
Melati melihat lihat ruangannya Diego, sudah lama sekali Melati enggak ke kantor dan ke ruangannya Diego, Melati jalan ke kamar pribadinya Diego, Melati mengenang hari hari setelah menikah gulet panas dijam kerja.
" Aku kangen sayang" Ucap Melati malu
" Kangen apa sayang?" Tanya Diego, tangannya Diego memainkan bukit favoritnya
" Aaaa, yah kangen seperti ini sayang, disaat sibuk sibuknya kerja ayah bisa bisanya mencuri waktu untuk bermesraan disini." Desa han Melati, Melati membiarkan Diego memainkan bukti gunung favoritnya
" Terus sekarang mau lagi?" Goda Diego, Diego puas melihat reaksi Melati
" Tapi kan ada bebysister dan Citra sayang, masa kita bermesraan sih." Lanjut Melati
" Itu sih urusan mudah, bunda siap siap saja, aku pergi sebentar yah. setelah sampai disini aku gempur bunda seperti biasa yah." Goda Diego yang mencium l3h3rnya Melati
" Iya sayang, buruan sayang, aku sudah enggak tahan sayang." Lanjut Melati dengan manja
__ADS_1
Dilain sisi, Lucky kesal sekali, bisa bisanya Diego menitipkan anak dan bebysister dituangkannya, Lucky melihat Citra memberikan ASI ke anaknya merasa iri dan ingin sekali ikut melahap habis ASI yang keluar dari sumbernya.
" Mau apa sayang?" Tanya Citra melihat Lucky menatap Citra dengan tatapan enggak biasa
" Aku haus sayang, aku juga mau ikut minum" Ucap Lucky tetep menatap pusat ASI
" Astaga bayi besar ku ini yah, kalo papah minum juga, kasihan anak kita cuman minum sedikit dong sayang, sabar yah sayang dan ikhlas yah buat jatah ASI saja" Lanjut Citra sejujurnya enggak tega melarang Lucky tapi nanti kasihan anaknya enggak kenyang
" Baik lah mah, yah sudah aku main kan saja yah" Mohon Luky yang enggak mau kehilangan kesempatan memainkan bukit favoritnya begitu saja.
" Bunda keringatnya bikin luar biasa sayang' Goda Diego, Diego menghapus keringat dibadannya Melati
" Aaaahh, ayah sayang, luar biasa aku rindu sekali sekali sayang selama empat puluh hari nahan diri." Desa Han Melati, Melati meluk Diego
" Sama bunda, ayah juga kangen sekali seperti ini sayang, bunda mau program penunda anak atau enggak sayang?" Tanya Diego yang senyum bahagia melihat Melati menikmatiiii pergerakan pinggangnya.
__ADS_1
" Program sayang, setelah dari sini kita ke rumah sakit yah, aku sudah daftar untuk dokter malam sayang. supaya kesana bareng ayah.aaaahh" Desa han Melati, Melati semakin merem melek, semakin lama semakin luar biasa, panjat pinang setelah masa nifas berakhir
" Yah sudah aku temani sayang, sebentar lagi selesai sayang." Lanjut Diego yang merasakan cairan putih keluar, Diego mencium keningny Melati penuh cinta
" Terimakasih sayang,aku sangat puas akhirnya sayang." Bisik Diego lemes
" Iyah sayang, hayo bersih bersih sayang, ayah kan lanjut kerja lagi." Lanjut Melati lemes lemes luar biasa
Diego membantu Melati berdiri dan jalan pelan ke kamar mandi, beruntungnya didalam kamar mandi di ruangannya lengkap membuat Melati enggak kesulitan untuk membersihkan diri.
Dilain sisi, Citra dan bebysisternya Melati duduk santai di ruangannya Lucky, membiarkan Lucky melanjutkan pekerjaannya. sedangkan Citra makan cemilan karena dua jam nutrisi nya terkuras untuk anaknya
" Beruntungnya nyonya, ruangan tuan sama seperti ruangan tuan Diego juga." Puji bebysisternya Melati merasa kagum dan iri
" Iyah mba, Alhamdulillah Lucky mendapatkan ruangan yang sama seperti Diego, hasil kerja kerasnya Lucky mendapatkan banyak fasilitas dari Diego." Ucap Citra merasa beruntung mempunyai suami pekerja keras dan bisa memiliki kemewahan sama seperti bosnya sendiri
__ADS_1