Menantu dengan Kemampuan Medis Super

Menantu dengan Kemampuan Medis Super
Bab 31 Dia Tidak Pantas!


__ADS_3

Saat ini, wanita rok merah berjalan mendekat sambil menyerahkan ponsel yang mahal kepada Waris.


Waris tertegun.


Wanita rok merah itu melirik Adiwangsa dulu, lalu berkata: "Sudah menghubungi Tuan Muda Zaky, Tuan Muda Zaky memintamu angkat telepon."


Waris Hutama seperti kesetrum listrik dan mulai berkeringat dingin.


Wanita ini bisa menghubungi Jason Zaky secara langsung!


Waris menerima ponselnya dengan gemetar, lalu memanggil dengan ketakutan: "Tu... Tuan Muda Zaky..."


Di ujung telepon, berbunyi suara yang sangat sombong: "Waris, kau habis makan nyali beruang, ya? Beraninya kau menyinggung temanku?"


"Tidak, tidak, Tuan Muda Zaky..."


Seluruh tubuh Waris melemas.


Jason Zaky bertanya: "Utang berapa?"


Waris melihat ke arah Adiwangsa dengan putus asa dan berkata dengan ragu: "2 mili... 20 miliar."


"Bayar. Kalau tidak bayar dengan uang, maka bayar pakai nyawa kau. Ngerti?"


"Baik, baik. Tuan Muda Zaky, Anda tenang saja. Saya pasti bayar!"


"Kembalikan ponselnya ke temanku."


Waris menyerahkan ponsel itu kepada wanita rok merah itu dengan gemetar. Dari sudut pandangnya, dia bisa melihat kaki putih wanita itu dengan jelas. Jika dulu, dia pasti akan menjadi sangat bergairah. Namun, sekarang dia berusaha menuundukkan kepalanya dengan sebisanya dan sama sekali tidak ada keinginan untuk mengintipnya.


Wanita itu mengambil kembali ponselnya sambil tersenyum, lalu kembali ke sisi Adiwangsa dan memberitahunya dengan hormat: "Tuan Adiwangsa, selain Waris akan membayar 20 miliar secara pribadi, Jason Zaky juga akan membayar 20 miliar sebagai bunga atas namanya sendiri."


Adiwangsa mengangkat alisnya: "Kamu dan Jason itu teman?"


Wanita itu mencibir, "Dia tidak pantas."

__ADS_1


Waris kaget!


Jason Zaky, ahli waris keluarga Zaky yang akan menjadi pemimipin Keluarga Zaky di masa depan tidak pantas berteman dengan wanita ini! Dan wanita ini sangat menghormati Tuan Muda Keluarga Suprapto yang dulunya begitu sampah. Sikapnya sama persis seperti sikap dirinya terhadap Jason Zaky!


Adiwangsa...


Waris menjadi linglung.


Sampah, pecundang, banci, penakut...


Kata-kata menghina yang dulunya selalu digunakan untuk mengejek Adiwangsa, benar-benar berbeda dengan pria yang saat ini di depannya!


Adiwangsa membuka suara: "Waris."


"Ya!"


Kalau bukan kakinya sudah patah dan mati rasa, dia pasti akan berlutut dengan patuh!


"Jason Zaky ikut menghinanya, tidak?"


Adiwangsa bertanya lagi: "Jason Zaky tahu, tidak?"


Waris segera bergeleng: "Tidak, tidak. Tuan Muda Zaky tidak tahu."


Adiwangsa berangguk: "Baguslah kalau tidak tahu. Hari ini, aku tidak pernah datang, termasuk dia. Mengerti?"


'Dia' yang Adiwangsa maksud tentu saja adalah Mustofa.


Waris buru-buru berangguk: "Ngerti! Saya ngerti! Ngerti semuanya!"


Adiwangsa berjalan ke hadapan Mustofa dan berkata dengan tenang: "Ayo."


