Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Enggak membayangkan mereka ngidam bareng


__ADS_3

Diego dan Lucky melihat Melati dan Citra makan dengan lahap, membuat mereka geleng geleng kepala melihatnya, perasaan porsi makan pertama sudah banyak ditambah makanan kedua dengan porsi jumbo.


" Sayang, kamu makan nya banyak sekali" Ucap Diego, Diego enggak percaya istrinya bisa makan sebanyak ini.


* Iyah sayang, kan yang makan bukan aku saja sayang, tapi ada anak kita juga yang butuh nutrisi juga sayang." Ucap Melati, Melati menghabiskan steak terakhirnya.


" Semua wanita hamil menguras kantong juga ternyata astaga" Batin Lucky, merasa heran


" Enggak membayangkan mereka ngidam bareng, dan makan bareng tengah malam, semoga kalian enggak ada yang ngidam aneh aneh yah." Lanjut Diego penuh harap


" Tenang sayang, aku enggak percaya sama istilah ngidam sayang, aku enggak mau di manja berlebihan dan merepotkan atas nama ngidam sayang. dengan kamu mau Nurudin aku makan dua jam sekali saja sudah bagus." Lanjut Melati santai


" Syukur lah kalo kamu bicara seperti itu sayang, setelah ini mau kemana?" Tanya Diego, Diego bisa melihat wajahnya Melati yang kelelahan tapi masih rela makan karena kebutuhan anak


" Pulang saja bagaimana pak? saya enggak enak badan." Tanya Citra melihat Diego, Diego dan Lucky satu mobil.

__ADS_1


" Boleh kalo itu mau kamu sayang" Ucap Lucky lega, karena Citra enggak memaksa harus tetep melanjutkan jalan jalannya.


Diego membantu Mleati untuk berdiri, bodyguard sudah membuka kursi roda untuk Melati Melati yang melihatnya cuman bisa senyum kecut, enggak bisa nolak pakai kursi roda kalo Diego sudah melihatnya kelelahan dan pucet.


" Kamu mau juga sayang?" Tanya Lucky melihat Citra


" Jalan saja dulu sayang, kalo sudah enggak kuat baru aku minta kursi roda yah." Ucap Citra manja, Citra merasa beruntung enggak ada perjanjian apapun sama Lucky untuk memakai kursi roda


Diego jalan duluan mendorong kursi rodanya Melati, Diego melihat wajah istrinya yang ternyata tidur saat kursi roda didorong.


Dilain sisi, Citra yang melihat baju baju anak langsung berhenti, dan masuk kedalam ruko untuk melihat lihat perlengkan bayi.


" Mau belanja sayang?" Tanya Lucky penasaran


" Pengen sih sayang, tapi usia kandungan aku saja masih dua bulan sayang. tapi aku gemes sayang lihat nya bingung sayang" Ucap Citra bimbang

__ADS_1


" Yah sudah beli baju saja sayang, katanya kan baju bayi itu setiap bulan selalu beli, dan jumlahnya bisa banyak, bagaimana?" Tanya Lucky, Lucky enggak mau ganggu mood Citra sama sekali.


" Seriusan boleh sayang?" Tanya Citra bahagia mendengar ucapan Lucky


" Bener sayang, pilih yang kamu mau yah, aku pasti suka sama pilihan kamu." Lanjut Lucky, Lucky mencium keningnya Citra


Citra yang sudah mendapatkan persetujuan dari Lucky, langsung memilih baju baju anak yang diinginkan Citra, dari baru lahir sampai usia tiga bulan.


" Masih ada lagi sayang?" Tanya Lucky pegang belanjaan Citra


" Sudah sayang, aku juga sudah lelah." Ucap Citra senyum melihat Lucky, kwartir Lucky marah


" Yah sudah kalo memang begitu sayang, kita pulang yah" Lanjut Lucky, Lucky merasa gemas melihat istrinya yang senyum saat minta pulang.


Lucky membayar semua belanjaan Citra dan memberikan kartu hitamnya ke kasir butik

__ADS_1


__ADS_2