Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Maaf langsung pulang


__ADS_3

Diego memerintah kan bodyguard merapihkan barang barangnya, Diego pengen segera pulang selain Melati hamil dan masalah Citra yang lagi hamil diwaktu yang bersamaan, Diego mengingat selama panjat pinang sama Citra dirinya selalu memakai pengaman karena enggak ingn melakukan kesalahan besar sebelum halal. Melati yang diajak pulang cuman pasrah saja, badannya yang enggak fit membuat Melari enggak mau banyak protes.


" Maaf langsung pulang sayang, aku enggak tega kamu sakit tapi memaksakan diri melanjutkan jalan jalan, kita bisa jalan jalan dilain waktu yah." Ucap Diego lembut, Diego mengelus rambutnya Melati begitu mesra


" Iyah sayang, aku juga badannya lemes sayang, maaf yah ternyata hamil bikin aku enggak sehat dan ganggu liburan kita." Ucap Melati sedih


" Sayang, jangan bicara seperti itu sayang, disyukuri sayang kita dikasih kepercayaan dengan cepat. jangan bicara seperti itu yah sayang." Protes Diego kesel, Kesel Melati seperti menyesal mengandung anaknya


" Maafkan aku sayang, aku janji enggak akan bicara seperti itu lagi " Lanjut Melati, Melati meluk Diego dengan mesra


Dilain sisi, Lucky mengumpulkan bodyguard untuk duduk di ruang tamu, Lucky enggak ingin ada lagi kebebasan selama Citra hamil Lucky enggak ingin terjadi apapun sama anak yang dikandung sama Citra.


" Nanti Diego pulang, akan kita bahas Citra bakal nikah sama siapa dan soal ayah biologis anaknya Citra akan kita bahas sama Diego." Penjelasan Lucky dengan tegas

__ADS_1


" Yah enggak asik dong tuan, saya selama ini pakai pengaaman tuan, lihat saja dikamar barang barang saya, begitu banyak pengaman karena saya enggak mau kecebong saya berubah tuan." Ucap bodyguard pakai baju putih dengan jujur


" Sama tuan, saya manaa berani ceroboh, enakan bebas tuan tanpa beban sama sekali." Ucap bodyguard baju coklat


" Sial, semuanya pakai pengaman berarti yang ceroboh berarti" Ucap Lucky lemes, Lucky ingat betul Diego beli sebox pengaman selama ingin bebas sama Citra sedangkan dirinya enggak pernah sama sekali.


" Apa anda yang ceroboh tuan?, yah dapat barang bekas dong tuan hahahaha." Ledek bodyguard baju putih ketawa puas


Bugh


Bugh


" Maaf tuan" Sambung bodyguard dengan takut

__ADS_1


" Bagus, makannya kalo mau bicara difikirkan dulu dampaknya, kalian masih bagus diijinkan panjat pinang dengan bebas sama Citra, kalo enggak kalian cuman jadi penonton saja selama ini. sial berani sekali ledek saya seperti itu." Bentak Lucky kesel


" Iyah tuan" Lanjut bodyguard


" Sekarang Citra, istirahatlah selama nunggu Diego dan Melati datang." Perintah Lucky menatap sinis melihat Citra


" Iyah Lucky" Lanjut Citra, Citra jalan pelan pelan ke kamarnya


Lucky melihat jam ditangannya dan bersiap siap untuk menjemput Diego dan Melati di bandara sebentar lagi. Lucky memikirkan nasibnya yang dipaksa bertanggung jawab, sebenarnya Lucky masih mau kebebasan ke cerobohan dan menyepelekan resiko jadi nya seperti ini. penyesalan yang enggak ada gunanya.


Dilain sisi, Diego membantu Melati untuk jalan pelan pelan ke mobil, Diego menatap sinis melihat Lucky. rasanya Diego ingin membahasnya tapi ingat Melati juga hamil muda dan masih sakit membuat Diego enggak jadi membahasnya.


" Bagaimana kondisi kamu sayang" Ucap Diego lembut, Diego ngelus pelan perutnya Melati

__ADS_1


" Sudah enakan sayang, aku tadi banyak tidur didalam jet." Ucap Melati mesra, Melati merebahkan badannya di kursi mobil


" Aku lega mendengarnya sayang" Lanjut Diego, Diego mencium wajahnya Melati, rasanya ingin sekali minta jatah tapi mengingat kondisinya masih lemah jadi enggak tega sama sekali


__ADS_2