
Citra merasa lelah makan enggak ada berhentinya dari tadi pagi, setiap dua jam sekali ada saja yang dimakan Citra. membuat Citra males untuk makan. lagi, Luky masuk kedalam kamar pribadinya di ruangannya dan melihat Citra yang masih asik sama makanannya.
" Sayang, makan kamu banyak sekali, enggak ada berhentinya dari tadi?" Tanya Lucky penasaran
" Iyah sayang, aku juga enggak tahu seperti ini terus, bosan tapi bawaannya lapar terus" Ucap Citra cemberut
" Awas gemuk yah sayang" Lanjut Lucky, Lucky meluk Citra dari samping dan mencium kepalanya Citra
Huek
Huek
Huek
Citra enggak kuat mencium parfumnya Lucky, Citra langsung lari kedalam kamar mandi dirungannya Lucky, Lucky memijit kepalanya Citra dan lehernya Citra yang merasa sakit dan terasa sangat mual. pertama kalinya Citra muntah seperti ini.
" Sayang, kamu pucat sekali." Ucap Lucky kwartir
__ADS_1
" Aku mual sekali sayang, aku enggak kuat cium aroma parfum kamu sayang." Ucapan Citra lemes
" Kita ke dokter yah, soalnya kamu dari tadi enggak ada berhentinya makan sayang." Lanjut Lucky kwartir
" Iyah sayang" Lanjut Citra, Citra jalan keluar kamar mandi dibantu sama Lucky dan bersiap siap ke rumah sakit. Citra merasa enggak kuat jalan tapi enggak tega sama Lucky kalo harus menggendongnya.
Dilain sisi, Melati dan Diego siap siap untuk menikmati jalan jalan ke negeri sakura, Diego sudah menyewa mobil untuk mengantarkan kemana pun Melati ingin kan, Melati merasa perutnya bergejolak dan berusaha menahannya dan enggak ingin merusak acara jalan jalannya lagi.
" Sayang, kenapa muka kamu pucat sekali?" Tanya Diego kwartir
" Enggak apa apa sayang, mungkin kecapean aku, oh yah kita ke tempat wisata yah sayang aku mau melihat pemandangan bunga sakura sayang, belanja besok saja yah." Ucap Melati manja, Melati pegang tangannya Diego
" Iyah sayang" Lanjut Melati
Huek
Huek
__ADS_1
Melati yang enggak kuat akhirnya memuntahkan isi perutnya, Beruntungnya didalam mobil disediakan kantong plastik, Aqua, dan tissu. Melati yang selesai memuntahkan isi perutnya semakin lemes dan pucat.
" Kita ke rumah sakit sekarang yah, aku cemas sekali sayang." Ucap Diego kwartir melihat kondisinya Melati
" Boleh sayang dan maafkan aku yang sudah mengganggu lagi waktu liburan kita sayang" Lanjut Melati sedih dan merasa enggak tega sama Diego
" Santai saja sayang" Lanjut Diego,Diego langsung balik arah dan ke rumah sakit mengecek kondisinya Melati
Dilain sisi, Citra nangis sejadi jadinya saat mengetahui dirinya mengandung sudah dua bulan, Citra nangis bingung siapa ayah biologis anak yang dikandungnya, Lucky yang melihat Citra nangis jadi enggak tega dan faham apa yang dirasakan Citra saat ini.
" Pak, tolong dijaga kandungannya yah, kurangin minta jatahnya sekali melakukan cukup tiga puluh menit, sehari boleh melakukannya dua kali saja tapi tergantung kondisi fisiknya yah, kalo lagi sakit perut atau masuk angin jangan dipaksa yah pak kasihan kondisi anaknya nanti, jangan terlalu capek dan stres yah. tolong diperhatikan nutrisi ibu dan anaknya. sekali lagi selamat ibu atas kehamilannya." penjelasan dokter panjang kali lebar
" Terimakasih dokter, kalo begitu kita pamit dulu." Ucap Lucky, Lucky nuntun Citra untuk keluar dari ruangan dokter.
" Kita akan bahas ini sama Diego, saat dia pulang liburan nanti, kita harus tahu ayah biologis anak ini." Tegas Lucky, Lucky merasa bahagia karena Citra mengandung tapi bingung ayah biologisnya karena kebebasan yang ditentukan Diego membuat mereka bingung saat ini
" Iyah sayang, kita harus nunggu Diego pulang." Ucap Citra lirih, Citra merasa bingung, takut, dan malu. tapi kebebasan yang dialaminya memang keinginan Diego selama ini.
__ADS_1
Lucky membantu Citra jalan pelan pelan meninggalkan rumah sakit, Citra enggak siap untuk ketemu keluarganya kalo tahu kebenarannya. pasti keluarga besarnya kecewa dan marah besar