Melelehkan Patung Es

Melelehkan Patung Es
Perubahan diri


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat kenangan masa lalu telah mengubur rasa yang terdalam.


"3 tahun sudah Papa dan mama pergi"ucap Zordan. Selama kurun waktu ini begitu banyak perubahan yang terjadi. Kini dia sudah memimpin perusahaan di luar negeri ,


dia bukan Zordan yang dulu kini wataknya menjadi sangat keras dan kejam.


Selama ini penyesalan terus menghantuinya dia merasa gagal melindungi adiknya. Bahkan untuk menjadi kakak saja ia tidak becus. 'Bodoh' pikirnya


"Alina ayo kita sarapan, bukankah ini hari pertamamu masuk kuliah cepat bersiaplah" ucap Zordan sambil mengetuk pintu tanpa berharap ada sautan dari dalam.


Ketika di meja makan suasana seperti biasa sangat sunyi hanya terdengar suara sendok dan garpu saling berlawanan.


"Kak aku pergi" Alina lalu bergegas menuju mobil untuk berangkat ke kampus.


"Adikku Alina kenapa kamu jadi begini (mengepalkan tangan) ".


Zordan sangat menyesal karena tidak bisa mengembalikkan senyum di wajah Alina lagi. Benar saja gadis yang dulu periang dan angun kini sudah mati, Alina yang kini tumbuh menjadi gadis pendiam dan tak berperasaan.

__ADS_1


UNIVERSITAS TRISYHA JAKARTA .


Ini adalah kampus terbaik saat ini ,bahkan bisa dibilang ini kampus orang kaya, prestasi yang dimiliki juga luar biasa .


Brem brem... tak lama keluarlah seorang lelaki dari mobil sport warna merahnya.


"wah lihat dia sangat tampan"..


"bukankah itu tuan muda keluarga Arma"..


"aku mau jadi pacarnya" (suara para wanita).


Dengan memakai kaca mata hitam dengan gaya coolnya lelaki itu terus berjalan dengan sombongnya saat ingin memasuki pintu kelas dari belakang tiba tiba ada yang menabraknya


"hey dimana matamu,kau buta yaa ?ucap Dev. Tanpa menghiraukannya Alina langsung menuju kelas dan duduk .


Kelas pun dimulai Dev yang sengaja memilih kursi bersebelahan dengan Alina mencoba untuk menggangunya

__ADS_1


"Kau masih berhutang maaf padaku kau menabrakku tadi.. hey apa kau tuli gadis bodoh (nada marah) ". Dev semakin kesal dengan Alina lalu dia mulai memegang erat tangan Alina hingga membuatnya kesakitan, dengan cepat Alina menghempaskan tangannya "jangan cari masalah denganku kalau tidak ingin mati".


Setelah kelas berakhir Alina terus menunggu Paman Bai datang bahkan sudah hampir 1 jam berlalu, Alina yang merasa bosan mulai berjalan kaki di tengah perjalanan tiba tiba dia dihadang beberapa preman


"hey manis kau sendirian yaa? mari kesini temani kami " Alina terus berjalan tanpa menghiraukan mereka.


"hey" (sambil memegang tangan Alina dengan keras lalu mendorongnya hingga jatuh)


"ha ha ha sekarang bagaimana masih berani melawan wanita murahan".


Tanpa pikir panjang Alina lalu berdiri dan mulai menghajar mereka.. buk.. brak beberapa preman itu terjatuh dan salah satu dari mereka yang tadi mendorong Alina sudah mati berlumuran darah "kalian dengar.. Aku Alina Mo, Jangan cari masalah denganku kalau tidak ingin mati.. dasar bedebah"ucap Alina sambil berlalu pergi.


Alina selama 3 tahun ini bukan hanya merubah perilakunya menjadi penyendiri tapi dia juga mulai belajar bela diri dari kakeknya yang kebetulan mantan bos mafia ia tidak ingin menjadi orang lemah yang mudah menangis saat di tindas jadi ia mulai merubah seluruh hidupnya.


"Benar benar wanita yang penuh kejutan". Dev yang sedari tadi mengamati merasa takjub dengan Alina. Mungkin Dev kurang menyadari perlahan mulai tumbuh perasaan aneh dalam dirinya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2