
Waktu terus berlalu, kandungan Melati dan Citra menginjak usia sembilan, rumah tangga Diego dan Melati dipenuhi tawa, canda, bahagia,dan emosional. tapi Diego dan Melati mampu melewatinya bersama berakhir bermesraan dikamar berdua.
" Sayang, aku sudah mau melahirkan, kamar anak kita warnanya belum dirubah?" Tanya Melati rebahan di pahanya Diego
" mau warna apa bunda sayang?" Tanya Diego mengelus lembut kepalanya Melati
" Gambar awan sayang dan biru langit, aku suka melihat nya, dikamar anak kita ada cctv kan sayang?" Tanya Melati merasa kwartir setelah melahirkan memakai jasa bebysister
" Ada dong sayang, di setiap sudut kamar sayang, supaya malam kita tidur nyenyak sayang, bunda siapkan ASI yang banyak untuk anak kita. jadi malam kita bisa istirahat lebih banyak." Lanjut Diego, Diego yang tangan Diego paling enggak bisa nahan melihat dua bukit kembar nganggur didepannya, Diego dengan perlahan memainkan pelan dua gunung kembar didepannya.
__ADS_1
" Aaahhh, ayah sayang, tadi kan sudah sayang, masih mau lagi?" Desa han dan tanya Melati kesal
" Enggak sayang, cuman gemes saja aku sayang, melihatnya nganggur yah sudah aku main kan saja." Lanjut Diego dengan terkekeh
" Huh" Protes Melati, Melati berusaha untuk duduk enggak membiarkan suaminya semakin menjadi jadi
Dilain sisi, Lucky ngecek ulang barang barang bayi, dari tempat tidur, popok, baju, pompa ASI dan sebagainya.
" Memangnya kenapa sayang, apa mau ikutin Diego dan Melati juga?" Tanya Citra sambil merapihkan baju anaknya
__ADS_1
" Iyah sayang, buat kita ada waktu istirahat, waktu bermesraan dimalam hari, atau pas mamah sakit atau mengurus kebutuhan aku, masa harus merepotkan keluarga untuk menjaga anak kita" Lanjut Lucky lupa Lucky besar bersama bebysister yang membuatnya kurang kasih sayang orang tua
" Enggak sayang, lebih baik orang tua aku yang kesini, biar orang tua aku ikut menjaga dan bermain sama cucunya dari pada sama bebysister, aku ajak adik aku kesini juga. lagian aku melahirkan kita langsung pindah kan?" Tanya Citra yang menanyakan rumah baru mereka
" Iyah sayang pindah, yah sudah kalo memang mau keluarga mamah kesini, aku siapkan kamar untuk ayah ibu, dan adik mamah yah. biar mereka datang sudah siap ditempati bagaimana?" Tanya Lucky entah kenapa merasa bahagia saat mendengar keinginan istrinya lebih memilih mandiri dari pada pakai jasa orang lain.
" Oke sayang, yah sudah aku telefon mereka untuk siap siap pindah, urus surat pindah pas rumah kita siap mereka tinggal jalan yah." Lanjut Citra, Citra merasa bahagia karena akhirnya bisa kumpul lagi sama keluarganya sekian lama.
" Iyah sayang, urus saja surat pindah keluar mamah, mereka enggak usah bawa apa apa sayang, baju dan keperluan mereka sudah aku siapkan sayang. jadi pindah bawa surat surat penting saja." Lanjut Lucky enggak ingin keluarga istrinya membawa baju sederhananya dan barang barang yang enggak akan ada tempatnya.karena Lucky sudah menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan
__ADS_1
" Seriusan sayang?" Tanya Citra enggak menyangka Lucky sudah menyiapkan segalanya untuk keluarganya
" Serius sayang, makannya yang diurus surat pindah saja, adik mamah kan masih sekolah cukup bawa keperluan sekolah saja, karena disini akan pindah sekolah juga, mamah kan melahirkan bulan besok. jadi sekarang saja telefon mereka untuk urus semuanya." Lanjut Lucky yang siap menanggung segala kebutuhan keluarga Citra