Melelehkan Patung Es

Melelehkan Patung Es
Biang lala


__ADS_3

Alina dan Dev yang dikejar dikejar petugas wahana lari dengan kecepatan penuh hosh hosh.


Setelah berhasil kabur mereka pun beristirahat di bangku taman


"glug..segarnya ternyata capek juga ya kau juga segera minum"


"Al apa kita pulang saja aku khawatir taman ini bisa jadi kuburan nantinya "


"hahaha kau becanda ya, memang siapa yang bisa merubah taman jadi kuburan"


"itu kau bodoh, sudah ini terakhir ayo naik biang lala"


Keadaan cukup tenang mereka menikmati pemandangan dari atas "wah indahnya"


Dev yang menatap wajah Alina lalu berkata "iya sangat cantik"


Wush..wush..


Dev yang melihat Alina kedinginan lalu memberikan jaketnya, Dev kemudian berdiri dan memakaikan jaket itu ke Alina


wush wush angin semakin berhembus kencang biang lala yang mereka naiki mulai goyang


"Al kau pegangan"


Biang lala itu bergoyang semakin kencang dan membuat tubuh Dev yang dalam posisi berdiri tidak bisa menjaga keseimbangan dan "bruk" kedua tangannya menimpa badan Alina dan tanpa sadar bibir mereka saling bersentuhan tepat di atas ketinggian biang lala deg..deg..deg.


Menurut kepercayaan setempat apabila biang lala menempati posisi paling tinggi bagi pasangan yang bisa berciuman maka mereka tidak akan terpisahkan.


Dev yang mulai sadar akan posisi mereka lalu mundur dengan cepat wajah mereka terlihat memerah


Alina yang kaget hanya bisa berteriak

__ADS_1


"Dev brengsek apa yang kau lakukan (mengusap bibirnya)" dalam hati ia berkata ciuman pertamaku dengan si brengsek ini hiks


"Al maaf aku tidak sengaja sumpah tadi biang lalanya bergoyang jadi tubuhku tidak seimbang"


Mereka lalu menempati posisi semula karena cuaca yang tidak mendukung biang lalapun dihentikan. Setelah mereka turun suasana menjadi sangat sunyi


Alina lalu mencoba mengawali pembicaraan "Dev apa kau tidak kedinginan kaukan baru sembuh"


"wah sudah mulai perhatian, aku baik kau jangan khawatir toh fisikku tidak selemah itu"


setelah itu mereka masuk ke dalam mobil "emm..Al kitakan belum makan mau mampir ke restaurant"


"eh..boleh"


Mereka lalu pergi ke restaurant saat hendak masuk mereka berpapasan dengan Mia dan Gea.


"Eh ada Mia dan Gea kalian habis makan sudah mau pergi kah"


"Kencan dari mana, bukan Mia kau salah paham kita hanya jalan jalan sebentar" ucap Alina


"kalian tau namaku"


"Bukan cuma kami seluruh kampus juga tau namamu, oh ya aku Gea dan ini Mia kami teman Alina"


Setelah mereka pergi Dev dan Alina lalu makan dan setelah itu mereka pulang


"Sudah sampai terima kasih untuk hari ini Dev"


"Aku juga terima kasih sudah merawatku semalam, dahh aku pulang dulu" brem..


Ke esokan harinya Alina berangkat ke kampus matanya mengelap seperti mata panda

__ADS_1


"Al mata pandamu besar sekali hahah" ucap Sonia


"haiz diam kau Sonia " dalam hati ia berkata semua ini salah Dev karena dia sudah mengambil ciuman pertamaku hiks dan otakku yang bodoh ini tidak bisa berhenti memikirkannya hiks.


"Eh Al lihat mading dulu sepertinya ada pengumunan"


Beberapa mahasiswa berkumpul untuk melihat nilai yang telah keluar. Sonia yang menerobos kerumunan pun kaget sambil berteriak


" Al kau dapat nilai tertinggi selamat ya"


"makasih dan kau sendiri"


"yah lumayan gk buruk buruk amat"


Dev yang melihat Alina mulai menghampirinya


"bagaimana hasilnya?"


"Hai Dev bukan Alina jika tidak mendapat yang pertama diakan jenius " ucap sonia dengan bangga


Alina yang penasaran tentang nilai Dev kemudian bertanya "kau sendiri Dev"


"Sudah pasti aku kalah lagi darimu aku tepat dibawahmu (2)"


"Oh ya teman teman selain itu minggu depan sekolah kita akan ada perkemahan, syukurlah akhirnya ada waktu refreshing biarpun hanya perjalanan alam dan ini sifatnya wajib untuk diikuti"


"oh baguslah Sonia aku sudah menunggu untuk itu karena aku juga suka dengan petualangan"


Kemudian mereka pun masuk ke kelas masing masing


Bersambung....

__ADS_1


Like dan komen ya


__ADS_2