
Adiwangsa mendengarkan cerita nenek tua dengan linglung. Bulan Hasan ini sosialita Keluarga Hasan dan sangat pintar mengurus bisnis sehingga sangat disayangi nyonya tua Keluarga Hasan. Dia ini sama seperti permata yang bersinar di Kota Pantol. Jika tidak ada masalah malam itu, dialah yang seharusnya menjadi pemimpin keluarga Hasan. Namun, pada suatu malam 6 tahun yang lalu, permata itu terjatuh.
Bulan tidak tahu apa yang telah terjadi. Saat bangun, dirinya sudah telanjang dan segera melihat seorang pemuda yang kebingungan. Sekumpulan wartawan juga mendobrak masuk dan terus mengambil foto mereka. Sejak itu, cahaya lampu kehidupan Bulan pun mati.
Adiwangsa telah kabur. Jika tinggal, dia pasti akan mati. Begitu juga Bulan. Dunianya telah runtuh, seperti semuanya telah berubah menjadi hitam putih dan kehilangan warnanya seperti foto yang tua.
Seluruh Kota Pantol, jalan ke jalan, gang ke gang, semuanya membicarakan kasus ini.
Tuan Muda Keluarga Suprapto yang begitu sampah pun bisa dia tiduri! Biasanya masih sok suci begitu?
Semua orang berkomentar dengan senang atas kemalangannya.
Hidup ini memang dramatis dan di pentas Bulan ditiduri ini, semua plot berjalan.
Karena hal ini, Keluarga Hasan selain kehilangan reputasi baiknya, mereka juga mengalami kerugian besar dalam bisnis. Nyonya tua keluarga Hasan juga marah hingga masuk rumah sakit. Pandangan dia melihat Bulan seperti sedang melihat biang kerok perusak segalanya. Sangat menjijikkan!
Kesucian seorang gadis telah dikotori. Seluruh dunia membencinya dan hanya keluargalah yang bisa menenangkannya. Namun, dia selain tidak diberi kehangatan, malah dimaki-maki dan dihina oleh keluarganya sendiri.
Hati Bulan sedingin es dan dia hampir gila.
__ADS_1
Namun, pada saat ini juga, pria-pria yang merasa dia ini sangat suci mulai mendatanginya dan menghinanya. Pandangan mereka tampak sangat nafsu. Kata-kata mereka yang kotor terus menusuk hatinya yang terluka parah.
Bulan benar-benar sangat putus asa dan melewati 2 bulan dengan bingung. Dia meninggalkan keluarga Hasan dengan patah hati dan hendak mengakhiri semua ini di Jembatan Sungai Toba. Namun, dia malah pingsan karena rasa mual yang kuat dan diantar ke rumah sakit oleh seorang supir yang baik hati.
Tiba saat itu juga, Bulan menyadari dirinya telah hamil.
Dia sangat membenci Adiwangsa, namun bayi ini tidak bersalah. Melihat kehidupan kecil yang berdetak di cermin ultrasound, Bulan membuat keputusan yang berani. Dunia telah meninggalkannya, dan satu-satunya penopangnya adalah anak dalam kandungannya.
Bulan meninggalkan catatan bunuh diri dan pergi begitu saja. Keputusan ini sangat disenangi Keluarga Hasan, jadi mereka segera mengumumkan kematian Bulan ke publik. Sedangkan Bulan, 8 bulan kemudian, dia pun melahirkan Anna dan datang ke Jalan Pelantar sambil menyeret sebuah koper besar. Dia mengganti nama dirinya menjadi Lani dan ingin membawa Anna untuk melewati kehidupan yang tenang. Namun, siapa tahu Yang Maha Kuasa suka memberi ujian kepada manusia.
Di wilayah abu-abu yang terlupakan oleh kota ini, ada banyak orang yang menyimpan niat jahat, dan kecantikan Bulan telah menjadi akar kejahatan mereka. Dia hampir saja dikotori lagi selama beberapa kali. Jika bukan karena bantuan nenek tua, akhir dirinya benar-benar sulit diprediksi.
Ketidakmampuan untuk melindungi kecantikan ini, bukan keberuntungan, tapi malapetaka.
Sejak itu, dunia ini sudah tidak ada Bulan Hasan lagi, dan hanya ada hantu yang menakutkan, yaitu Lani yang dihindari oleh semua orang. Karena wajahnya yang cacat, Bulan mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan. Untung saja, dia bertemu seorang kepala pabrik yang baik hati dan membantunya memasuki pabrik garmen. Dengan gaji yang hanya 3 juta, mereka benar-benar sangat sulit untuk bertahan hidup.
Tidak peduli musim panas atau musim dingin, dia selalu harus mengenakan masker. Namun, matanya yang indah dan penuh dengan keputusasaan selalu membangkitkan hasrat banyak orang, tetapi ketika dia melepaskan maskernya, semua orang kabur dengan panik.
Bulan sangat puas dengan hasil seperti ini. Dunianya yang gelap, hanya Anna-lah cahaya kehidupannya, dan dia juga hanya memerlukan satu cahaya ini. Dia tidak lagi peduli pada yang lain. Namun, dunia ini sama sekali tidak bersikap baik padanya.
__ADS_1
Orang-orang yang dulu pernah menyatakan kekagumannya pada Bulan, setelah melihat wajahnya yang jelek segera menjadi sangat membencinya dan tidak bisa terima wanita yang mereka kagumi adalah wanita yang begitu jelek. Jadi, mereka selalu mencari masalah dan menyulitkannya.
Hingga malam ini, kepala pabrik tidak bisa menahan tekanan dari orang-orang lagi dan terpaksa mencari alasan untuk memecat Bulan.
Jika cerita dari nenek tua digabungkan dengan laporan dari intelijen Aliansi Skythorn, kehidupan Bulan selama 6 tahun ini benar-benar sangat kasihan. Adiwangsa juga merasa sangat sakit hati dan sesak nafas.
"Permata Zaky!"
Niat membunuh yang kuat mengelilingi tubuhnya lagi. Semua ini gara-gara Permata Zaky! Wanita licik itulah yang merencanakan semua itu dan mengakibatkan Adiwangsa harus kabur dengan identitas buronan, serta menyebabkan kemalangan ini terhadap Bulan.
Dia benar-benar ingin memotong Permata Zaky dan Delvin Zaky hingga berkeping-keping sekarang juga. Namun, dia tetap menahannya.
Permata Zaky yang pura-pura berteman baik dengan Ibu Adiwangsa telah merencanakan kecelakaan ibunya. Dia juga yang mengakibatkan kemalangan semua ini terhadap Adiwangsa dan Bulan, lalu merebut semua harta Keluarga Suprapto. Dia bahkan mengusir Mustofa dari rumah dan meminjam tangan Eka Fazura untuk menyiksa Niawangsa!
Semua ini, dendam ini, tidak bisa diampuni!
Bagaimana boleh dia membiarkannya mati begitu saja?
Bagi Adiwangsa, kematian itu terlalu berbelas kasih kepada Permata dan Delvin!
__ADS_1
Setelah sangat lama, Adiwangsa baru bisa menenangkan dirinya dan bangkit dengan pelan.
Dia melihat langit yang gelap sambil mengangkat tangannya, lalu mengepal dengan erat!