Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Walaupun kamu atasan saya, saya enggak merestui


__ADS_3

Ayah nya Melati masuk kedalam rumah langsung terpaku saat melihat atasannya ada di rumahnya bersama Melati, Ayah nya Melati bingung yang tiba tiba disuruh pulang karena ada anaknya di rumah.


" Bapak" Teriak Melati, Melati meluk bapaknya karena sudah lama enggak ketemu


" Itu kan pak Diego, atasan bapak? ngapain ada disini?" Tanya ayah nya Melati yang mendorong pelan Melati


Diego langsung menceritakan dirinya adalah suaminya Melati yang sudah melakukan pernikahan sirih dan sekarang Melati lagi mengandung anaknya.


Bugh


Bugh


Dua pukulan mendarat dengan sempurna di perut dan wajahnya Diego, wajah tampan Diego kini berubah merah memerah hasil karya ayah nya Melati.


" Walaupun kamu atasan saya, saya enggak merestui, gugurkan kandungan kamu dan bapak enggak Sudi punya memantau macam Diego yang seenaknya." Bentak ayah nya Melati penuh amarah

__ADS_1


" Tapi saya mau hubungan saya dan Melati resmi pak, saya mohon resrui pernikahan kita pak" Ucap Diego lirih, Diego nahan sakit diwajahnya dan perutnya


" Enggak Sudi, bos besar yang enggak ada otaknya. pergi sana saya enggak Sudi mendatangi pernikahan kalian adalah aib untuk keluarga, jangan pernah kesini lagi kamu dan Melati." Bentak ayahnya Melati, Melati yang melihat suaminya dipukul tentunya enggak tega melihatnya.


" Pak, kasih kita kesempatan untuk bisa bahagia bersama pak dengan ikatan resmi pak, Melati mohon mau yah jadi wali nikah Melati." Ucap Melati lirih, Melati terpaksa menikah sama Diego karena awa dijadikan temen ranjang.


" Pergi dan jangan harap kesini lagi, sekali lagi bapak enggak Sudi punya menantu enggak punya sopan santun sama sekali sama orang tua." Lanjut Ayah nya Melati


Diego meluk Melati dan berusaha menenangkan istrinya, nasip Diego sama seperti Lucky yang ditolak saat minta restu orang tua dan minta menjadi wali nikah. kebebasan memang nikmat dijalani tapi menuju halal yang akan dipersulit dan ditentang sama pihak keluarga perempuan dianggap aib keluarga walaupun mau bertanggung jawab.


" Mau kemana kamu?" Bentak bapak nya Citra penuh amarah


" Kasih bantal dan selimut pak buat calon suami Citra." Ucap Citra nunduk ketakutan


" Enggak usah, biar orang kota ngerasain angin malam Di kampung ini." Bentak bapak nya Citra, Bapak nya Citra mau nguji sejauh mana perjuangan calon menantunya menaklukan hatinya

__ADS_1


" Ya Allah pak, kita saja kalo tidur diluar yah sakit pak besoknya, sakit enggak melihat kaya atau miskinnya pak." Protes Citra, Citra enggak setuju sama alasan bapak nya.


" Apapun alasan kamu, Jangan membawa apapun untuk dia mengerti. bapak enggak mau menerima apapun alasannya mengerti" Tegas bapak nya Citra langsung pergi


" Maafkan bapak sayang" Batin Citra sedih


Dilain sisi, Lucky telefon Diego menanyakan bagaimana nasipnya, Lucky melakukan panggilan video ke Diego


" Di hajar dan diusir enggak boleh tidur didalam rumah" ucap Diego lirih diseberang telefon


" Sama saja Diego, disuruh tidur didepan rumah tanpa alasan apapun, tanpa bantal dan selimut. besok pasti sakit nih badan. astaga menghadapi calon mertua lebih serem yah." Ucap Lucky lirih


" Sama, padahal bisa saja sih nginep di penginapan atau apartemen, tapi bisa bisa semakin murka calon mertua duh galaknya parah." Lanjut Diego pasrah, Diego enggak mau ambil resiko


" Sama saja, tadi bodyguard sudah kasih saran buat cari penginapan, tapi kalo ketahuan bisa bahaya saya diamuk bisa bisa gagal nikah." Lanjut Lucky lemes

__ADS_1


Diego dan Lucky saling curhat keadaan mereka, sedangkan Citra dan Melati tidur nyenyak dikamar masing masing dan di rumah masing masing


__ADS_2