
Lucky yang baru bangun terpaksa harus berangkat kerja, sejujurnya Lucky masih betah berlama lama didalam kamar, Lucky langsung mandi dan nyusul Diego yang mobilnya mogok di pinggir jalan.
" Kita lanjut nanti yah, kamu di apartemen saja, setelah pulang kerja saya ke sini lagi." Ucap Lucky siap siap berangkat kerja, Lucky diam diam sudah memerintahkan bodyguard mengawasi wanita liar yang ada di apartemennya.
" Siap ganteng, aku akan duduk manis di apartemen kami, semangat bekerjanya yah ganteng." Ucap manja wanita bayarannya Lucky, bantuin Lucky benerin dasi nya.
Lucky menciumi wajah perempuan didepannya, sedangkan tangannya naik naik kepuncak gunung kembar setelah itu langsung berangkat nyusul Diego.
Dilain sisi, Diego menatap kesal, bodyguardnya lama sampai tempat Diego, Diego langsung minum air yang dibawakan sama bodyguardnya nya.
" Lucky mana? kalian lambat sekali kesininya, tahu enggak sih saya sudah terlambat berangkat kerjanya." Protes Diego kesal karena hari ini bener bener apes
" Maaf pak, perjalan dari rumah anda ke sini kan cukup jauh, yah sudah anda ke kantor sama siapa?" Tanya kepala bagian bodyguard
__ADS_1
" Sama Luky, sebentar lagi dia sampai sini, lain kali periksa mobil saya dengan benar, apa sudah layak dibawa atau belum mengerti kan kalian?" Tanya dan bentak Diego kesal
" Mengerti pak" Lanjut Bodyguard nahan kesal, bisa bisanya apes sendiri tapi menyalahkan orang lain seperti ini.
Dilain sisi, Melati dan Citra berenang bareng setelah selesai memandikan dan memberikan ASI buat anak anak mereka.
" Kalo berenang begini jadi kangen Diego deh" Ucap Melati yang rindu sama Diego yang sering ngajak olahraga panas didalam kolam renang
" Sama saya juga, Lucky sering sekali ngajak olahraga panas didalam kolam renang, heran sama hobi mereka senang sekali berenang sambil olahraga panas." Protes Citra enggak menyangka Diego dan Lucky punya kebiasaan yang sama urusan mecuuummm
Dilain sisi, semua karyawan kantor, enggak ada yang berani tanya kenapa Diego dan Lucky datang terlambat ke kantor, Walaupun sifatnya Diego sedikit berubah tapi sifat pemarahnya membuat karyawan takut.
" Supir enggak berguna, Masa urusan mobil enggak bisa sih, periksa kondisi mobil layak dipakai atau enggaknya. kan rugi waktu dan tenaga, rasanya mau saya pecat tuh orang." Protes Diego kesal, Diego langsung duduk di kursi kebesarannya
__ADS_1
" Namanya manusia Diego kadang bissa hilaf, yah sudah saya ke ruangan dulu yah, sekalian mau nelefon istri tercinta.' Ucap Lucky yang merasa kangen sama anak dan istri
" Halah, oh yah kalo mau jajan sembarangan, bilang dong, kalo Citra nanya kamu kemana kan saya bisa jawab, ingat jangan bikin salah faham karena ulah kamu sendiri.' Lanjut Diego kesal karena Lucky main jalan saja tanpa bilang apapun
" Siap komandan, yah sudah saya permisi" Lanjut Lucky cuman senyum melihat Diego yang kesal
Diego menatap sinis kearah Lucky setelah itu mulai membuka laptop ngerjain pekerjaannya.
Dilain sisi, Citra dan Melati menikmati pemandangan dihalaman belakang rumahnya Diego, habis berenang langsung makan cemilan yang dibuat bik Sum
" Katanya tadi mobilnya Diego mogok, melihat wajah kesalnya Diego kasihan juga." Ucap Melati sedih bisa bisanya mobil mewah mogok dipinggir jalan
" Tapi untungnya cuman mogok saja yah, enggak yang lain nya kan. lain kali Diego jangan belagu bawa mobil sendirian Mel" Ucap Citra yang cemas dan kesal sama Diego
__ADS_1
" Sudah dibilang tadi, katanya nyesel seenaknya bawa mobil sendiri, biasanya disupiri huh." Protes Melati kesal dan bersyukur Diego enggak kecelakaan karena mobil mogok