
Kini kediaman Mo telah ramai dengan kedatangan keluarga Dev dan teman dekat Alina.Dengan setelan jas berwarna hitam Dev memasuki rumah Alina bersama Papanya.
"Selamat datang tuan Arma, mari masuk" ucap Zordan mempersilakan mereka untuk ke ruang makan disana sudah ada Sonia dan juga Arga.
Dev berkali kali menengok ke kiri dan ke kanan sambil melihat sekeliling sampai sebuah deheman menghentikan aktivitasnya
"Kau mencari siapa"
"Alina kenapa belum kelihatan kak"
"Lalu yang sekarang di tangga itu siapa" Kompak mereka menengok ke arah tangga terlihat wanita cantik menggunakan dress putih sedikit corak hitam dibawah lutut, dengan make up natural dan rambut di cepol sedikit tersisa dibagian depan itu tampak mempesona. Dev menjemput Alina ia mengulurkan tangannya dan disambut baik oleh wanita itu "Terima kasih"
Mereka duduk di kursi masing masing dengan Alina disamping Dev. Pelayan menyajikan berbagai macam jenis makanan, mereka mulai melahap setiap sendokan dan memasukanya ke mulut, hening tanpa suara itulah kebiasaan mereka ketika sedang di meja makan.
Kini mereka sudah berada di ruang tamu.
"Al nanti kau mau pake WO mana?" ucap Sonia
"Ini malah ngomong WO" ucap Alina malas
"Ohya Alina aku sudah menghubungi Pevita" ucap Arga
"Apa katannya"
"Dia bilang selamat atas pertunanganmu nanti dia akan menyusul ke sini"
"Wah bagus"
"Hem" ia menghampiri Alina yang masih bercengkerama dengan Sonia dan juga Arga. Alina sontak menoleh didapati Dev sudah berjongkok dihadapannya mengeluarkan kotak merah berisi sepasang cincin. Sontak itu membuat Zordan dan Tuan Arma ikut mendekat menyaksikan hal bahagia itu
"Matahari memang panas namun sinarnya dibutuhkan setiap makhluk hidup .
Bulan juga meskipun ia datang sebagai pengganti namun masih ada bayangan matahari dibelakangnya
Dan bintang mereka gemerlap di angkasa ikut menemani bulan menghiasi langit malam
Aku Dev Arma ingin jadi orang yang bisa kamu butuhkan setiap waktu Menjadi bayangan yang berjalan debelakang tubuhmu untuk membantu mencapai mimpimu ..
Alina Mo maukah kau menikah denganku dan menjadi ibu dari anak anakku?"
"Ya aku mau.. " Dev memakaikan cincin dijari manis Alina begitu juga sebaliknya.
"Sebelumnya saya berterima kasih kepada tuan Zordan karena sudah mau memaafkan kesalahan putra saya Dev jujur saya sangat malu dengan tingkahnya di masa lalu " tuan Arma mengawali pembicaraan
__ADS_1
"Sudahlah Tuan Arma yang lalu jangan dibahas lebih baik sekarang kita ke point utama saja. Jadi rencana kalian kapan pernikahannya akan dilangsungkan" Ujar Zordan datar sambil menatap bergantian Alina dan Dev.
"Kalau bisa secepatnya" Ucap Dev memandang Alina "Bagaimana?"
"Saya setuju dengan Dev mereka sudah lama berhubungan jadi saya rasa mungkin bulan depan kita bisa melaksanakan pernikahannya"
"Bukankah terlalu cepat? bagaimana menurutmu Al" ucap Zordan sambil memandang wajah adiknya itu
Alina sendiri tidak tau "Terserah kak" hais adikku ini apa segitunya mencintai Dev sampai tidak sabar meninggalkanku batin Zordan.
