
Semua mahasiswa mulai menuju kelas masing masing. Tak berapa lama Dosen pun memasuki ruangan
"Selamat pagi semua"
Serentak menjawab "pagi bu"
"Pengumuman hasil ujian sudah keluar dan saya mengucapkan selamat untuk Alina bisa menempati peringkat 1 beri tepuk tangan "
Semua orang bertepuk tangan dan memberi ucapan selamat ke Alina "Terima kasih semua"
"Oh iya saya lupa masih ada 1 pengumuman lagi karya wisata tahun ini akan di laksanakan di alam terbuka yaitu minggu depan tanggal 28 dan semua wajib ikut kecuali yang sakit boleh izin"
Setelah itu pelajaran berlangsung tenang sampai jam istirahat tiba.
"Al ayo ke kantin" ajak Mia
"Sebentar aku beres beres buku dulu, nah sudah oh iya Gea, Paris ayo ke kantin"
Mereka pun tiba dikantin, Sonia yang berniat mengajak Alina ke kantin pun membatalkanya. Ketika ia akan pergi Alina melihat dan sekalian mengajaknya bersama
"Kalian keberatan tidak kalau Sonia ikut"
"Hi Sonia aku Mia ini Gea dan juga Paris, kau boleh bergabung teman Alina teman kami juga"
"Terima kasih"
Mereka ber 5 duduk dan mulai memesan makanan.
"Aku samain aja ya biar gampang, mbk bakso 5 dan jus jeruk 5 ya" ucap Mia
"Oh ya untuk kerja kelompoknya kapan kita mau buat waktunya tinggal 4 hari loh" ucap Gea
"Emm kalian ada tugas apa emangnya" tanya Sonia
"Itu Son desain baju" ucap Paris
"Besok gimana kan mumpung libur" ucap Mia
__ADS_1
Mereka mengangguk tanda setuju
Waktu berjalan cepat Alina yang baru pulang langsung ke kamar.
tring pesan masuk dari grup desain
"gays besok kumpul di taman ya jam 8 pagi"
"ok jangan lupa bawa peralatan"
"ahsiap"
Ke esokan paginya semua sudah berkumpul di taman. Mereka sengaja memilih tempat yang terbuka karena suasannya sejuk. Alina bertugas membuat konsep awal desain, lalu Mia menggambar pola dan pembentukan sedangkan Gea dan Paris melakukan finishing.
Tak terasa waktu sudah sore, mereka yang kelelahan merebahkan tubuhnya di rumput taman itu sambil menatap matahari yang mau tenggelam
"huh capek juga ya" ucap Paris
Mia kemudian menyaut "iya tapi hasilnya lumayan bagus kan"
"Hari ini kita sudah bekerja keras makannya cepat selesai" ucap Alina menimpali
Setelah matahari tenggelam masing masing dari mereka pulang. Di perjalanan Alina berhenti di Panti Asuhan
"Selamat malam adek adek kakak Alina datang"
"Yeee kakak kenapa jarang kesini terakhir dulu bareng kak Dev"
"Maaf ya kakak sibuk oh ya Bu ini saya beri sedikit rezeki"
"Terima kasih ya nak Alina padahal setiap bulan sudah di sumbang baik uang maupun barang dan sekarang diberi lagi"
"Bukan masalah Bu itu sudah hak mereka"
Alina bermain dengan anak panti itu hingga larut "hoam kakak kami tidur dulu ya sudah ngantuk"
"Oh iya jangan lupa berdoa ya kakak pamit dulu dah"
Alina lalu pulang ke rumah
__ADS_1
tring tring suara telephone berdering
"Hallo kak ada apa "
"Oh bukan kakak hanya ingin memberimu selamat atas nilai ujianmu mau hadiah apa"
"Terima kasih kak dan tidak perlu hadiah, tapi kau taukan biarpun dapat no 1 tapi nilaiku masih kurang memuaskan, aku ingin lulus dengan nilai penuh"
"Yah seharusnya nilai segitu sudah cukup bagus kau jangan maruk "
Zordan yang mengingat nilainya semasa kuliah cukup bagus meskipun tidak bisa melebihi nilai adiknya hanya bisa tertawa kecil ck ck ck ck
"Ya sudah kak aku mau tidur ya"
Ke esokan paginya Alina yang melihat Dev duduk melamun di taman pun menghampirinya. Wajahnya terlihat suram dan tak bersemangat.
Alina lalu duduk di sebelahnya "Dev kau baik baik saja tidak sakitkan"
"Iya kau kenapa ke sini ini sudah jam masuk"
"Sudahlah aku malas masuk hari ini di taman begini pagi pagi enak juga, oh ya kau tidak mau berbagi cerita denganku"
Alina sudah tahu alasan Dev tak bersemangat pagi ini tapi dia ingin agar Dev Menceritakannya sendiri.
"Kemaren di rumahku terjadi pertengkar besar, lagi lagi Mamaku mengacau dan dia pergi bersama pria lain bisa dipastikan sebentar lagi mereka resmi bercerai"
Alina yang melihatnya bersedih pun memegang tangannya dia lalu berkata
"Dev biasanya kau menyemangatiku tapi sekarang, yah wajar sih "
"Dulu kami hidup bahagia Al tapi entah kenapa Mama beberapa tahun ini mulai bertindak di luar kendali, Aku tidak tahu ada wanita hina semacam itu aku benar benar kecewa padanya"
"Sabar (mengelus kepala Dev) dengarkan aku ya masa lalu itu dikenang yang patut dikenang dan dibuang yang sekiranya dapat membunuh perlahan jadi mungkin ini yang terbaik"
"Terima kasih ya, sekalian sudah terlanjut bolos ayo kita jalan jalan" ucap Dev. Lalu mereka pergi bersama menggunakan mobil Dev.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya...