
Lucky dan Diego berdiri didepannya Melati dan Citra, tatapan sendu mereka arahkan ke Citra, korban keegoisan Diego dimasa lalu kini akibatnya dirasakan munculnya kehamilan Citra sudah berkembang dua bulan. sedangkan Melati menguatkan dirinya untuk menerima kenyataan pahit.
" Sekarang bagaimana? Citra harus ada suami resminya, begitu juga pernikahan kamu dan Melati haru diresmikan karena suatu saat membutuhkan buku nikah kalian" Ucap Lucky menatap sendu Melati dan Citra
" Melati sudah pasti saya nikahkan resmi, terus sekarang bagaimana nasibnya Citra kedepannya?" Tanya Diego lirih
" Apa kamu siap dimadu? kalo Citra nikah sama Diego, selama sembilan bulan pernikahan enggak bisa tahu anak itu anaknya siapa kan?" Lanjut Lucky menatap Melati enggak tega
" Perempuan mana yang mau dimadu?, apapun alasannya perselingkuhan enggak di benarkan. tapi saya juga enggak tahu kecebong siapa yang berkembang di sana." Ucap Melati lirih
" Maafkan aku sayang, maafkan keegoisan aku dimasa lalu dampaknya sekarang." Ucap Diego merasa bersalah
" Penyesalan selalu dibelakang saya, tapi apapun keputusan kalian harus diterima." Lanjut Melati menahan sesak di dada.
__ADS_1
" Saya siap tanggung, saya enggak tega Melati di madu karena keegoisan kita berdua, saya rela berkorban dari pada nyakitin hati seorang istri." Lanjut Lucky pasrah, Lucky enggak tega perempuan baik seperti Melati harus di madu.
" Kamu yakin Lucky?" Tanya Diego penasaran
" Saya yakin Die, bagaimana kalo pernikahan kita waktu dan tempatnya sama saja, supaya lebih cepat lebih baik, dan menghemat waktu dan tenaga kan." Lanjut Lucky
" Terimakasih Lucky atas keputusannya, saya menerima kamu sebagai suami saya dan saya janji akan jadi istri yang baik dalam segala hal." Ucap Citra haru, Citra tahu kalo Lucky terpaksa memilihnya tapi Citra juga enggak mau protes yang penting anaknya memiliki orang tua lengkap.
" Aku berusaha jadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuk keluarga kita." Lanjut Lucky, Luky meluk Citra, Lucky berusaha ikhlas dan bisa menerima resiko selama ini.
" Terimakasih Lucky, kamu memikirkan hati seorang istri, maafkan keegoisan suami saya dimasa lalu, yang bikin kamu tanggung jawab dan semoga kalian selalu akur dan bahagia yah." Lanjut Melati penuh harap
" Amin Mel" Lanjut Lucky senyum manis kearah Melati
__ADS_1
Diego membantu Melati untuk jalan kedepan pintu dan jalan meninggalkan apartemen, apartemen yang menjadi saksi kebebasan dan keseriusan Diego menjalankan rumah tangga bareng Melati.
Setengah jam perjalanan menuju rumahnya Diego, saat mobil sampai rumahnya Diego, Diego menurunkan Melati dengan pelan pelan dan mendudukkan Melati di kursi roda.
" Sayang, aku bisa jalan sendiri." Protes Melati melihat Diego, yang berdiri dibelakangnya.
" Istri aku lagi mengandung, aku enggak mau istri aku kecapean banyak jalan." Ucap Diego, Diego mencium kepalanya Melati dan mendorong kursi rodanya Melati
" Astaga sayang, aku cuman hamil bukan sakit sayang." Protes Melati, dalam hatinya sangat bahagia dimanja sama suami sendiri
Lucky yang melihat Diego dan Melati senyum bahagia, keputusannya tepat karena Lucky enggak tega menghancurkan kebahagian Melati. perempuan cerdas yang dipaksa panjat pinang tapi minta nikah sirih, supaya halal melakukannya
" Alhamdulillah sayang, kita enggak menghancurkan kebahagian mereka. terimakasih enggak mengijinkan aku jadi madunya Melati." Ucap Citra haru
__ADS_1
" Sama sama, kamu juga layak untuk diperjuangan juga kok sayang, kamu baik dan penurut sama apapun yang aku ucapkan, enggak marah marah berlebihan.aku enggak salah pilih juga." Puji Lucky melihat Citra disampingnya dan menciumi wajahnya Citra. Lucky mulai belajar mencintai Citra.