Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Mantan buaya yah begini


__ADS_3

Melati dan Diego menikmati makan malam berdua di cafe langganan, Diego melotot saat melihat mantan temen ranjangnya makan di cafe yang sama.


" Gawat, ada perempuan itu bisa bisa Melati marah lagi." Batin Diego panik dan kwatier


" Ayah kenapa?" Tanya Melati bingung melihat suaminya enggak bisa diem


" Eh si ganteng, lagi makan bareng sama pawangnya yah" Ledek temen ranjangnya Diego tiba tiba


" Memangnya kenapa makan bareng saya?" Tanya Melati berusaha tenang dan yakin perempuan dibelakang Diego mantan temen ranjangnya


" Mantan buaya yah begini, bakal ketemu sama mantan temen ranjangnya dimana pun dan kapan pun." Batin Melati berusaha tenang.


" Sayang, aku sudah lama enggak ketemu sama dia sayang." Ucap Diego kwatir dan menyesal dulu begitu liarnh Diego


" Aku percaya sayang, terus kamu kesini mau apa yah?" Tanya Melati menatap wanita yang masih berdiri dibelakang Diego

__ADS_1


" Tadi enggak sengaja melihat kalian disini, yah sudah saya samperin deh, sekalian kangen sama si ganteng dan melihat pawangnya yang baru." Lanjut Temen ranjangnya Diego, tangannya diem diam pegang punggungnya Diego


" Lepasin, maaf yah, saya sudah insaf sudah menemukan perempuan baik baik, lebih baik sekarang pergi dan jangan berani berani ganggu rumah tangga saya." Tegas Diego, Diego enggak mau rumah tangga nya hancur karena masa lalunya


" Semua buaya didepan pawangnya galak seperti ini, baik lah saya pergi dulu." Lanjut wanita bayarannya Diego


" Dipegang tadi saja diem saja, jangan munafik." Bisik temen ranjangnya Diego


" Jangan macam macam sama saya' Bentak Diego kesal


Dilain sisi, Lucky menemani anaknya saat Citra baru istirahat, Lucky enggak ingin menitipkan anaknya ke mertuanya, Lucky berusaha ngajak ngobrol anaknya walaupun enggak bisa merespon ucapan Lucky.


" Sayang, anak papa, kenapa enggak mau tidur sayang, mamah lagi tidur tuh.' Ucap Lucky pelan takut Citra mendengar protesnya


Lucky pelan pelan gendong anaknya, dan gerak kanan dan kiri, berusaha anak tidur dalam gendongannya.

__ADS_1


Dilain sisi, Melati melihat Diego yang fokus bawa mobil, lebih banyak diam membuat Melati penasaran apa yang difikirkan sama suaminya.


" Sayang, kenapa diam saja?" Tanya Melati pegang pundaknya Diego kwartir


" Maaf kan aku sayang, karena masa lalu aku mereka bisa muncul tiba tiba, tapi beneran sayang aku sudah berubah, semenjak kita menikah diawal aku sudah tobat sayang, enggak sembarangan celap celup lagi sayang." Ucap Diego kwartir Melati cemburu


" Aku tahu sayang, aku sudah melihat ayah sudah berubah sayang, contohnya ayah enggak lagi panjat pinang sama Citra dulu kan. aku percaya dan tolong jaga kepercayaan aku yah." Lanjut Melati penuh harap, Melati enggak mau terlalu banyak menuntut sama Diego


" Terimakasih sayang, aku janji enggak akan mengecewakan bunda, aku bener bener mencintai Bunda." Lanjut Diego, lega mendengar ucapan Melati.


Diego pegang tangannya Melati dan menciumnya, Diego senyum melihat Melati berharap rumah tangganya selalu tenang tanpa ada benalu sama sekali.


Dilain sisi, Citra melihat Lucky tidur sambil gendong anaknya, Citra senyum bahagia melihat Lucky bener bener menjaga anaknya dengan baik tanpa minta bantuan orang tuanya sama sekali.


" Sayang, aku bahagia sekali papah mau ikut menjaga anak kita." Ucap Citra bahagia, akhirnya Lucky mau ikut ngurusin anaknya.

__ADS_1


__ADS_2