
Citra yang tahu keinginan Melati untuk liburan tentunya merasa bahagia, karena diajak liburan bareng bareng seperti biasanya.
" Berapa lama memangnya mau liburan?" Tanya Citra antusias
" Sebulan yuk, kita merasa kan tinggal di Bali, suami kita bisa nyusul ke Bali setiap hari Jumat sampai Senin pagi langsung berangkat kerja." Ucap Melati dengan santai
" Apa liburan sebulan? enggak salah bunda? jangan kelamaan dong, setiap libur kerja juga boleh sayang, tapi jangan sebulan Doong sayang?" Tanya dan bujuk Diego enggak setuju sama keinginan Melati
" Saya setuju saja sih, bisa lihat bule setiap hari kan lumayan, memangnya mereka saja yang bisa lihat yang bening bening enggak ngedip sama sekali." Ledek Citra melihat Lucky yang sibuk sama handphone nya
__ADS_1
" Jangan begitu sayang, aku kan sudah minta maaf sayang, kalo kalian libur sebulan terus siapa yang layanin kita, apa rela kita jajan sembarangan sayang?' Tanya Lucky pura pura serius
" Oh begitu yah maunya? oke kita lihat siapa yang bertahan dan jajan sembarangan yah, kalian bisa berarti kita bisa dong jajan sembarangan selama sebulan liburan?" Tanya Citra kepancing emosi sama candaannya Lucky
" Dasarnya buaya yah isi otaknya selalu kesana, yah sudah terserah kalian mau jajan sembarangan terserah, mau ancam bodyguard dan Bik sum jangan cerita juga terserah, kita niatnya liburan ditantang yah sudah pertama kalinya liar biar seimbang." Lanjut Melati kepancing emosi
" Astaga sayang, Jangan dengerin Lucky sayang, aku enggak rela bunda bebas seperti itu sayang, dari awal menikah saja aku enggak membiarkan bunda bebas sama karyawan aku kan. oke oke aku setuju sama keinginan bunda, liburan sebulan dan setiap jumat nyusul ke Bali. sudah jangan ngambek lagi yah' Ucap Diego pasrah dan bujuk Melati supaya enggak marah lagi, dan enggak rela Melati liar selama di Bali.
" Papah bagaimana setuju atau enggak?" Tanya Citra dengan serius
__ADS_1
" Perempuan selalu menang yah, yah sudah sayang boleh liburan sebulan, tapi jangan ada kata kebebasan lagi yah sayang." Lanjut Lucky pasrah, Lucky enggak ingin Citra merasakan kebebasan seperti dulu lagi
" Yes, perempuan memang selalu jadi pemenangnya." Lanjut Citra bangga berhasil bujuk Lucky
Diego dan Lucky cuman bisa senyum kecut mendengar ucapan istri masing masing yang berhasil membujuknya, liburan sebulan tanpa panjat pinang tentunya merasa bosan dan kesepian, tapi Diego dan Lucky enggak ingin kehilangan Melati dan Citra cuman karena liburan saja
Lucky pamit untuk kembali ke rumahnya, sedangkan Diego rebahan di ruang tamu melihat Melati memberikan ASI ke anaknya, membuat pemandangan indah bagi Diego selama memiliki anak.
" Sayang, aku haus tahu" Ucap Diego lirih
__ADS_1
" Ke dapur saja sayang, ini kan jatah anak kita, aku sudah minum penambah ASI supaya ASI aku deres, tapi ternyata anak kita minumnya banyak mau bagaimana lagi sayang. maaf yah" Ucap Melati merasa kasihan sama Diego setiap anaknya minum ASI selalu menginginkannya juga
" Anak kita serakah yah sayang, masa ayah nya enggak disisakan sedikit saja, padahal kan ayah juga doyan minum susu dari sumbernya sayang" Lanjut Diego lemes, cuman bisa melihat tanpa bisa minum susu dari sumbernya langsung. tapi Diego berusaha enggak egois dan enggak mencari sumber ASI yang lain