
Melati dan citra sejujurnya masih betah di Korea dan masih banyak tempat tempat yang belum dikunjungi, Diego yang peka sama perasaannya Melati langsung meluk Melati dan mencium istrinya
" Jangan sedih bunda sayang, kapan pun Bunda bisa kesini lagi yah. tapi kita harus kembali dulu ke tanah air yah sayang, ada pekerjaan yang menanti aku dan Lucky." Ucap Diego lembut, Diego faham keinginan Melati yang baru pergi ke Korea pasti merasa belum puas jalan jalannya.
" Iyah ayah" Ucap Melati sedih, tapi enggak boleh terlalu egois akan tanggung jawabnya Diego yang tetap harus berkerja.
" Kamu juga harus bahagia yah sayang" Ucap Lucky melihat Citra yang masih cemberut
" Iyah sayang, terimakasih dua Minggu ini ajak aku ke dua negara sekaligus sayang" Ucap Citra bahagia dan enggak menyangka mendapatkan bulan madu yang menyenangkan bisa jalan jalan ke US dan ke Korea.
Diego dan Lucky dorong kursi roda Melati dan Citra, Diego melarang Melati untuk jalan selama didalam hotel sampai mobil. Diego enggak ingin Melati kelelahan berjalan.
__ADS_1
Dua jam kemudian, jet pribadinya Diego mendarat dengan sempurna di bandara internasional, Diego membantu Melati turun dari jet pribadinya dan Lucky membantu Citra turun. para bodyguard sudah menyiapkan kursi roda untuk Melati dan citra supaya enggak kelelahan berjalan.
" Kita ke rumah sakit setelah itu pulang yah" Ucap Diego yang jalan santai sambil dorong kursi roda
" Huff, baik sayang." Ucap Melati kesel, tapi Melati malas sekali untuk ngeluh ajakan Diego untuk cek kandungan
" Bosan yah Mel, baru sampai US cek kandungan, mau meninggalkan US cek kandungan lagi, ke Korea juga padahal tadi sebelum ke bandara kita sudah cek kandungan. masa sekarang juga sih buang buang uang saja." Protes Citra, Citra bahagia mendapatkan perhatian dari Lucky tapi kalo keseringan cek kandungan merasa bosan.
" Bener Cit, tapi yah sudah lah terima saja dari pada mereka cuek selama kita hamil lebih repot lagi." Lanjut Melati melihat Diego yang berusaha nahan sabar
Mobilnya Diego sampai di rumah sakit, Diego membantu Melati duduk di kursi roda, dan perlahan dorong sampai dokter kandungan, Lucky membawa Citra ke kantin rumah sakit karena Citra lapar lagi.
__ADS_1
" Makan yang banyak yah sayang, oh yah panggilan kita apa nih. kita belum ada panggilan khusus sayang." Ucap Lucky suapin Citra
" Mamah dan papah bagaimana?" Tanya Citra, Citra yang bingung panggilan sayang diantara mereka.
" Bagus sayang, yah sudah mamah sayang. setelah kita makan susul Diego dan Melati yah." Lanjut Lucky, Lucky ngelus pelan perutnya Citra
" Iyah papah, tapi bungkus cemilan yah takut nanti lapar lagi " Lanjut Citra berusaha santai panggil Lucky dengan panggilan barunya.
" Boleh mah, tunggu sebentar yah, biar papah yang pesan lagi." Lanjut Lucky mencium keningnya Citra dan langsung pergi masuk kedalam kantin untuk pesan lagi cemilan
Dilain sisi, Melati dan Diego senyum bahagia karena anaknya berkembang dengan baik dan sehat, walaupun sudah sering lihat tapi Diego dan Melati enggak pernah bosan untuk melihat layar monitor calon anaknya diperiksa.
__ADS_1
" Berat badannya normal, dan sehat, tetep seperti ini yah Bu, sampai sembilan bulan kedepannya." Ucap dokter, dokter mempersiapkan perutnya Melati dari jel yang dioles ke perutnya
" Pasti dokter, enggak sabar dokter ingin melihat anak pertama kita dokter." Ucap Diego bahagia, Diego rasanya ingin ke rumah sakit untuk melihat anaknya di periksa sama dokter