
Diego ngajak Citra dan Lucky main ke rumah, Diego ingin sekali bersantai bareng sahabat sekaligus bawahannya, Citra membantu Melati masak untuk makan siang bareng.
" Kamu sudah tahu keinginan suami kita?" Tanya Citra masak daging balado
" Iyah sudah tahu, mau menjodohkan anak kita kan, saya enggak setuju bukan berarti enggak mau kita jadi keluarga yah. tapi jodoh biar lah mereka yang menentukan jangan dipaksa, biarkan main bareng, sekolah bareng, dan aktifitas bareng. kalo memang jodoh pasti bisa bersatu kok tanpa kita campur tangan atau menjodohkan mereka." Ucap Melati cuci buah
" Saya setuju sama kamu Mel, namanya jodoh jangan kita yang atur kasihan dimereka nantinya enggak merasa bebas memilih pasangan masing masing" Lanjut Citra lega karena Melati menolak perjodohan anak anaknya.
Dilain sisi, Diego dan Lucky ngerjain pekerjaan mereka lewat handphone kebetulan anak anaknya tidur, semenjak punya anak Diego dan Lucky pulang tepat waktu untuk menemani istri masing masing mandiin anak masing masing.
" Die, bagaimana rencana kita menjodohkan anak kita?" Tanya Lucky melihat Diego
" Setuju saja sih, biar enak kan dari sahabat jadi besan satu keluarga, lagian sudah saling kenal enggak usah ada lagi pendekatan keluarga" Ucap Diego santai
" Kalo istri kita nolak bagaimana Die?" Tanya Lucky kwartir
__ADS_1
' Yah semoga saja sih mereka terima sama rencana ini, supaya pasangan anak kita jelas kan. dari pada orang lain lebih baik yang sudah ada kan." Lanjut Diego kekeh menjodohkan anak anaknya, Diego membayangkan jadi satu keluarga bareng Lucky sampai menua bersama
Diego dan Lucky membawa anak anak mereka masuk kedalam rumah, Diego dengan hati hati gendong anaknya masuk kedalam rumah.
Dilain sisi, Melati dan Citra yang melihat Diego dan Lucky jalan ke dapur, langsung mengambilkan nasi untuk suami suaminya, Melati minta bebysister dan bik Sum jagain anaknya Melati dan Citra selama makan.
" Hayo makan dulu, nanti kita santai santai dibelakang." Ucap Melati memberikan makanan ke Diego
" Terimakasih bunda sayang" Ucap Diego senyum ramah ke Melati
" Huh, gombal papah nih, sudah hayo makan supaya kita bisa santai santai bareng." Protes Citra senyum senyum sendiri
Diego, Melati, Citra, dan Lucky. menikmati masakannya Melati dan Citra yang dimasak penuh cinta untuk menenangkan perut suami suami tercinta.
Dilain sisi, Melati menikmati pemandangan indah dihalaman belakang rumahnya Diego, Melati duduk santai sambil kasih ASI.
__ADS_1
" Sayang, sudah lapar lagi belum?" Tanya Diego, mata Diego enggak lepas dari sumber ASI yang terus menerus mengeluarkan isinya
" Sebentar lagi sayang, memangnya kenapa?" Tanya Melati nahan ketawa melihat wajahnya Diego yang nahan nafsongggg
" Mau aku ambil kan enggak sayang, sisain yah ASI nya sayang." Lanjut Diego menatap penuh harap ke Melati
" Dasar modus, yah sudah terimakasih yah sayang." Lanjut Melati dengan terkekeh
Diego dengan terpaksa masuk kedalam rumah ambilkan cemilan untuk Melati, sejujurnya Diego masih betah melihat sumber ASI. tapi kebutuhan nutrisi Melati jauh lebih penting.
Dilain sisi, Citra dan Lucky naik ayunan berdua, Diego sengaja membeli beberapa mainan anak anak untuk Diego dan Melati bersantai bersama, apa lagi kalo ada tamu yang datang.
" Sayang, bagaimana soal perjodohan anak kita?" Tanya Lucky melihat Citra yang gendong anaknya
" Melati juga nolak perjodohan yang papah dan Diego inginkan sayang, Melati ingin memberikan kebebasan untuk anak memilih jodohnya, Melati enggak melarang anak kita main bareng atau nongkrong bareng, kalo kebersamaan mereka ternyata saling jatuh cinta yah bearti mereka jodoh karena perasaan mereka sendiri bukan karena orang tua." Penjelasan Citra, Citra enggak ingin memaksa jodoh untuk anaknya dengan seenaknya
__ADS_1
" Yah sudah lah, papah setuju saja sayang, niat kan biar persahabatan papah sama Diego berubah jadi besan dan satu keluarga, papah enggak akan paksa anak kita suatu saat nanti sayang." Lanjut Lucky pasrah, Lucky enggak mau membantah keinginan istrinya karena kalo Citra ngambek bisa bahaya untuk ketentraman pedang saktinya beberapa hari.