Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Terserah Melati saja


__ADS_3

Melati dibuat pusing sama perdebatan antara anak dan orang tua, Diego dan mommy nya yang ingin sekali bulan madu ke Korea sedangkan Orang tuanya Diego menginkan anak dan menantu nya bulan madu di US supaya bisa Deket sama orang tuanya selama beberapa selama bulan madu.


" Sekarang terserah Melati saja mau bulan madu dimana, mommy ikutin keinginan menantu mommy saja." Tegas Mommy nya Diego yang berharap menantunya di pihaknya


" Kamu kan yang mau ke Korea sayang? jadi kita tetep kesana kan?" Tegas Diego yang enggak mau kalah


" Oke oke, biar adil dan kalian enggak berantem lagi. seminggu kita ke US nginep di rumah mommy dan seminggu lagi ke Korea, jadi kita bulan madu dua Minggu. biar adil karena Melati enggak mau Diego sedih dan mommy sedih juga, biar kalian akur juga." Ucap Melati menatap Diego dan mertuanya bergantian


" Tapi sayang" Lanjut Diego ingin protes, enggak bisa melanjutkan ucapannya melihat tangannya Melati memberikan isyarat untuk diam, membuat Diego pasrah


" Baik Mommy setuju, terimakasih son, keputusan yang bijaksana, berarti hayo kita ke US sekarang." Lanjut Mommy nya Diego meluk Melati, ketemu sama menantu dalam waktu tujuh hari sudah cukup untuk orang tuanya Diego.


Dilain sisi, Lucky dan Citra mandi bareng dan siap siap untuk kembali pulang, dan bersiap siap untuk bulan madu ke negara yang diinginkan Citra, Lucky merasa bersyukur orang tuanya enggak memaksa untuk bulan madu ke US.

__ADS_1


" Sayang, semuanya sudah dirapihkan?" Tanya Lucky menatap Citra yang lagi make up


" Sudah sayang, coba cek lagi saja takut ada yang ketinggalan." Ucap Citra, Citra senyum melihat Lucky disampingnya.


" Beres nyonya" Ledek Lucky, Lucky mengecek kembali barang bawaannya, dan langsung duduk lagi disampingnya Citra


" Sudah semua nyonya apa ada lagi?" Tanya Lucky, tangannya Lucky gemas melihat bukit kembar istrinya membuatnya memainkannya dari samping


" Aaaa, dasar yah, enggak bisa lihat gunung kembar nganggur sekali." Desa han, dan protes Citra


" Awas berdiri, aku enggak mau bantu menidurkannya lagi yah. kita mau pulang soalnya." Ledek Citra, Citra membalas Lucky tangannya dengan sengaja memainkan tongkat sakti yang terbungkus rapih


" Astaga sayang, ngebalasnya pas disitu lagi, jelas dia bangun sayang. sudah ah yuk pulang sayang." Protes Lucky, Lucky berusaha enggak memdesaaaahhh bisa bisa bahaya kalo tongkat saktinya bangun

__ADS_1


" Hahahaha, memangnya enak makannya jangan iseng duluan.' Ledek Citra dengan ketawa puas melihat wajah kesel suaminya, nahan nafssoooonggg nya karena ulahnya.


Lucky yang gemas mencubit kedua pipinya Citra, dan mencium wajah istrinya yang sudah rapih sama riasan.


Dilain sisi, Bodyguard membawa barang barang Diego, Melati, dan orang tuanya Diego. Diego ngecek kursi rodanya Melati menjamin enggak ketinggalan.


" Memangnya menantu mommy sakit apa dikasih kursi roda?' Tanya dan protes mommy


" Biar saja sayang, itu bentuk perhatian Diego ke Melati biarkan saja." Protes Daddy nya Diego


" Yes thank Daddy, ngebela Diego, bener kursi roda ini bentuk peduli Diego ke Melati kalo sudah kelelahan jalan bisa langsung duduk dan melanjutkan pergi perginya." Ucap Diego bahagia akhirnya ada yang belain juga.


" Lebay sekali" Protes mommy menatap kesel anaknya

__ADS_1


" Sudah biarkan saja mom, dari pada Diego ngerusak mood saya selama jalan jalan kan. mending dikasih kursi roda ini, lumayan enggak cape jalan tinggal duduk manis dan di dorongin sama Diego hahahaha." Ledek Melati melirik suaminya


" Biar saja, yang penting sayang aku dan anak kita baik baik saja. dorong kursi roda enggak cape kok." Lanjut Diego percaya diri, Diego kesel bisa bisa nya Melati bicara seperti itu padahal setiap hari protes selalu bawa kursi roda


__ADS_2