
Setibanya dia di rumah Dev yang melihat papanya duduk sendirian pun menghampirinya.
"Pa belum tidur" Dev lalu duduk di sofa berwarna merah itu disebelahnya terlihat dengan jelas wajah papanya yang sedang berusaha tersenyum namun di dalam hatinya hancur, bagaimana tidak mama yang dicintainya malah menghianatinya, benar banar wanita hina.
Mama? sebutan itu tidak layak disematkan padanya. Karena seorang Ibu hanya akan memberikan kebahagiaan untuk orang yang disekitarnya, Ibu yang penuh kasih sayang bukan wanita dengan segala tipu daya. "cih" gerutu Dev dalam hatinya.
"Hari ini kamu tidak ke kampus " ucapnya sambil menatap tajam anak semata wayangnya itu.
"Papa masih mengawasiku". Papanya hanya mengangguk. Bukan hal baru baginya untuk terus memantau setiap perhitungan langkah anaknya itu, kelakuan Dev yang sering membuat onar membuat papanya geram.
"Ingat kata papa Dev berhenti memperbudak wanita dan jangan membuatnya menjadi alat permainanmu lagi mau sampai kapan kamu begini dan lagi Alina itu dari keluarga terhormat. Papa dulu pernah bertemu dengannya di pesta waktu umurnya masih 15 tahun dan dia anaknya sopan tidak seperti nona keluarga kaya lainnya dia sangat rendah hati"
Seakan membenarkan perkataan papanya Dev mengangguk, bisa dibilang ia memang perlahan mengagumi Alina gadis yang sempurna baik fisik maupun jiwanya itu.
"Pa sudah malam tidurlah" Dev beranjak ke lantai atas dan memasuki kamar berdinding putih itu.
Dalam hati papanya berkata kapan kamu bisa berubah Dev hanya karena 1 wanita itu kau membuat banyak wanita menangis.
__ADS_1
Di dalam kamar dia termenung menatap langit langit kamarnya itu sambil sesekali melihat jendela menatap nanar beberapa bintang yang terlihat, perasaannya campur aduk memikirkan perkataan papanya "apa aku akhiri sekarang " Sempat mucul keinginan itu di hatinya namun otaknya kembali bereaksi menyakinkan dirinya bahwa semua wanita itu bagai ujung mata pedang sewaktu waktu bisa mengores pemiliknya.
Hari berlalu seperti biasa tanpa ada hal yang berarti sedangkan waktu sudah menujukan pukul 2 siang ,semua mahasiswa sudah pulang kecuali dia. Alina yang sedang asik melamun di pinggir jendela, beberapa pepohonan dan burung berlalu lalang mengikuti alur pandang matannya.
Ia bahkan tidak menyadari bahwa di depannya ada mata tajam menatap wajahnya. "Al" Suara yang mustahil ia lupakan sekejap mata Alina lalu mengalihkan pandangannya ke arahnya 'Deg' jantungnya seakan berhenti berdetak melihat pria yang membuyarkan lamunannya itu "Alex ka..kau disini"
"Kau bahagia aku kembali ya sampai suaramu bergetar begitu sayang" ucap lelaki gila itu kepadaku.
Sayang? Alina langsung menelan ludahnya cih lelaki laknat yang membuat keras hatinya itu kembali lagi entah apa maunya sekarang, dia yang sangat kubenci sampai ke ubun ubun.
"Senang bertemu denganmu Alex aku ingin tahu bagaimana kabar MANTAN pacarku ini"
Alex hanya membalas senyum itu dengan muka datar " aku baik terlebih setelah melihat putri kecilku ini" ucapnya sambil memegang beberapa helai rambut panjang Alina, Tanpa pikir panjang Alina menangkis tangan itu dan menendang lututnya hingga membuatnya tersungkur. Kemudian ia berjalan keluar ruangan itu.
Alina melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan ruangan itu nafasnya memburu detak jantungnya masih diatas normal ia tidak menyangka akan bertemu orang yang dulu sangat ia cintai sekaligus paling ia benci itu. Lelaki yang merupakan cinta pertamanya, orang yang berjanji akan selalu membahagiakanya tapi disisi lain juga menjadi pria brengsek yang menusuk hatinya dengan bercinta dengan temannya sendiri.
Sampai si parkiran ia merogoh saku bajunya dan mengambil kunci, Alina menaiki mobil merahnya itu dengan kecepatan tinggi Dev yang melihat Alina mengemudi diatas standart berlari ke arah mobil miliknya dan mulai melajukannya terdapat perasaan khawatir terbesit dihatinya
"Gadis bodoh itu mau kemana dia mengebut begitu" sambil menyengkeram keras setir mobilnya ia melaju dengan kecepatan penuh beberapa pengemudi terlihat kesal karena didahului olehnya.
__ADS_1
merekapun mulai berteriak
"woy gila ya"
"jangan ngebut brengsek"
"lo kira jalan punya nenek moyang lu apa"
Alina hanya melajukan mobilnya sesekali menambah kecepatan "dring dring" suara hp berbunyi, beberapa kali ia coba meraihnya namun hp yang ditaruh di samping tempat duduknya itu malah terjatuh ke bawah " Ah sial" tanganya mencoba meraih dan berhasil mengengam hp itu "Hallo kak ada ap" belum sempat ia melanjutkan omonganya ada anak kecil melintas " awassss" hp itu ikut terjatuh bersamaan dengan suara mobil yang melengking "cittt"
Bersambung...
tinggalkan like dan komen ya biar semangat upnya
__ADS_1