alunan Biola berbunyi indah di telingga mereka
Dev berlutut sambil menjulurkan tangan
"Putriku mau berdansa denganku"
"iya"
Mereka berdansa ria setiap langkah seakan dipenuhi kebahagian.
Bersambung...
__ADS_1