Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Jalan jalan sore


__ADS_3

Pertama kalinya Melati ingin menikmati pemandangan disekitar rumahnya Diego, Diego enggak mengijinkan Melati jalan kaki untuk jalan jalan.


" Sayang, aku mau jalan saja yah, lebih bebas bergerak." Bujuk Melati memelas


" Enggak sayang, kalo mau jalan jalan sore ini, yah harus nurut sama aku sayang. aku enggak mau kamu terlalu cape jalan. kasihan anak kita sayang." Ucap Diego memelas


" Yah sudah bawa bodyguard, supaya bawain kursi roda, kalo aku kecapean kamu bisa minta bodyguard kasih ke aku kalo kecapean jalan bagaimana? Jangan rusak keinginan istri kenapa sih sayang." Tegas Melati kesel melihat Diego


" Iyah oke sayang, sudah jangan marah lagi yah. maafkan aku cuman peduli sama kondisi kamu dan anak kita sayang." Lanjut Diego dengan lirih


" Tenang yah sayang, aku enggak akan mau egois kok. aku juga ingin anak ini tumbuh berkembang sehat selama sembilan bulan. jadi. enggak masalah aku jalan kalo cape yah tinggal istirahat aku nya sayang." Bujuk Melati, Melati melihat kebelakang, melihat wajah tampan Diego yang berusaha senyum manisnya


" Huff, baiklah nyonya kesayangan, aku turuti jangan sedih lagi yah." Bujuk Diego akhir nya ngalah juga, Diego membantu Melati untuk berdiri

__ADS_1


" Nah begitu dong sayang, terimakasih yah." Lanjut Melati bahagia, Melati menciumi wajah nya Diego.


" Dasar yah bumil, hayo jalan. dan buat bodyguard bawakan kursi roda nyonya ikut kita jalan jalan." Lanjut Diego, Diego melihat Melati dan Bodyguard


" Baik tuan" Ucap Bodyguard


Diego gandeng tangannya Melati, langkahnya sejajar sama Melati, Diego berusaha enggak jalan cepat supaya Melati enggak langsung merasa lelah


" Rumah seluas ini cuman Diego saja yang tinggal?" Tanya Citra penasaran


" Iyah sayang, kedua orang tuanya Diego sudah meninggal dunia, tapi nanti pas nikah bakal ada yang jadi wali hakim nya Diego sih." Ucap Lucky merasa sedih mengingat cerita kedua orang tuanya Diego


" Oh begitu toh, sayang juga sih yah jarang di tempati tapi masih diurus sampai sekarang. sayang disini tanamannya banyak sekali apa ini sudah lama?" Tanya Citra penasaran

__ADS_1


" Iyah sayang, almarhumah ibu nya Diego yang selalu merawatnya sendirian sayang, pas sudah meninggal Diego memerintah ART di sini untuk mengurusnya. kalo Diego pas datang kesini atau kangen sama orang tuanya bisa melihat tanaman disini." Lanjut Lucky, Lucky meluk Citra dari belakang


" Pantas sayang, hemmm aku betah disini sayang, apa boleh kita tinggal disini setelah menikah, bilang saja temani Melati" Lanjut Citra penuh harap


" Boleh sayang, kita akan tinggal disini, supaya kalo aku dan Diego kerja. kamu dan Melati enggak merasa sendirian di apartemen dan di rumah, apa lagi kalo mau kontrol kandungan langsung berangkat bareng." Lanjut Lucky, Lucky mencium kepalanya Citra


" Aku setuju sayang, oh yah apa kamu bisa berenang?" Tanya Citra penasaran


" Bisa sayang, aku kalo kesini selalu berenang kok. bareng sama Diego keseringan kita lomba renang yang kalah harus teraktir yang menang." Lanjut Lucky, Lucky membalikan badannya Citra supaya menghadapnya.


" Aku mau diajarin sayang, dari kecil aku mau berenang di kolam seperti ini tapi enggak kesampaian." Lanjut Citra sedih


" Nanti yah aku ajarin oke." Lanjut Lucky, Lucky faham status sosialnya Citra. dan memaklumi keinginan Citra

__ADS_1


__ADS_2