
Diego menahan kakinya sudah enggak kuat nahan sakitnya, Diego berusaha ngambil mangga terakhir paling tinggi. Diego berusaha berdiri dan kaki nya kepeleset membuat Diego jatuh dari pohon yang untungnya enggak terlalu tinggi.
Bugg
" Diego" Teriak Melati, Melati langsung lari menghampiri suaminya.
" Sayang, maafkan aku. ada yang sakit?" Sambung Melati, melati nangis melihat kondisinya Diego yang habis jatuh
" Kaki aku keseloa sayang, sudah jangan nangis yah sayang." Ucap Diego, Diego mencium keningnya Melati
" Maaf kan aku, karena aku kamu jatuh seperti ini." Lanjut Melati nangis, menyesali keinginannya.
Bodyguard mendudukkan Diego di kursi roda, Melati ngalah jalan demi Diego selama ke rumah sakit. Diego pegang tangannya Melati supaya istrinya enggak menyalahkan dirinya sendiri
Dilain sisi, Luky mendapatkan telefon dari Diego dan langsung nyusul ke rumah sakit, di temani sama Citra. Lucky kwartir sama kondisinya Diego
" Apa semua perempuan hamil akan memaksa suaminya manjat pohon mangga?" Tanya Lucky penasaran
" Iyah sayang, kalo lagi pengen mangga dan pengen di manja sama suaminya dan melihat perjuangan suaminya mendapatkan buah yang diinginkan." Ucap Citra dengan manja
__ADS_1
" Astaga, berarti kamu akan seperti itu juga dong." Lanjut Lucky frustasi
" Iyah dong sayang, selain manja dan mau lihat perjuangan suaminya juga sih. kalo mau turutin yah berarti berhasil menguji suaminya kalo enggak berarti emosian dan egois sayang, terapi menghilangkan kehilangan rasa takut ketinggian juga sayang." Lanjut Citra nyengir kuda
" Astaga, bukan terapi namanya tapi nyiksa suami dong, huh aku enggak mau yah sayang" Tegas Lucky, Lucky melihat Citra yang nunduk menutupi wajah sedihnya.
" Astaga, dia jadi baper. jangan jangan dia juga mau seperti Melati." Batin Lucky menyesal
" Yah sudah sayang, jangan sedih lagi yah. yah sudah kapan pun kamu mau aku siap manjat pohon mangga demi kamu Dan anak kita." Lanjut Lucky pasrah, Lucky ngelus lembut rambutnya Citra
" Makannya jangan bicara seperti itu sayang, aku sedih dan kesel mendengar kamu males ikutin keinginan aku." Lanjut Citra senyum puas
Dilain sisi, Diego diperban kakinya, Membuat Melati merasa lega karena suaminya sudah di tangani sama dokter. Diego memerintahkan Bodyguard untuk kupas buah mangga nya untuk Melati.
" Di makan yah sayang" Bujuk Diego, Diego ngambil potongan mangga buat Melati
" Suapin sayang" Ucap Melati manja
" Aaaaaa" Lanjut Diego, Diego dengan telaten suapi Melati
__ADS_1
" Bro, bagaimana kondisinya?" Tanya Lucky baru masuk kamar perawatan Diego
" Sudah enakan bro, kemungkinan besok baru boleh pulang kata dokter." Ucap Diego, Diego kwatir Melati tersinggung
" Alhamdulillah Diego, kalo sudah baikan" Ucap Citra Merasa lega mendengarnya.
" Untungnya enggak patah tulang, aku janji enggak akan minta seperti ini lagi sayang." Lanjut Melati sedih
Diego mencium bibirnya Melati, enggak peduli ada Lucky dan Citra. Diego melepaskan ciumannya menatap istrinya.
" Jangan bicara seperti itu sayang, tugas suami memanjakan apapun keinginan istri asal bahagia mendapatkan apapun yang diinginkan, aku bahagia kamu habiskan buah yang aku perjuangan supaya bisa kamu dan anak kita nikmati sayang. nyawa akan aku korbankan asal istri aku selalu ceria dan anak aku kenyang. kalo kamu sedih dan merasa bersalah aku akan mencium kamu terus dimana pun dan kapan pun. demi kamu kembali ceria." Lanjut Diego modus
" Huh, maunya kamu itu cium aku, Iyah sayang, aku janji enggak akan merasa bersalah terus menerus. maafkan aku yang terlalu merasa bersalah salah. dan terimakasih yah sayang." Lanjut Melati, Melati meluk suaminya
" Astaga, mereka bermesraan buat dapatin maaf. bener bener yah kalian." Protes Lucky kesel
" Itu lah cara bujuk istri yang lagi ngambek, dan berhasil kan." Lanjut Diego dengan bangga.
" Dasar mecum enggak tahu tempat." Protes Citra geleng kepalanya.
__ADS_1