Menantu dengan Kemampuan Medis Super

Menantu dengan Kemampuan Medis Super
Bab 18 Badut!


__ADS_3

“Ada!”


Triple Fazura menggertakkan giginya dan berteriak: “Deking Triple Gate-ku itu Aliansi Skythorn! Aku orangnya Senior Terry Mohammad! Kamu ini Komandan Perbatasan Selatan, harusnya tahu Aliansi Skythorn itu seberapa mengerikan, ‘kan! Kalau kamu membunuhku, Aliansi Skythorn pasti mencoba membunuhmu terus sampai kamu mati!”


Adiwangsa Suprapto berangguk lagi dan berkata: “Terry, cepat keluar.”


“Cepat keluar?”


Cepat lagi!


Jangan-jangan Senior Terry juga di sini?


Saat mengangkat kepala, ekspresi Triple berubah lagi.


Ya, Senior Terry Mohammad dari Aliansi Skythorn juga ada di sini. Dia memakai topeng putih dan baju panjang berwarna hitam dengan sebuah belati berwarna merah berdiri tegak di bagian dada. Di samping belati juga ada gambar beberapa tetes darah.


Itu adalah logo Aliansi Skythorn.


Aliansi Skythorn adalah kumpulan pembunuh-pembunuh terkuat. Banyak dari pembunuh yang paling ditakuti di Daftar Pembunuh Internasional berasal dari Aliansi Skythorn. Di antaranya ada 9 senior, Senior Terry Mohammad ini juga salah satunya, kekuatannya sangat menakutkan!


Meskipun Triple tidak melihat ekspresi Senior Terry, tapi dia bisa yakin itu adalah Senior Terry Mohammad dari logo di pakaian yang dikenakannya!


Seorang pembunuh mengerikan yang bersembunyi di kegelapan. Namun, kini pembunuh itu malah terpapar di bawah sinar matahari!


“Hormat kepada Komandan Adiwangsa!”


Senior Terry Mohammad memberi hormat.


Kulit kepala Triple Fazura mati rasa.


Adiwangsa bertanya pada Terry: “Kau mau selamatkan dia?”


Senior Terry menoleh dan melihat Triple. Pandangannya penuh dengan niat membunuh yang membuat Triple merasa sedang ditusuk jarum. Rasa krisis yang ekstrem menyebar dari dalam hatinya.


“Komandan Adiwangsa telah menyelamatkan nyawa saya di medan perang Perbatasan Selatan. Berani-beraninya orang ini bermusuhan dengan Komandan Adiwangsa, Terry mati pun tidak bisa tenang!”


Sambil berkata, dia tiba-tiba mengangkat tangannya.


Jleb...


Darah berceceran.


Terry menusuk pahanya dengan belati, kemudian tarik keluar.


Tusuk lagi!


Tarik keluar, tusuk lagi!


Tiga kali tusukan, enam lubang!


Triple gemetar seolah-olah tersengat listrik. Dia mati pun tidak akan percaya Senior Terry Mohammad yang tidak takut pada langit dan bumi bisa begitu rendah hati di depan Adiwangsa!


Saat melihat Terry masih mau menusuk diri sendiri, Adiwangsa mengernyit. “Cukup, ke sampinglah.”


“Terima kasih, Komandan Adiwangsa.”


Terry berjalan ke samping dengan pincang. Namun, matanya selalu tertuju pada Triple seperti ular berbisa yang akan menggigit mangsanya kapan saja!

__ADS_1


Saat negara musuh menyerbu dan perbatasan selatan hampir diterobos, Aliansi Skythorn telah mengutus orang untuk memberi bantuan. Senior Terry Mohammad ini merupakan salah satunya. Karena ini juga, Negara Naga bisa mengizinkan keberadaan Aliansi Skythorn.


Adiwangsa telah memungut terlalu banyak orang dari tumpukan mayat dan merebut terlalu banyak orang dari tangan penguasa akhirat. Terry juga salah satunya. Bisa dikatakan, selama Adiwangsa berkata, seluruh Aliansi Skythorn akan rela berkorban untuknya.


Adiwangsa mencibir. “Aliansi Skythorn tidak bisa menyelamatkanmu. Lanjutkan.”


“Aku... aku...”


Triple hampir menggila.


“Ak bilang, lanjutkan!”


Triple gemetar karena ketakutan. Dia hampir saja ngompol di celana, lalu berkata dengan gugup. “Aku... berteman dengan orang terkaya di daerah barat daya, Roni Claudio, Kepala Keluarga Claudio...”


“Omong kosong!”


Terdengar suara makian yang keras.


Triple melihat ke arah sumber suara dengan linglung. Dia melihat seorang pria paruh baya yang tampak kaya bergegas keluar dari Hotel Grand Masa. Wajahnya memerah karena marah. Bahkan tangannya pun gemetar. “Triple Fazura, sejak kapan aku berteman denganmu?”


Sambil berkata, Roni menghadap ke arah Adiwangsa dan berkata dengan sopan. “Komandan Adiwangsa, Anda ini penyelamat ayah saya. Keluarga Claudio kami sangatlah menghormati Anda! Anda jangan dengarkan omong kosong orang ini. Saya memberinya sedikit bisnis karena dia telah menjilatku beberapa kali, tapi Anda jangan khawatir. Saya baru saja menekan semua bisnis Triple Gate. Kini dia sudah tidak memiliki apa pun!”


