Melelehkan Patung Es

Melelehkan Patung Es
Kepulangan Zordan


__ADS_3

Alina langsung dilarikan ke RSUD terdekat. Setibanya di rumah sakit Alina langsung diperiksa Dokter, kekhawatiran terlihat jelas dimata Paman Bai dan Bibi, meskipun mereka hanya pelayan namun mereka sudah bekerja selama puluhan tahun di keluarga Mo bahkan mereka sudah menjadi pengasuh Zordan dan Alina, jadi mereka sudah menganggapnya anak mereka sendiri.


"Bai kau cepat hubungi tuan dan juga beri kabar ke kampus nona, aku akan menjaganya disini"


Paman Bai pergi menuju kampus, kemudian ia menemui dosen pembimbing Alina.


"Bu saya kemari ingin meminta izin untuk nona Alina, saat ini dia sedang sakit dan masih dirawat di rumah sakit Bu, untuk ujiannya saya mohon agar pihak kampus bisa memberi kelongaran waktu sampai keadaanya membaik"


Setelah urusan izin selesai Paman Bai kemudian menghubungi Zordan.


"Hallo tuan Zordan"


"Ada masalah apa Paman Bai"


"Itu tuan nona Alina masuk rumah sakit, dia demam tinggi tuan" seketika Zordan langsung menutup telephone nya.


Mendengar berita itu Zordan bergegas membeli tiket dan segera kembali ke indonesia.


Di atas kasur itu perlahan ia mulai membuka matanya


"Ah kepalaku sakit, sebenarnya dimana ini(melihat sekeliling) "


"Nona anda sudah sadar, syukurlah tapi nona apakah ada yang sakit, tadi anda pingsan karena itu kami membawa anda ke sini"

__ADS_1


"Aku baik baik saja dan aku ingin pulang sekarang cepat urus kepulanganku"


"Tapi nona tubuh anda masih lemah setidaknya tunggu sampai demam anda turun"


"Tidak ada tapi tapian , pokoknya aku ingin istirahat di rumah saja"


Karena keinginan Alina untuk pulang dokter akhirnya memberinya izin.


"Nona setelah saya periksa demam anda tidak terlalu parah dan anda bisa pulang tapi tolong minum obatnya tepat waktu" ucap dokter tersebut.


Alina pun pulang ke rumah tubuhnya yang lemas membuatnya susah bergerak, selama seharian ia hanya tidur di kamar.


Setibanya di kediaman Mo


"Nona ada dikamar tuan"


Dengan tergesa gesa Zordan pergi ke kamar Alina, Zordan yang cemas langsung memeluk erat adiknya, pelukan hangat yang hampir 3 tahun belum pernah terasa, terlihat jelas kepanikannya saat itu


"Bagaimana ini bisa terjadi kakak kaget begitu mendengar kau pingsan, fisikmu tidak selemah itu memang apa yang kau lakukan"


"Kak aku tidak apa apa, kenapa kau kembali bukanya perusahaan sedang krisis"


"Tidak ada yang lebih penting di dunia ini dibanding kamu Al, yah dan masalah perusahaan juga sudah beres sisanya biar Leo yang menyelesaikan"

__ADS_1


"Kak aku tahu kau khawatir padaku tapi perusahaan itu kerja keras Papa selama ini"


"Kau tenang saja Fashion Mo Grup tidak akan kakak biarkan jatuh lagi pula itu perusahaan pusat jadi biar saham jatuhpun dananya masih cukup, kakak juga tahu itu perjuangan papa dari nol. Ah sudahlah sekarang kau istirahatlah"


Kesokan paginya


Dev yang mengunjungi kelas Alina lagi lagi tidak berhasil menemukan keberadaanya.


"Kenapa dia tidak masuk lagi, ini kan hari terakhir ujian dilihat dari sifatnya dia bukan orang yang akan bolos ujian kan..Biarlah nanti aku akan tanya dosen pembimbinnya"


Setelah ujian selesai Dev menuju ruang dosen disana ia berpapasan dengan Sonia dan mereka pun masuk ke ruang dosen bersama.


"Maaf bu saya Dev temanya Alina, saya ingin bertanya kenapa Alina 2 hari ini tidak masuk bu"


"Alina sedang sakit demam kemaren asistenya kesini dia meminta izin kelonggaran waktu untuk ujian Alina"


Mendengar hal itu Dev langsung pergi menuju rumah Alina bersama Sonia (didalam hati) kenapa wanita ini harus ikut huh...


"Oh ya Dev, menurutmu bagaimana Alina aku memang baru beberapa kali bertemu, dia itu dingin diluar tapi dia hangat di dalam"


"Bagaimana apanya... Dia itu baik" jawabnya singkat


Seketika keheningan terjadi hingga sampai di rumah Alina

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2