
Setibanya dikantor Zordan meminta Leo untuk mengawasi Dev
"Leo aku ingin semua informasi kegiatan harian Dev, aku ingin memastikan apakah dia layak bersanding dengan adikku, meskipun dia tuan muda Arma sekalipun kalau sifatnya bejat juga percumah".
"baik tuan Zordan", sambil berlalu pergi
"Huh padahal ini akhir pekan masih saja memberiku tugas(muka melas) huh Leo ayo semangat demi naik gaji naik gaji.. oke sekarang anak buahmu ini akan menunjukkan aksinya bos".
"Menurut informasi di hari libur begini Dev pasti ke Kafe Amodya bersama teman-temannya " Leo yang sedari tadi lesu menunggu muka Dev yang tak kunjung muncul akhirnya mulai bersemangat lagi
"Nah itu dia sekarang mari pasang muka detektif hahaha".
Dari kejauhan Leo mencoba untuk mendekat agar mengetahui pembicaraan mereka.
"Dev abis ini kau mau kemana? kita pergi ke klub gimana, lumayan cuci mata disana banyak gadis seksi cantik cantik pula "ucap rekan Dev.
"Sorry lain waktu lah abis ini aku langsung ke kantor, papa nyuruh aku gantiin dia rapat sekalian uji coba" mendengar perkataan Dev, Leo jadi semakin yakin bahwa dia orang yang baik.
Setelah dari Kafe Dev menuju perusahaan dan tentunya Leo mengekor di belakang
__ADS_1
"ah mungkin tugasku sudah selesai lagi pula tuan Dev setelah ini langsung ke kantor kan".
Leo kemudian kembali ke kantor dan melaporkan ke Zordan semua yang ia ketahui dan Zordan pun sangat senang.
Dirumah Mo, Alina yang tidak punya teman selalu melewati hari liburnya dengan mengurung diri di dalam kamar.
Tatapan nanarnya tertuju pada bingkai foto di dinding, kemudian ia mengambilnya sambil memegang bingkai foto itu ia mulai merebahkan dirinya di atas kasur, air mata mulai membasi dirinya, hanya tangis tanpa suara mulai menyesakkan dada. Perasaan sakit yang mendalam, beberapa kata terdengar rintih
"ma..pa.. aku kangen kalian".
Rasa sakit akan kesepian yang selama ini ia pendam sendiri selalu membuatnya sedih biarpun begitu, di depan mata semua orang Alina yang menyedihkan tidak pernah terlihat.
Keesokan paginya Alina berangkat ke kampus diantar paman Bai "Nona sudah sampai(membukakan pintu mobil).
"Paman nanti tidak usah menjemputku, aku ingin jalan kaki"
Ketika menuju ruangan ia melihat banyak orang berkerumunan, karena penasaran ia pun mendekat
"(nada marah) hey Sonia cepat bersihkan sepatuku(menjambak keras rambutnya)".
__ADS_1
"Maaf nona Jesa.. ampun sakit"ucap Sonia.
"Seharusnya kau bersyukur aku mengizinkammu menyentuh sepatuku....cih bahkan menjual dirimu saja tidak cukup untuk mengantinya dan kau hanya anak miskin saja berani mengotori sepatu mahalku" ucap Jesa.
Ya dia adalah Jesa Gu anak yang memiliki kepribadian buruk dia bisa melakukan apa saja termasuk membeli pertemanan, karena itu banyak yang tidak menyukainya.
Disatu sisi Alina mulai muak dengan drama ini
"Begitu banyak orang tapi hanya jadi penonton (ucap dalam hati)"
ia pun berjalan menuju kelas tapi entah kenapa langkah kakinya terhenti dan mulai berbalik menuju kerumunan itu
"Berdirilah" (memegang tangan Sonia) bukan hanya Sonia namun semua mata mulai tertegun menatap tajam ke arah Alina seraya meyakinkan diri
"apa aku tidak salah liat dia bisa baik juga ternyata"ucap salah seorang mahasiswi.
Alina memang tidak pernah terlihat ikut campur dengan berbagai hal yang terjadi di kampus sehingga banyak orang yang tidak mengenalnya tapi sedingin dinginya Alina ia merupakan manusia yang baik.
bersambung...
__ADS_1