
Tamu undangan yang hadir telah membanjiri kediaman Mo, berasal dari Kerabat,teman, client, relasi dan kolega yang datangnya bukan hanya dari dalam negeri saja namun juga warga negara asing. Baik Amerika, Singapura, Jerman dan tentunya Korea tempat pembangunan pusat bisnis keluarga Mo. Ratusan karyawan dari Mo Grub ikut menghadiri acara tersebut mengingat bahwa hari ini pemimpinnya akan menikah.
Kediaman Mo yang bisa dibilang cukup luas sehingga mampu menampung ribuan tamu yang datang. Vas vas yang sudah tersusun apik diberbagai sudut menjadi saksi bisu betapa ramai dan meriahnya acara itu.
Para pria berjas hitam juga sudah siap sedia di beberapa sudut baik gerbang maupun pintu masuk dan sesekali berkeliaran memastikan kondisi kondusif.Penjagaan dilakukan seketat mungkin bahkan tamu undangan harus antri pengeledahan sebelum memasuki gerbang mengingat mereka merupakan pembisnis besar sehingga banyak musuh bertebaran belum lagi masalah Dev tempo hari yang menyebabkan Alina harus diopname.
Memakai gaun putih panjang menjuntai dan rambut diberi hiasan mahkota membuat penampilan sang wanita dipuja khalayak ramai, wajah cengo mereka terpapar jelas saat melihat pengantin sudah berjalan beriringan. Dev mengunakan jas senada warna putih dengan sepatu hitam mengkilap.
Alina tak menyangka akan semeriah ini.Ia benar benar diperlakukan bak puteri raja yang bersanding dengan pangeran berkuda putih. Berkali kali Alina dan Dev mendapat kilatan kamera yang dilayangkan fotografer ternama, mereka disuruh memperagakan gaya yang diatur sangat manis dengan pose yang berbeda beda.
Tamu yang datang tak henti membuat Alina merasakan lelah yang berkepanjangan tumitnya terasa sakit akibat berdiri terlalu lama dengan memakai sepatu hak tinggi.
"Duduklah sayang kalau kamu capek" Ucap Dev sambil berbisik
"Tidak bisa Dev tamunya masih banyak"
"Alina sayang selamat ya" ucap Mia
"Cepet dapat momongan saya"ucap Paris
"Semoga jadi keluarga sakinah,mawadah,warahma" ucap Sonia seraya menyalimi sang pengantin begitu juga dengan Mia dan Paris.
Dev mendorong bahu Alina sehingga membuat posisinya terduduk "Maaf ya Bu istri saya capek jadi saya suruh duduk" ucapnya kepada tamu yang menghampiri mereka." Ihh pengantin baru lagi anget angetnya, tenang aja tuan Dev saya paham kok dan saya doakan kalian langeng sampai maut memisahkan" AAMINN
__ADS_1
Para tamu undangan mulai menikmati hidangan yang sudah disediakan dan jangan tanya ada menu apa di dalamnya. Sonia yang sudah memberi ucapan juga tak luput mencomot salah satu kue berwarna coklat itu.
"Gak pernah makan enak ya?"Sonia lantas menoleh dan mendapati 2 orang wanita. Jangan ditanya bagaimana penampilan mereka, dress mini dibawah bokong dengan bagian atas terbuka sampai punggung.
"Ya iyalah gimana mau makan enak hidup aja serba miskin" ucap wanita satunya lagi sambil tertawa
"Sudah selesai" Ucap Sonia datar lalu melanjutkan ucapanya" Seengaknya aku masih tau malu dengan pakai baju ke pesta orang..gak kayak kalian"
"Maksudmu? kau iri dengan pakaian yang kami gunakan ini mahal loh"
"Dia mah gak bakalan iri Zega, gimana mau iri hatinya gak nyampek soalnya kebiasaan minta sih"
"Haha iya kau benar juga Jesa..Sonia sonia kau gak pantes di pesta orang kaya gini kalau gak dipungut Alina gak tau deh jadi apa kau saat ini, Kau itu cuma numpang bokingan Alina aja belagu dan juga emang keluargamu udah gak mampu apa beli nasi, sampai anaknya minta makan dipesta gini...cih"
1 tamparan keras mendarat di pipi Zega sontak membuat para tamu memandang mereka. Jesa yang tidak terima adik sepupunya ditampar pun menampar balik
PLAK..
Seketika raut wajah ketakutan menghampiri 2 gadis itu karena bukan Sonia yang Jesa tampar namun Zordan yang entah dari mana sudah berdiri pasang badan untuk Sonia.Tanpa banyak bicara Zordan sudah memainkan matanya memberi kode kepada para ajudanya untuk membawa mereka keluar. Sonia yang melihat pipi kanan Zordan memerah segera menarik tanganya.
Dengan telaten Sonia mengompres luka Zordan dengan Es batu walaupaun harus berdebat dahulu karena Zordan engan diobati mengingat hanya luka kecil.
"Maaf ya kak" Ucapnya seraya memendang ke arah lelaki itu
__ADS_1
"Untuk apa, sudahlah Son lagian aku melakukan ini karena mereka bisa menghancurkan pesta adikku"
"Ya karena itu aku minta maaf..maaf sudah mengacaukan pestanya dan terima kasih sudah membantuku tadi" ucapnya sambil tersenyum. Zordan yang melihat ikut menarik ujung bibirnya sedikit.
Langit sudah dipenuhi bintang yang bertebaran begitupulan dengan kedaan yang mulai surut dari pandangan. Hanya beberapa tamu yang masih berdatangan
Zordan menghampiri Alina "Al sudah kalian istirahat saja nanti tamunya biar kakak yang urus"
"Ya sudah kak makasih Alina sudah capek dari tadi kakiku pegal" Alina hendak berjalan namun terhenti karena Dev tiba tiba mengendongnya ala Bridal
"Dev" Pekik Alina kaget sambil meronta ronta meminta dilepaskan jujur saya saat ini ia sangat malu. Wajahmya memerah padam. Kalau ada lobang mungkin ia ingin segera menjatuhkan diri didalamnya dan mengubur diri hidup hidup tapi tidak karena tidak mungkin ia membiarkan suaminya menjadi duda dalam 1 hari pasca pernikahan.
"Shutt diam sayang banyak yang melihat" Para tamu yang melihat pasangan baru ini hanya tersenyum namun bagi teman temen mereka sudah pada heboh sambil sesekali menyoraki mereka "Cieeee" "Ciuuit" sesekali seseorang bersiul sambil mengamati pasangan pengantin yabg sudah hilang ditelan pintu kamar itu
Zordan yang melihat hanya geleng geleng kepala tak lama tuan Arma datang menghampirinya "Nak Zordan mereka serasi bukan"
"Eh..Tuan Arma ya anda betul mereka cocok" Tuan Arma memegang pundak Zordan
"Aku sebagai orang yang lebih tua boleh menasihatimu"
"Tentu saja" ucapnya
"Menikahlah nak kau sudah cukup umur kalau kau mau aku bisa mengenalkanmu dengan anak rekan bisnisku" ucapnya serius. Zordan hanya cengar cengir karena tidak tau akan menangapi apa.
__ADS_1
Bersambung...