Menaklukan Hati CEO Galak

Menaklukan Hati CEO Galak
Karena sakit mendapatkan restu


__ADS_3

Kedua orang tuanya Citra ribut membahas restu untuk pernikahan anaknya, ibu nya Citra mendesak suaminya untuk memberikan restu dan bersedia menjadi wali nikah anaknya mau ikut ke Jakarta.


" Nak Lucky, seperti ini juga karena minta restu bapak dan bapak kerjain nak Lucky jadi seperti ini." Tegas ibu nya nya Citra dengan nangis


" Tapi salah sendiri Bu, suruh siapa sudah ngisi baru dinikahi Bu." Liirih bapak nya Citra kesal, anaknya membawa aib bagi keluarga besarnya.


Dilain sisi, Bapak nya Melati senyum sinis melihat menantu sekaligus bos nya kesakitan seharian turun langsung ke sawah dan berkebun tanpa di bantu sama sekali


" Bagaimana rasanya sakit semua bapak?" Tanya bapak nya Melati sinis melihat Diego


" Buat laki laki sakit seperti ini wajar pak, untuk mencari nafkah untuk keluarganya, rasa sakit bisa ditahan asal anak dan istri enggak kelaparan." Ucap Diego, Diego berhasil mengambil inti dari semua yang dirasakannya seharian ini.


" Cerdas, kamu menantu yang cerdas, walaupun saya kecewa dan tahu kebiasaan buruk kamu selama ini. Saya saya kasih restu untuk kamu, jaga Melati, lindungi, dan bahagiakan dia. Jangan sampai ada perselingkuhan sama sekali, saya dengar kamu selingkuh dihari yang sama saya yang akan membalas air mata dan sakit hati anak saya ke kamu mengerti." Tegas bapak nya Melati, enggak ingin anaknya dijadikan mainan sama Diego


" Insya Allah atas ridho bapak saya akan membahagiakan Melati selamanya pak, dan saya akan setia sama Melati." Tegas Diego meyakinkan Mertuanya


" Yah sudah saya dan ibu nya Melati mau ikut ke Jakarta, dan satu syarat apa kamu mau kabulkan?" Tanya Bapak Melati, Bapak nya Melati dari dulu ingin sekali tinggal di Jakarta memulai semuanya dari awal

__ADS_1


" Apa itu pak?" Tanya Diego penasaran


" Saya ingin pindah ke Jakarta, saya ingin menjual semuanya demi bisa temani Melati di Jakarta, dan soal pekerjaan apa bisa saya di pindahkan dengan jabatan yang sama?' Tanya bapak nya Melati


" Bapak enggak usah bekerja pak, biar saya saja yang bekerja di kantor, biar bapak menikmati masa tua bapak. Kalo mau ada kegiatan bapak berkebun saja di rumah pak, bapak bisa berkebun sambil bermain sama cucu tanpa harus bekerja kembali" Lanjut Diego, sebagai rasa bersalahnya, Diego akan menanggung biaya hidup mertuanya.


" Apa kamu membujuk saya, dengan cara seperti itu?" Tanya bapak nya Melati menatp Diego


" Saya ingin memanjakan bapak dan ibu yang sekarang menjadi orang tua saya juga, bagaimana apa bapak mau?" Tanya Diego penuh harap


" Oke bapak setuju, bapak akan urus semuanya, dan kita juga akan siapkan keberangkatan ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan kalian" Lanjut Bapak nya Melati yang akhirnya luluh sama menantunya.


" Kita masih ada lima hari pak, biar bodyguard saya yang urus menjual rumah, sawah, dan perkebunan bapak.' Lanjut Diego bahagia


" Silahkan urus saja, biar bapak dan ibu urus persiapan kita ke Jakarta.' Lanjut bapak nya Melati


Diego Salim ke bapak nya Melati bahagia rasanya mendapatkan restu, perjuangan dan pengorbanan seharian membuahkan hasil.

__ADS_1


Dilain sisi, Citra sedih sekali melihat suaminya lemah dan masih betah tidur seperti ini, Citra rasanya enggak sanggup hidup melihat Lucky yang masih koma seperti ini


" Bangun sayang, apa enggak kasihan melihat aku dan anak kita sedih terus, melihat kamu masih koma seperti ini." Ucap Citra dengan lirih


Citra merasakan tangannya Lucky bergerak dan langsung bahagia melihat suaminya perlahan membuka matanya.


" Sayang" Ucap Lucky dengan lirih


" Sayang, akhirnya kamu bangun juga." Ucap Citra, Citra meluk Lucky dengan perasan bahagia dan haru.


" Jangan nangis sayang, kasihan anak kita.kalo bunda nya nangis terus." Lanjut Lucky, Lucky mencium keningnya Citra.


" Bagaimana enggak nangis, kamu tidurnya lama sekali sayang." Lanjut Citra yang enggak mau melepaskan pelukannya.


" Bapak dan ibu mana sayang?" Tanya Lucky lemah


" Mereka melanjutkan berantemnya di rumah, ibu mau bawa baju ganti kita sayang." Lanjut Citra

__ADS_1


" Ya ampun sampai berantem segala, maafkan aku yang enggak kuat dingin sayang." Lanjut Lucky merasa malu


' Enggak semua kuat dingin sayang, wajar kok kalo kamu enggak kuat, Dingin AC dan dingin udara bebas kan berbeda sayang. Maafkan keisengan bapak." Lanjut Citra manja


__ADS_2