
Diego nungguin Melati yang cek kandungan di temani sama Lucky, Diego melihat Citra yang lagi menikmati makanannya. Diego memanggil Citra membuat Citra menghampiri Diego yang lagi rebahan
" Ada apa?" Tanya Citra melihat Diego
" Citra, enggak nyangka yah sebentar lagi kita akan nikah sama pasangan masing masing." Ucap Diego, Diego masih mau kebebasan sama Citra.
" Iyah pak, enggak menyangka kebebasan yang anda lakukan memberikan saya jodoh yang baik. terimakasih yah pak walaupun caranya salah." Ucap Citra lirih
" Itu juga salah kamu sendiri, tapi saya Kangen juga sama kamu Citra. kangen panjat pinang gantian sama Lucky, saya juga pengen fokus komitmen sama Melati, wajar kah kalo saya kangen kebebasan kita bareng Lucky." Lanjut Diego lirih
" Salah pak, kita engga boleh ada niat untuk bebas lagi, karena dari niat bisa dijalankan jadi kenyataan yang akhirnya nyakitin pasangan masing masing yang mau komitmen, lebih kasihan Melati nanti nya pak. maaf" Lanjut Citra dengan lirih
" Maaf maaf, cuman perasaan sekilas saja Citra, kangen wajar kan. tapi kamu bener saya harus setia dan Melati sudah berbaik hati untuk sabar menerima kebiasaan buruk saya tanpa emosi berlebihan. saya akan berusaha nahan keinginan itu demi kebahagian istri dan anak saya." Lanjut Diego, Diego senyum manis melihat Citra
" Itu jauh lebih baik, yang bisa anda lakukan. terimakasih sudah cepat sadar pak." Lanjut Citra, Citra mengambilkan air mineral untuk Diego
__ADS_1
" Terimakasih Citra" Lanjut Diego berusaha santai
Tanpa Diego dan Citra sadari didepan kamar perawatan Diego, Melati mendengar semuanya ucapan Diego dan Melati. Lucky yang melihat Mellati merasa bersalah.
" Kamu hebat Mel, enggak mudah nangis dan enggak mudah marah." Ucap Lucky dengan lirih
" Karena dari awal saya tahu kebiasaan buruk Diego, kangen itu wajar tapi yang salah enggak bisa mengendalikannya tapi saya kagum sama Citra enggak mau egois. dan saya berusaha memahami Diego lebih baik lagi." Ucap Melati dengan lirih
" Saya juga sama seperti Citra nahan kebebasan sama perempuan lain, kasihan juga Citra kalo saya permainkan lagi, Citra seperti ini karena saya dan Diego, saya enggak ingin sakiti perempuan lain Mel huff" Lanjut Lucky
Dilain sisi, Diego senyum bahagia melihat Melati masuk kedalam kamarnya, Diego geser duduknya supaya Melati naik keatas kasur.
" Bagaimana kata dokter?" Tanya Diego
" Baik baik saja sayang, kata dokter wajar ibu hamil jalan tapi kalo merasa sakit baru istirahat." Ucap Melati, Melati meluk Diego, Melati merasa lega melihat kondisinya Diego sudah baik baik saja
__ADS_1
" Aku lega sayang dengarnya, tapi tetep yah bawa kursi roda. kalo kamu merasa lelah wajib duduk di kursi roda." Lanjut Diego, Diego mencium wajahnya Melati.
" Iyah Daddy sayang." Goda Melati
" Nah gitu dong mommy sayang" Lanjut Diego, Diego mencium kepalanya Melati
" Dasar bos lucknut bermesraan di atas kasur rumah sakit." Protes Lucky kesel
" Kamu bisa juga sayang, di bad kita juga bisa kok, kamu mau?" Goda Citra, Citra pegang wajahnya Lucky
" Tentu mau sayang, lebih dari mereka kita lakuin." Goda Lucky, Lucky senyum licik melihat Diego
" Dasar asisten Lucnut, balas dendam lebih sadis." Protes Diego kesel
" Astaga kalian ini yah." Protes Melati enggak habis pikir
__ADS_1