
Melati merasa bahagia sekali menikmati jalan jalan sore ditemani sama sang suami tercinta, Melati menikmati pemandangan indah komplek perumahannya Diego, Melati melihat pohon mangga yang lagi panen pohon mangga banyak sekali. membuat Melati memberhentikan langkahnya membuat Diego yang melihatnya merasa mupeng alias muka pengen.
" Kenapa berhenti sayang, apa kamu sudah capek?" Tanya Diego, Diego memijit bahunya Melati
" Bukan sayang, aku pengen mangga itu." Ucap Melati manja, Melati nunjuk pohon mangga yang lagi berbuah banyak
" Oh mangga oke, biar bodyguard yang minta ijin manjat. kamu duduk di kursi roda sambil nunggu yah." Lanjut Diego melihat Melati
" Diego sayang mau kan ambil mangga itu, kamu yang manjat." Lanjut Melati, melati memasang wajah memelas dan ngelus perutnya
" Astaga sayang, jangan bercanda mana aku bisa manjat sayang, biar bodyguard saja yah." Bujuk Diego, Diego dari kecil sampai sekarang mana pernah manjat buat makan buah mangga. sekali memerintahkan ART untuk manjat atau beli di supermarket.
"Sayang, maafkan Daddy mu ya sayang, enggak mau ambil buah mangga buat kita." Lanjut Melati sambil ngelus perutnya dengan sedih
" Astaga sayang, jangan bicara seperti itu dong, apapun akan aku berikan asal jangan manjat dong sayang, kalo manjat kamu Akku baru mau." Lanjut Diego dengan terkekeh
__ADS_1
" No jatah, enggak mau manjat pohon mangga, enggak ada panjat pinang selama tujuh hari tujuh malam, biar tersiksa tuh pedang saktinya." Tegas Melati kesel
" Astaga sayang, cuman karena pohon mangga enggak ada jatah selama itu, mana kuat sayang aku enggak menjenguk anak kita. jangan Dong" Bujuk Diego dengan memelas
" Terserah pilih mau manjat atau kehilangan jatah." Tegas Melati, Melati melihat mangga setengah matang langsung keinginan meracik bumbu rujak dengan lima cengek.
Diego melihat Melati yang sedih membuatnya enggak tega melihat istrinya sedih seperti ini, Diego menelan ludahnya dengan kasar, bimbang antara nurutin atau nolak sama sekali.
" Bodyguard, hayo kita pulang, saya malas diantar sama tuan kamu." Ucap Melati sinis menatap Diego
" Tapi nyonya" Ucap bodyguard takut sambil melirik Diego
" Oke sayang, aku panjat pohonnya." Teriak Diego frustasi saat melihat istrinya sudah jalan pakai kursi roda.
" Nah begitu dong, masa nunggu istri merajuk baru mau sayang" Ucap Melati senyum kemenangan, Melati memberhentikan kursi rodanya.
__ADS_1
" Yah sudah, kita ke rumah itu dan aku ijin minta mangga nya. di rumah nanti aku suruh bodyguard beli pohon mangga supaya bisa di tanam di rumah." Lanjut Diego dengan sinis, Diego mendorong kursi roda
" Enggak ikhlas huhuhhuhu" Lanjut Melati nangis semakin kenceng
" Astaga, maaf sayang, Iyah Iyah aku salah. sudah jangan nangis lagi, kita kan mau ambil mangga." Lanjut Diego, Diego bener bener frustrasi menghadapi ibu hamil ternyata enggak mudah
" Huh" Protes Melati kesel, Melati memilih diem dari pada ngobrol sama Diego
" Sayang, kok diem saja sih, kita mau sampai nih, ceria dong sayang" Bujuk Diego, Diego berdiri didepan Melati
" Baru minta mangga saja, kamu enggak ikhlas bagaimana sembilan bulan ke depan sayang. aku jadi takut melihat kamu akan semakin marah kalo aku minta sesuatu selama kehamilan ini." Lanjut Melati nunduk, Melati bingung kenapa jadi lebih mudah marah dan nangis setiap dengar Diego marah marah
"Aarrrggghhh, astaga, menghadapi ibu hamil enggak mudah ternyata. sabar sabar." Batin Diego frustasi menghadapi Melati yang mudah nangis.
" Maaf sayang, aku akan berusaha menahan amarahnya ku yah, aku akan turuti apapun ke inginan kamu, sudah jangan nangis lagi yah sayang" Bujuk Diego, Diego menghapus air matanya Melati
__ADS_1
" Yah sudah aku ke dalam dulu yah, ijin buat ambil mangga buat calon mommy muda ini." Sambung Diego, Diego menciumin wajahnya Melati, beruntung disekitar Melati dan Diego sepi.
" Iyah sayang" Lanjut Melati, Melati merasa puas keinginannya dituruti sama Diego walaupun ada sedikit drama