Mustofa masih bingung. Pria yang di depan mata ini sepertinya bertumpang tindih dengan putranya yang lemah. Ini membuatnya merasa sungguh asing.


Setelah keluar dari pintu, mereka segera mendengar suara hujan "srash" yang deras. Hujan kali ini benar-benar sangat lebat. Rasanya seperti langit telah bolong dan tidak bisa menahan air yang turun sama sekali.

__ADS_1


Di luar pintu, ada juga 3 orang yang mengenakan pakaian kasual diikat di pojok dan ditimpa menjadi satu.


Adiwangsa melirik ke sana. Lalu, wanita itu pun berkata sambil tersenyum: "Tuan Adiwangsa, ketiga orang ini membuntutimu."


"Aku tahu."


Adiwangsa berkata: "Lepaskan mereka."


"Baik."


Wanita itu berangguk. Lalu, ada seorang pria berjas hitam melangkah maju dan mengeluarkan pisau dari belakang pinggangnya. Ketiga orang yang kehujanan tampak pucat dan tidak mengatakan apa pun. Setelah pisau pria itu menebas talinya, mereka pun sudah bebas dan saling memapah untuk berdirk, lalu kabur dengan sangat menyedihkan.


Mereka benar-benar merasa sangat memalukan. Sebagai pengawal pribadi Dustin Armando, bisa-bisanya mereka disergap orang dan diikat seperti ini. Memalukan sekali!


Kemudian, ada 3 mobil yang datang dengan pelan dan berhenti di depan pintu.


"Tuan, silakan naik ke mobil."


Wanita itu memegang payung dan membukakan pintu belakang mobil, lalu berkata kepada Mustofa sambil tersenyum.


Mustofa sudah berusia 56 tahun, sebenarnya tidak termasuk tua. Namun, wanita itu tetap memanggilnya dengan sopan. Sedangkan Mustofa, dia melihat ke arah Adiwangsa dan seperti ingin menanyakan sesuatu, namun pada akhirnya dia langsung masuk ke dalam mobil. Kemudian, dua pria yang berpakaian jas hitam pun naik ke mobil. Empat orang yang tersisa pergi dan memasuki mobil ketiga secara langsung.


Wanita yang memakai sepatu hak tinggi berjalan ke mobil yang di tengah dan membuka pintu mobil, "Tuan Adiwangsa, silakan."


Adiwangsa berangguk dan masuk ke mobil sambil dipayungkan wanita itu.


Ketiga mobil jalan secara bersamaan dan mengarah ke satu arah yang sama.


Wiper mobil terus bergerak di bawah hujan deras. Pemandangan di luar jendela adalah rumah-rumah bobrok yang berderet.


Jalan Hatta hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, dan ketiga mobil ini harus melewati seluruh area pembangunan kembali untuk keluar.


Air hujan terus turun dan membasahi jendela. Adiwangwa pun melihat ke luar tanpa mengatakan apa pun.


Selain supir, hanya ada Adiwangsa dan wanita rok merah di dalam mobil. Wanita itu duduk di sebelah Adiwangsa. Roknya agak pendek, sehingga kaki panjangnya yang putih sungguh menarik perhatian. Namun, Adiwangsa sama sekali tidak melihatnya. Ini membuatnya sangat terpukul. Karena dia selalu merasa dirinya sangat memesona. Namun sebenarnya, dia juga tahu dirinya bukanlah siapa-siapa bagi para tokoh besar.

__ADS_1


Setelah menenangkan pikirannya, wanita rok merah itu berkata: "Tuan Adiwangsa, nama saya Jeje Joyce. Anda bisa memanggil saya Jeje atau Joyce. Saya berasal dari Aliansi Bisnis Toron. Jika Anda bersedia, mulai hari ini, saya akan menjadi sekretaris pribadi Anda dan menguruskan semua pekerjaan dari Anda. Saya akan menyelesaikan setiap perintah Anda dengan sempurna."


__ADS_2