"Baiklah sepakat bulan depan akan ada pesta pernikahan disini"
"Alina selamat ya" Sonia memeluk erat tubuh Alina setetes air mata jatuh di pipi keduanya
"Makasih Son segera menyusul ya"
"ishh apaan sih"Sonia memajukan bibirnya sambil mengerutu
"hahaha aku serius Son carilah pacar jangan berkutat dengan komputer dan file file kantor saja"
"Nona Sonia mau ku kenalkan dengan adikku dia cukup tampan dan bisnisnya juga maju akan sangat beruntung kan kalau kau jadi adik iparku" Ucap Arga disambut kekehan dari Alina
"Kalian ini"
Semua Kebutuhan untuk persiapan pernikahan sudah diurus oleh salah satu WO kelas atas milik salah satu teman Zordan. Pernikahan yang begitu mendadak membuat semua orang sibuk kesana kemari. Undangan yang lebih dari 2000 orang itupun sudah tersebar
tok tok
"Tuan Dev mari masuk non Alina masih siap siap"
"Iya bik" Dev duduk di ruang tamu matanya melihat pelayan sedang membantu pegawai WO mendekorasi ruangan. Mereka sepakat tidak menyewa gedung karena dirasa akan lebih bagus kalau moment penting diadakan dirumah sendiri.
"Dev ayo berangkat nanti panas kalau kesiangan" Ujarnya seraya melangkah keluar rumah. Dev yang masih duduk hanya memutar bola mata malas .
Setibanya mereka di salah satu butik bernama 'ResyAl Butik' milik salah satu desainer yang bekerja di perusahaan Mo Grub.
"Bu anda sudah sampai mari..ini adalah kebaya yang 2 minggu lalu ibu pesan sudah selesai.Saya khusus membuat beberapa bu terserah yang mana nanti yang anda suka"
"Baiklah dimana ruang gantinya"
"Mari bu saya antar"
"Dev kamu tunggu disini ya"
__ADS_1
"Jangan lama lama ya"
"Dev bagaimana dengan kebaya warna biru muda ini?"
'cantik tapi sayang area dada terlalu terbuka' batin Dev "Jangan yang itu ganti"
Alina kembali memasuki ruang ganti
"Nah kalau yang ini bagaimana kalau aku sih oke perpaduan antara warna putih dan pink salem cocok banget"
"Ganti itu jelek" Dev membatin lagi 'enak aja orang lain mau nikmati punggung kamu itu cuma aku yang boleh liat'
Dev menarik nafas panjang "Maaf bu Resy apa tidak ada kebaya yang tertutup dibagian depan belakang"
"Oh ada Tuan Dev..mari Bu ikut saya"
Alina keluar dengan kebaya putih beraksen warna emas dengan bagian belakang menjuntai panjang. "Bagaimana sayang udah ya aku capek buat ganti"
Dev hanya diam memandang takjub wanita didepannya itu yang kemudian tersenyum "Baiklah pakai ini saja"
"oh akhirnya"
"Baiklah Tuan Dev anda juga bisa ganti pakaian"
Setelah selesai memilih baju mereka sekalian membuat foto. Dev dengan Jas putih dan Alina dengan kebaya putih dengan make up tipisnya. Alina duduk lalu Dev memeluknya dari belakang sedikit bisikan terdengar ditelinga Alina
" Kamu cantik sayang aku sudah tidak sabar"
"kenapa? dan apa yang kau tunggu".
"Memakanmu" blushing seketika wajah Alina merah rona pipi terlihat jelas dimata Dev meskipun ia sudah menunduk dan alhasil 1 cubitan keras mengenai tangan Dev" Aww sakit sayang"
Beberapa pose sudah dilakukan.Selesai sudah kegiatan hari ini, Mereka bergegas kembali le rumah karena dirasa cukup malam.
Alina terlihat lesu dan tak butuh waktu lama ia sudah berlalang buana di alam khayalan itu. Dev manarik pelan kepala Alina dan meletakkannya di bahu. Setibanya di kediaman Mo Dev menggendong Alina ala bridal dan menidurkannya di kasur
"Mimpi indah sayang" Dev mengecup kening Alina dan berjalan keluar
"Kak Alina sudah tidur aku juga mau pamit"
"Baiklah silahkan pulang"
Bersambung..
__ADS_1