
Melati diam diam membawa makanan dan minuman yang dibawa dari rumah, Melati keluar rumah pelan pelan buka pintu supaya enggak ketahuan sama orang tuanya
" Sayang" Ucap Melati lirih, Melati deketin Diego yang lagi telefonan
" Sayang, kenapa keluar?" Tanya Diego bingung melihat Melati keluar rumah
" Aku mau bawain cemilan ini sayang, kamu pasti lapar yah, maafkan bapak sayang dan aku enggak tega melihat kamu tidur diluar sendirian tanpa alas apapun sayang" Lanjut Melati sedih, sedih karena suaminya di kerjain sama bapaknya
" Terimakasih sayang, Biar saja sayang kalo kamu bawain selimut dan bantal bapak justru marah sama kita, hari pernikahan kita hitungan hari sayang." Bujuk Diego, Diego meluk Melati.
" Tapi aku enggak tega kamu seperti ini sayang, yah sudah kita pulang saja kalo bapak enggak mau nikahi kita secara resmi, kita kan sudah nikah sirih." Lanjut Melati lirih
" Tapi anak kita nanti tetap membutuhkan surat surat nikah resmi kita sayang, sabar yah hadapi amarah bapak sekarang. lebih baik kamu masuk kedalam kamar nanti sakit yah" Bujuk Diego, Diego menahan rasa dingin dan nyamuk yang dari tadi menyerangnya.
__ADS_1
" Iyah sayang" Lanjut Melati lirih, Melati terpaksa nurut sama keinginan Diego, Melati berdiri dan masuk kedalam rumah.
" Ternyata sulit menaklukan hati calon mertua sendiri, padahal dikiriain kerja di perusahaan sendiri bisa meluluhkan ternyata enggak sama sekali, jabatan tetep jabatan restu tetep restu, astaga perjuangan sekali." Batin Diego sedih, bingung dan kesel.
Diego berusaha bisa tidur walaupun tanpa alasan apapun di kursi, Diego garuk kaki dan tangan dari serangan demi serangan dari nyamuk malam.
**************************
" Sudah biasa bangun pagi?' Tanya bapak nya Melati
" Iyah pak, sebelum berangkat kerja saya selalu bangun pagi, untuk meriksa dokumen kerja hari ini dan siap siap untuk berangkat kerja." Ucap Diego, merasa bingung mau ngapain akhirnya olahraga
" Rajin juga bangun sepagi ini, yah sudah bapak mau berangkat kerja dulu." Lanjut Bapak nya Melati, jabatan bapak nya Melati di cabang perusahaan Diego, cukup penting yaitu manajer marketing, Diego enggak menyangka karyawan yang rajin selama ini adalah bapak nya Melati
__ADS_1
" Nanti dulu pak, soal restu nikah kita kapan pak? dan sebentar lagi hari pernikahan saya dan Melati?" Tanya Diego to the points.
" Jalanin seharian jadi orang susah, pas sore saya pulang baru kasih jawaban yah nak." Tegas bapak nya Melati santai
" Astaga, apa maksudnya ini." Batin Diego kesel
" Baik pak, semangat bekerja hari ini." Lanjut Diego santai
" Jangan gunakan kekuasan kamu, untuk minta tolong sama bodyguard kamu yah. kamu disini bukan atasan saya tapi kamu di rumah saya sebagai menantu saya yang berjuang minta restu. oke" Tegas bapak nya Melati, tahu dari semalam sampai sekarang pagi. ada beberapa bodyguard Diego yang masih ada di depan rumah.
" Iyah pak pasti, jangan kwartir soal itu, silahkan berangkat kerja pak. saya enggak akan menggunakan kekuasaan saya pak" Lanjut Diego, pertama kalinya Diego Salim ke tangan bapak nya Melati.
Bapak nya Melati ngangguk setuju, dan langsung naik motor untuk ke perusahaannya Diego. perjalanan yang ditempuh dua jam dari kampung sampai ke pusat kota.
__ADS_1