
Lucky memerintahkan ART nya untuk merapihkan apartemen miliknya, karena keluarga Citra sementara tinggal di apartemen beberapa bulan sampai Citra melahirkan baru pindah.
" Didalam kamar tolong diisi kulkasnya yah buat cemilan, mertua saya, kwartir kalo malam suka lapar, dan isi kulkas di dapur tolong diisi lengkap. terutama makanan buatkan makanan yang enak enak, manjakan mertua dan adik ipar saya" Ucap Lucky memerintahkan ART nya
" Baik tuan, akan saya buatkan masakan yang enak, dan merapihkan apartemen ini setiap harinya." Ucap ART baru yang khusus merapihkan apartemen
" Jangan bikin mertua saya ikut beberes, saya akan sediakan mobil jadi kalo keluarga istri saya mau jalan jalan langsung jalan, atau setiap hari tawarin mau kemana yah, supaya mereka enggak bosan di apartemen terus." Lanjut Lucky, apartemen Lucky memiliki empat kamar, dan Lucky ingin ART dan supirnya nginep di apartemen yang kebetulan mereka suami istri
" Baik tuan, akan saya jalan kan perintah tuan" Ucap supir barunya Lucky
__ADS_1
" Terimakasih sayang atas fasilitas yang papah berikan untuk keluarga aku" Ucap Citra sambil meluk Lucky
" Sama sama sayang, keluarga mamah kan keluarga aku juga sayang. sekarang kita ke mall sayang beli baju, dan sandal untuk orang tua kita dan adik aku sayang. supaya mereka datang semuanya siap, ah sama perhiasan buat ibu dan adik juga yah. biar terlihat semakin cantik selama tinggal disini." Lanjut Lucky ngelus pelan perutnya Citra
" Hayo sayang, baju bapak aku, papah yang pilih kan yah yang menurut papah bagus dan cocok untuk bapak aku pakai." Lanjut Citra yang enggak faham sama fashion laki laki
" Boleh sayang, yah sudah yuk ke mall sayang" Lanjut Lucky yang enggak sabar untuk membelikan baju baju baru untuk keluarga Citra
" Bunda sayang, hasilnya lucu lucu sekali baju anak kita sayang." Puji Diego saat melihat dua baju anak buatan Melati
__ADS_1
" Iyah dong sayang, aku sengaja membuatnya terlihat menyenangkan sayang, apa lagi membayangkan anak kita sudah pakai baju buatan kita sendiri, ada rasa bangga sayang.' Ucap Melati bersyukur pernah belajar membuat baju anak dari tetangganya yang tukang jahit
" Rencana nya mau buat berapa sayang?" Tanya Diego penasaran, karena baju anak dari nol bulan sampai sembilan bulan sudah dibeli sama Melati masing masing bulan tiga puluh baju.
' Dua lusin sayang, aku mau buat baju anak sampai umur tujuh bulan sayang, sampai MPASI saja. soalnya lumayan melelahkan juga sayang." Lanjut Melati dengan terkekeh
" Wow banyak juga, ingat yah sayang, kalo sudah capek jangan dipaksa menjahit apa lagi kalo sudah kram yah sayang, kasihan anak kita nantinya yah." Lanjut Diego, tahu kebiasaan istrinya yang enggak mau diem saja.
" Iyah sayang, aku kan dirumah saja, biar enggak bosan aku nya sayang, makannya menjahit saja." Lanjut Melati terus terang
__ADS_1
' Pekerjaan yang bagus sayang, ibu rumah tangga ada saja yang bisa dilakukan, tapi ingat anak yang dikandung saja yah." Tegas Diego, Diego enggak ingin kejadian di kantor terulang lagi.
" Siap ayah sayang, enggak usah terlalu cemas kan ada Citra yang bisa negur aku kalo aku terlalu lama menjahit. terimakasih sudah peduli sama aku." Lanjut Melati terharu melihat Diego mencemaskan nya, Diego semakin kesini semakin berubah, sifat liarnya sudah pergi entah kemana.