Duk.


Triple terduduk di tanah tanpa daya.


Bisnis yang begitu besar telah lenyap! Kini dirinya, Triple Fazura sudah menjadi orang miskin!


Anak sudah meninggal!


Bisnis keluarga sudah lenyap!


“Tidak! Aku ini pamannya Baim Waris, jenderal perang di barat daya! Kamu tidak boleh membunuhku!” Triple memohon dengan putus asa.


Adiwangsa berkata: “Baim Waris, ya? Bawa ke sini.”


Lalu, Triple melihat seorang pria berseragam militer diseret keluar dengan kondisi terikat.


“Triple Fazura! Dendam kita akan berlanjut selamanya!”


Jenderal perang di Barat Daya, Baim Waris berteriak kepada Triple dengan emosi.


“Bunuh.”


Dor!


Suara tembakan.


Kepala Baim Waris meledak. Triple melihatnya dengan pandangan kosong.


“Baim Waris, jenderal perang di Barat Daya, telah menjadi militer selama 12 tahun, kejahatan yang telah dia lakukan...”


Rias Anggun mengumumkan 36 tuduhan Baim Waris yang masing-masing bisa membunuhnya puluhan kali!


Orang ini memang pantas dibunuh!


Adiwangsa bertanya kepada Triple: “Masih ada?”

__ADS_1


Bibir Triple gemetar dan benar-benar terdiam.


“Karena kau tidak sanggup mengatakannya lagi, maka aku akan membantumu.”


Adiwangsa mengangkat tangannya, lalu melambaikannya. “Semuanya keluarlah.”


Belasan orang berjalan keluar dari Hotel Grand Masa. Semua orang menundukkan kepalanya dan tampak panik. Mereka semua adalah orang-orang yang lumayan akrab dengan Triple Fazura. Di antaranya, ada partner bisnis, ada juga orang yang ditipu dan dimanfaatkan oleh Triple. Tanpa kecuali, semuanya sangat berstatus.


Triple melihat mereka semua dengan linglung. Dia merasa dirinya seperti badut yang mengira dirinya sangat pintar melompat, namun sebenarnya tidak!


Sedangkan orang-orang ini, mereka menatap ke arah Triple seperti binatang buas yang tidak sabar ingin menelannya hidup-hidup.


Adiwangsa berkata dengan santai. “Dekingmu, masih ada?”


“Senior Ethan! Benar! Senior Ethan!”


Triple berteriak dengan histeris. “Aku orangnya Senior Ethan! Kamu tidak boleh membunuhku!”


Cahaya dingin melintas di dalam mata Adiwangsa. Dia mengeluarkan ponselnya, menunduk, dan bertanya: “Senior Ethan, dia bilang dia itu orangmu.”


“Itu fitnah, Komandan Adiwangsa.”


Sebuah suara yang tua berbunyi dari ponsel. “Saya bersumpah dengan reputasi saya, saya tidak pernah berhubungan apa pun dengan Triple Fazura. Komandan Adiwangsa, tolong selidiki siapa yang sedang memfitnah saya!”


Adiwangsa mengalihkan layar ponsel kepada Triple Fazura.


Melihat orang tua yang muncul di dalam layar, Triple tertegun.


Ini Senior Ethan?


Tidak! Tidak benar! Bagaimana mungkin ini Senior Ethan?


Dalam seketika, Triple mengerti. Selama ini dirinya telah dimanfaatkan. Orang yang di belakangnya bukanlah Senior Ethan. Jadi, siapakah orang itu?


Badut!


Badut sesungguhnya!


Bahkan dimanfaatkan oleh siapa pun tidak jelas. Dirinya masih berani berharap terus menjadi langit di Kota Pantol? Bahkan menjadi langit seluruh daerah barat daya?


Triple merasa dirinya sungguh konyol.


“Kelihatannya, Senior Ethan juga bukan dekingmu. Kalau begitu, apa kau masih ada deking lain?”


“Tidak ada... sudah tidak ada... tidak ada lagi...”


Triple tampak sangat terpukul oleh fakta ini. Namun, dia berdiri lagi, lalu bunyi suara gedebuk... Dia berlutut di tanah.


“Komandan Adiwangsa, mohon ampuni saya.”


Triple gemetar dan memohon dengan ekspresi menyedihkan. “Saya yang buta. Ini salah saya! Tidak seharusnya saya melawan Anda! Mohon ampuni saya!”


“Aku telah membunuh anakmu.”


Adiwangsa menunjuk Eka Fazura yang terbaring di genangan darah seperti sepotong daging busuk. “Kau ini ayahnya. Kau harus membalas dendam untuknya.”


“Tidak... tidak... Komandan Adiwangsa! Eka itu hasil karmanya sendiri. Saya sama sekali tidak tahu sebab dan akibatnya! Kalau saya tahu, sebelum Anda mengambil tindakan, saya pasti sudah memukulnya sampai mati! Ini semua kesalahan dia sendiri! Tidak berhubungan dengan saya!”

__ADS_1


Melihat Triple Fazura yang seperti ini, banyak orang yang merinding dan menatapnya dengan pandangan menghina.


Kenapa manusia bisa begitu menjijikkan?


__ADS_2